Home / Nasional

Kamis, 13 Maret 2025 - 17:48 WIB

Elpisina Soroti Peristiwa Kaburnya 49 Tahanan Lapas Kutacane

Elpisina

Elpisina

JAMBIBRO.COM — Peristiwa kaburnya 49 tahanan dan narapidana dari Lapas Kelas II Kutacane, Aceh Tenggara, mengundang perhatian serius berbagai pihak.

Salah satunya datang dari anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Elpisina.

Politikus asal Batanghari, Jambi itu menilai insiden ini cerminan nyata dari permasalahan kelebihan kapasitas yang telah lama menjadi persoalan klasik pada lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia.

“Kelebihan kapasitas penghuni lapas ini sudah menjadi rahasia umum yang terus berlarut. Sayangnya, hingga kini pemerintah belum mampu mengurai benang kusut dari persoalan itu,” ujar Elpisina, di Gedung DPR RI, Rabu kemarin.

Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), kapasitas Lapas Kutacane hanya mampu menampung 100 orang.

Namun, hingga saat ini jumlah penghuninya mencapai 362 orang. Kondisi ini, menurut Elpisina, diperparah dengan minimnya jumlah petugas lapas.

“Bagaimana mungkin penjaga yang jumlahnya kurang dari 10 orang harus mengawasi ratusan narapidana? Pengawasan menjadi lemah, sehingga potensi terjadinya pelarian semakin besar,” tegasnya.

Baca Juga  Elpisina Siap Bekerja Sama dengan Prabowo - Gibran

Elpisina menyoroti, selama ini pemerintah masih menganggap penjara sebagai solusi utama dalam menangani perkara pidana.

“Hampir semua kasus pidana berakhir dengan hukuman penjara. Padahal, tidak semua perkara membutuhkan penyelesaian melalui pemenjaraan,” ujar Elpisina.

Contohnya, kasus penyalahgunaan narkotika. Rehabilitasi bisa menjadi alternatif yang lebih efektif, dibanding langsung memasukkan pengguna narkotika ke dalam lapas.

Mayoritas tahanan dan narapidana yang kabur dari Lapas Kutacane terlibat kasus narkotika. Menurut Elpisina, hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemidanaan untuk kasus narkotika masih belum optimal.

Dirinya mendorong pemerintah agar mengupayakan reformasi kebijakan yang lebih progresif, dengan memberikan perhatian pada alternatif pemidanaan.

“Rehabilitasi bagi pengguna narkotika harus diperkuat. Ini bisa menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi angka kelebihan kapasitas di lapas,” ucapnya.

Elpisina juga menilai pemberian amnesti kepada narapidana, sebagai solusi sementara yang tidak memberikan dampak signifikan. Tahun ini, dari 44 ribu narapidana yang diusulkan mendapat amnesti, hanya 19 ribu yang disetujui.

Baca Juga  Reses di Tungkal Ilir, Elpisina Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

“Jumlah tersebut tidak cukup untuk mengurangi beban lapas yang sudah melebihi kapasitas. Amnesti hanyalah solusi jangka pendek,” katanya.

Selain itu, Elpisina menekankan pentingnya pemerintah tidak hanya fokus pada amnesti, tapi juga pada perencanaan jangka panjang yang komprehensif.

“Pemerintah perlu merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini, mulai dari pembangunan Lapas baru, peningkatan jumlah petugas, hingga penerapan alternatif pemidanaan,” lanjutnya.

Kasus kaburnya puluhan tahanan dan narapidana di Lapas Kutacane bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden serupa juga mencuat ke permukaan.

Pada 12 November 2024, tujuh tahanan kabur dari Rutan Salemba, Jakarta, dengan menjebol terali kamar mandi dan melarikan diri melalui gorong-gorong.

Sebelumnya, pada 22 Maret 2024, seorang narapidana di Lapas Nusakambangan melarikan diri dalam kasus pemerasan dan pencurian.

Baca Juga  Elpisina Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penculikan Bilqis

Pada 3 Maret 2023, tiga narapidana kabur dari Lapas Kelas II/A Palangka Raya dengan memanjat tembok penjara. Bahkan, pada 13 Agustus 2022, tujuh tahanan kabur dari Polsek Jatiasih, Bekasi, dengan menjebol tembok kamar mandi.

“Serangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa permasalahan di Lapas sudah sangat mendesak untuk segera diatasi. Kita tidak bisa terus-terusan reaktif. Harus ada reformasi menyeluruh dalam sistem pemasyarakatan,” ujar Elpisina.

Elpisina mengimbau pemerintah agar tidak berlarut-larut dalam menyelesaikan kasus kaburnya narapidana di Lapas Kutacane.

“Ini bukan hanya masalah keamanan, tapi juga masalah kemanusiaan. Kelebihan kapasitas lapas tidak hanya berdampak pada para petugas, tapi juga pada para tahanan dan narapidana yang harus menjalani hukuman dalam kondisi tidak layak,” tutupnya.

Dengan situasi yang terus berulang, reformasi sistem pemasyarakatan harus menjadi prioritas pemerintah, untuk menciptakan keadilan dan keamanan yang lebih baik di Indonesia. | PR

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

SJK Kokoh Hadapi Potensi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global

Nasional

Minta Penjelasan Pembayaran UKT di ITB, OJK Panggil Danacita

Nasional

UM Jambi Dorong FOLU Net Sink 2030 Lewat RBC dan Small Grant

Nasional

OJK Pastikan Siap Awasi Aset Keuangan Digital, Termasuk Aset Kripto

Nasional

Pemkot Jambi Serahkan Bantuan untuk Sumbar, Lebih Sekadar Donasi

Nasional

OJK Gandeng BPK Perkuat Kompetensi Pengendalian Kualitas Pengawasan IJK

Nasional

Kemenkop Serahkan Daftar Koperasi kepada OJK

Nasional

PHR Zona 1 Dianugerahi Penghargaan PROPER Emas dan Hijau dari KLHK