Home / Nasional

Selasa, 19 November 2024 - 11:21 WIB

The 2nd OJK International Research Forum 2024 Dukung Peran Penting Inovasi Keuangan

The 2nd OJK International Research Forum (IRF) 2024, di Nusa Dua, Bali, Senin kemarin.

The 2nd OJK International Research Forum (IRF) 2024, di Nusa Dua, Bali, Senin kemarin.

JAMBIBRO.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus mendorong peran penting inovasi keuangan dalam mewujudkan masa depan sektor keuangan Indonesia yang inklusif dan tumbuh berkelanjutan.

Komitmen itu disampaikan Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi OJK, Irnal Fiscallutfi, pada pembukaan The 2nd OJK International Research Forum (IRF) 2024, di Nusa Dua, Bali, Senin kemarin.

Inovasi keuangan berperan penting dalam memperluas layanan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan.

“Diharapkan memberi peluang bagi lembaga keuangan untuk memasuki pasar lebih luas dalam menyalurkan dana kepada nasabah unbanked dan underbanked,” kata Irnal.

Dalam kegiatan bertema “Driving Financial Innovations to Enhance a Better Financial Life” tersebut, Irnal mengungkapkan, sektor keuangan mengalami perkembangan teknologi pesat.

Baca Juga  OJK Luncurkan Aplikasi Suptech Integrated Analytics Data PMDK

Bahkan, lebih jauh telah mengadopsi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi, seperti melayani pelanggan, menilai kelayakan kredit, dan mendeteksi kemungkinan gagal bayar.

Meskipun begitu, Irnal menegaskan, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan dan risiko yang memerlukan mitigasi ke depan, seperti keamanan data dan siber, ancaman terhadap tenaga kerja, dan masalah akurasi dan akuntabilitas dari otomatisasi pengambilan keputusan.

“Penting kita pertanyakan kembali seberapa pintar AI, karena pada akhirnya AI tetaplah sebuah mesin yang terbatas pada algoritma dan data, yang berarti peran manusia masih sangat dibutuhkan,” terang Irnal.

Baca Juga  OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030

Untuk meminimalisir risiko, beberapa hal perlu dikembangkan, antara lain menguatkan keamanan data dan siber, menavigasi lanskap teknologi yang kompleks, memperjelas kerangka regulasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan melakukan edukasi dan literasi keuangan.

Kepala OJK Institute, Agus Sugiarto mengingatkan, meski inovasi keuangan berpotensi memperluas akses ke layanan keuangan, penting memastikan masyarakat rentan tidak semakin tertinggal.

“Menjembatani kesenjangan digital dan menyediakan pendidikan literasi keuangan merupakan kunci untuk mencapai inovasi keuangan yang inklusif,” jelas Agus.

Salah satu upaya mendukung pengembangan inovasi keuangan adalah melalui kegiatan The 2nd OJK International Research Forum.

Baca Juga  Perkuat Governansi Sektor Jasa Keuangan OJK Gandeng Asosiasi Profesi

Kegiatan ini menghadirkan para pakar dan praktisi sebagai narasumber dari berbagai negara dengan harapan dapat menjadi forum pertukaran wawasan mengenai riset-riset frontier dan best practices dalam pengembangan inovasi keuangan.

“Cita-cita untuk membangun industri jasa keuangan yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global dapat terwujud,” ujar Agus.

Dengan komitmen dan semangat kolaborasi yang kuat antar pelaku industri, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, ada peluang mendorong perubahan positif, tidak hanya memajukan sektor keuangan tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial. | REL

Share :

Baca Juga

Nasional

Al Haris Apresiasi Kepedulian APHI Lestarikan Hutan Jambi

Nasional

OJK Luncurkan Buku Perdagangan Karbon Bagi Sektor Jasa Keuangan

Nasional

SKK Migas – PetroChina Jabung Tajak Sumur Eksplorasi NEB BASEMENT-3

Nasional

Apresiasi Karya Jurnalis Televisi, Cara IJTI Kurangi Polusi Informasi

Nasional

FPI Jambi Kirim Relawan Bantu Korban Bencana Sumatra

Nasional

OJK Ikut Perkuat SDM Kaum Ibu

Nasional

Presiden Prabowo Subianto Bertemu Raja Thailand King Rama 10

Nasional

Akmal Yusmar Nakhodai Asosiasi Kopi Minang, Mambangkik Batang Tarandam