JAMBIBRO.COM — Gerakan Jambi Bersholawat mulai disosialisasikan secara masif ke wilayah barat Provinsi Jambi, guna memperkuat fondasi moral masyarakat. Program syiar keagamaan ini dikampanyekan oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris.
Pertemuan tatap muka bersama warga Kota Sungai Penuh, Jumat lalu, berlangsung hangat dan kental nilai kekeluargaan. Hesti —sapaan akrab Hesnidar— mengupas tuntas misi utama gerakan religius ini, demi menyuburkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW di hati sanubari umat.
Langkah ini juga diproyeksikan mampu memperkokoh tali ukhuwah Islamiyah, sekaligus mencetak kebiasaan beragama yang positif dan bersahaja dalam kehidupan sehari-hari. Hesti mengetuk kesadaran seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga dan kelompok pemuda, rutin bersholawat.
“Gerakan ini bukan hanya soal melantunkan sholawat, tapi juga membangun karakter, menjaga moral, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga,” ujarnya.
Hesti menggarisbawahi, ketahanan keluarga merupakan madrasah pertama yang memegang peran paling sentral dalam pembentukan akhlak anak. Jika lingkungan rumah sudah terbiasa dengan lantunan shalawat, nilai-nilai kepribadian yang luhur akan tertanam kuat pada diri generasi penerus.
Hesti Haris juga membeberkan empat formula program taktis yang diinisiasi TP PKK Provinsi Jambi dalam menyukseskan gerakan ini. Skema pertama, difokuskan pada pengaktifan kembali forum pengajian keluarga serta penguatan kelompok majelis taklim di akar rumput.
Langkah kedua, lewat pelatihan khusus bagi para pembina sholawat yang menyasar kelompok remaja dan kaum ibu. PKK akan menjalin kerja sama erat dengan sekolah serta pondok pesantren, untuk mengintegrasikan nilai shalawat dalam agenda pendidikan non-formal.
Strategi pamungkas dilakukan dengan cara memberdayakan kelompok seni religi lokal yang tersebar di kelurahan maupun desa. Upaya pembinaan seniman lokal dirancang, agar kelestarian tradisi dan khazanah kebudayaan Islam di daerah tetap terjaga secara turun-temurun.
Agenda sosialisasi itu langsung memanen respons positif serta dukungan penuh jajaran pemuka masyarakat dan perwakilan pemuda. Mereka berkomitmen siap mengawal gerakan ini menjadi agenda rutin di lingkungan RT, RW, hingga lembaga pendidikan terdekat.
Momen pertemuan akbar ini juga dimanfaatkan pengurus untuk mempererat tali sinergitas program kerja lintas instansi bersama jajaran pemerintah daerah. Kolaborasi berlapis ini dinilai krusial untuk melahirkan cetak biru program keagamaan yang bersifat inklusif serta melibatkan partisipasi aktif warga.
Hesti secara khusus meminta komitmen para pemangku kebijakan di daerah untuk mempermudah jalannya operasional gerakan keagamaan ini. Dukungan yang diharapkan dapat berupa fasilitasi penyediaan ruang publik, pembinaan berkala, hingga pendampingan administratif di lapangan.
Sebagai penutup pidato, Hesti kembali mempertegas visi jangka panjang yang ingin diraih melalui program Jambi Bersholawat. Ia menaruh asa gerakan ini mampu menjadi benteng moral pemuda serta menyumbang andil bagi terwujudnya kehidupan beragama yang moderat.
Seusai sosialisasi di Sungai Penuh, Hesti beranjak menunaikan misi kemanusiaan di wilayah tetangga. Ia bertolak menuju Kabupaten Kerinci untuk menyerahkan langsung bantuan sosial bagi warga lanjut usia yang didera keterbatasan fisik.
Bantuan kursi roda diserahkan langsung kepada seorang paruh baya, Marlina, yang kini menginjak usia 60 tahun. Perempuan lansia yang bermukim di wilayah Tanah Cogok tersebut merupakan potret warga prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan.
Saat menyalurkan bantuan fasilitas kesehatan, Hesti didampingi Wakil Ketua TP PKK Kerinci, Septi Malinda Murison. Kehadiran barisan pengurus dan anggota PKK lainnya di lokasi penyerahan turut menambah kental suasana kebahagiaan serta kepedulian sosial sore itu. | SW







