Home / Nasional

Senin, 23 September 2024 - 23:50 WIB

Sumur Kedua BUIC EMCL Tambah Produksi Minyak 13.000 BOPD

Sumur kedua BUIC EMCL menambah produksi minyak 13.000 BOPD | skk migas

JAMBIBRO.COM – Aktivitas pengeboran dan pengembangan sumur untuk mengejar target produksi minyak nasional dan menjaga ketahanan energi terus dilakukan SKK Migas dan KKKS di seluruh Indonesia.

Kabar menggembirakan datang dari Lapangan Banyu Urip, di Bojonegoro, Jawa Timur.

SKK Migas – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah menyelesaikan kegiatan pengeboran kedua sumur pengembangan B-12, di Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Divisi Optimalisasi Cadangan SKK Migas, Sri Andaryani, mengatakan, Sumur B-12 sukses mempenetrasi reservoir facies yang sangat baik, yaitu reef complex, yang secara reservoir qualities di atas target.

Baca Juga  Cerita Srikandi Perubahan, dari Lapas Kini Buka Lapangan Kerja

Selain itu, strategi perforasi sudah dipertimbangkan secara matang, di mana dijaga jarak (standoff) dengan Gas Oil Contact (GOC) dan Oil Water Contact (OWC) yang cukup aman.

Pencapaian kesuksesan ini didapat dari kerja keras tim setelah didapat hasil pemboran sumur pertama, yaitu B-13.

Kemudian dilakukan evaluasi kembali model reservoir Banyu Urip, karena terdapat ketidakpastian dari batas facies reef complex dan optimasi dengan merubah target trajectory sumur. 

Saat ini sumur B-12 telah masuk tahap clean up dengan produksi pada level 5.000 BOPD dan akan dinaikan secara bertahap hingga diharapkan mencapai level produksi 13.000 BOPD.

Kepala Divisi Pengeboran dan perawatan sumur, Surya Widyantoro, mengatakan, sumur pengembangan B-12 mencapai target pengeboran di kedalaman 6.076 ftMD menggunakan anjungan pengeboran PDSI-40.

Baca Juga  Operasional Pertamina Harus Lancar, Tidak Boleh Terganggu

Menurut Surya, kegiatan pengeboran sumur B-12 diselesaikan selama 45 hari, lebih cepat enam hari dari yang direncanakan.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D Suryodipuro, menyebut, SKK Migas menyambut baik penambahan produksi dari sumur B-12.

Diharapkan dari pengembangan sumur tersebut akan terjadi penambahan lifting minyak dan gas secara nasional. 

“Sebagai lapangan dengan produksi terbesar nomor 2 di Indonesia, keberhasilan program pengeboran di Lapangan Banyu Urip akan memberi dampak besar dalam upaya meningkatkan lifting minyak secara nasional,” imbuh Hudi.

SKK Migas, menurut Hudi, terus mendorong KKKS melakukan eksplorasi dan pengembangan sumur eksisting, sehingga dapat mewujudkan ketahanan energi dan penambahan lifting.

Baca Juga  Cuma Butuh Waktu Sepekan, 382 Sumur Minyak Ilegal Ditutup

“Kami beri apresiasi buat tim yang bekerja. Semoga ini berpengaruh positif bagi KKKS lain untuk terus mengejar target produksi migas secara nasional demi ketahanan energi,” kata Hudi, Senin (23/9/2024).

Seperti diketahui, dengan aktifnya pengeboran dan pengembangan sumur di Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini tersisa lima pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC).

Lima pengeboran itu terdiri dari tiga sumur infill Carbonate dan dua sumur infill Clastic yang baru akan mulai tajak pada Minggu I Oktober 2024 dengan estimasi selesai pada 2025. | REL

Share :

Baca Juga

Nasional

ISFO 2024 Bidik Pelajar dan Mahasiswa

Nasional

OJK Perkuat Ketahanan dan Integritas Industri Jasa Keuangan Indonesia

Nasional

Maulana Angkat Isu Strategis di Forum Apeksi Outlook 2025

Nasional

Akmal Yusmar Nakhodai Asosiasi Kopi Minang, Mambangkik Batang Tarandam

Nasional

FPI Jambi Kirim Relawan Bantu Korban Bencana Sumatra

Nasional

Wakil Wali Kota Jambi Perjuangkan Pendidikan Kota Jambi di Hadapan Mendikdasmen

Nasional

Pemprov Jambi Peringkat 3 Nasional Anugerah Manajemen ASN 2024

Nasional

Rayakan Hari Kartini, OJK, BI dan KP2MI Edukasi Perempuan Pekerja Migran Indonesia