Home / Reportase

Senin, 2 Oktober 2023 - 17:33 WIB

Ungkap Kematian Mahasiswi Cantik, Polres Merangin Segera Periksa Para Saksi

Makam SF dipasangi garis polisi (DIR)

Makam SF dipasangi garis polisi (DIR)

Makam SF dipasangi garis polisi (DIR)

JAMBIBRO.COM – Kematian SF (21), mahasiswi cantik asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, mulai diselidiki aparat kepolisian.

Awalnya, pihak kepolisian tidak diberitahu adanya warga Desa Sidoharjo meninggal dunia akibat minum racun putas. Korban diduga ingin menggugurkan kandungannya hasil hubungan di luar nikah.

Peristiwa itu sudah lama terjadi. Persisnya pada Minggu (13/8/2023). Kematian SF heboh setelah handphone miliknya dibuka pihak keluarga.

Baca Juga  Membongkar Misteri Kematian Gadis Margo Tabir, Polres Merangin Libatkan Tim Forensik

Di handphone itu terdapat percakapan SF dan kekasihnya, P (23), warga Desa Tegal Rebo, juga di Kecamatan Tabir Lintas. Isinya, P menyuruh SF menggugurkan kandungannya.

Kapolres Merangin, AKBP Ruri Roberto, menyatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Polisi bahkan sudah melakukan gelar perkara.

“Bukti-bukti sudah kami kumpulkan. Salah satunya percakapan antara korban dan pacarnya. Kami juga sudah gelar perkara. Segera ditindaklanjuti,” ujar Ruri.

Baca Juga  BUNUH DIRI: Perlu Penguatan Sosial dan Mental

Ruri menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Seperti diberitakan, SF diduga hamil di luar nikah akibat pergaulan bebas dengan kekasihnya, P.

P yang mengetahui SF hamil, berupaya menggugurkan kandungan pacarnya itu. Melalui WhatsApp, P menyuruh SF minum racun putas.

Pada Minggu (13/8/2023), SF melaksanakan perintah P. Dia meminum putas yang dicampur dengan teh. Setelah itu SF mual-mual hingga akhirnya tewas.

Baca Juga  MAHASISWA BUNUH DIRI: Tekanan Akademik yang Mencekik?

SF sempat dilarikan ke klinik di Kecamatan Margo Tabir. Namun malang, nyawanya tak bisa ditolong.

Korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Mereka berusaha menutupi kasus ini serapat mungkin.

Beredar kabar, kedua belah pihak sepakat berdamai, dengan kompensasi 200 juta rupiah. Namun perdamaian itu gagal hingga kasus ini tercium pihak kepolisian. ***

Share :

Baca Juga

Politik

Fadli Sudria Desak Bayarkan Insentif Nakes, Direktur RSUD Raden Mattaher Harus Dievaluasi

Reportase

Wakapolda Jambi Mendadak Cek Mako Batalyon B Pelopor, Ternyata…

Reportase

Wabup Muaro Jambi Ajak Masyarakat Wujudkan Visi Jambi MANTAP 2029

Politik

Sudirman dan Raden Najmi Cek Logistik Pilkada di KPU Muarojambi

Reportase

Empat Personel Polda Jambi Terima Penghargaan, Siapa Mereka ?…

Reportase

TP PKK Muaro Jambi Lakukan Pembinaan di Kumpeh Ulu, Prioritaskan Tertib Administrasi

Reportase

Dukung Pembinaan Napi Wanita, Pertamina EP Field Jambi Dapat Penghargaan

Reportase

Bunda Ririn Sosialisasi Wajib Belajar Prasekolah, Muaro Jambi Pilot Project