JAMBIBRO.COM — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menargetkan penanaman jagung seluas 400 hektar dalam dua bulan, Juni—Juli 2025.
Target itu disampaikan Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja, pada rapat koordinasi lintas sektoral, di Gedung Siginjai, Polda Jambi, Selasa lalu.
Rapat koordinasi dilakukan guna memperkuat program ketahanan pangan nasional, khususnya untuk tanaman jagung. Rapat dipimpin oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar.
Muslimin Tanja memaparkan, untuk penanaman jagung di kabupaten yang juga menargetkan swasembada padi itu, selama ini dilakukan sekali setahun, karena setelah menanam padi petani akan menanam jagung.
Dijadwalkan, pada periode Juni-Juli, lahan yang akan ditanami jagung di Tanjabtim sekitar 300 hektar. Luas itu akan ditambah lagi hingga menjadi 400 hektar.

Muslimin Tanja menandatangani komitmen bersama mendukung program peningkatan swasembada jagung, di Polda Jambi | dia
“Sesuai komitmen bersama, setiap desa akan menanam jagung seluas satu hektar. Di Tanjabtim ada 73 desa dan 22 kelurahan. Jadi, ada penambahan 95 hektar,” jelas Muslimin.
Kendati begitu, Muslimin menegaskan, pada kuartal IV luas tanam jagung tidak bisa lagi seluas itu, karena setelah penanaman jagung para petani akan menanam padi.
Rapat koordinasi lintas sektoral ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, para kapolres dan kapolresta, serta para pemangku kepentingan.
Rapat digelar sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia terkait Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, khususnya mewujudkan swasembada jagung.
Kapolda Jambi, Krisno Halomoan Siregar, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem ketahanan pangan di daerah. Polri dan jajaran pun membentuk satuan tugas (satgas) pangan.
“Kami telah membentuk satgas pangan. Targetnya satu juta hektar lahan jagung secara nasional. Di Jambi telah ditanam 629,20 hektar, dengan hasil panen 376,34 ton. Ini bukti kita mampu jika bersatu,” tegas Krisno.
Krisno menegaskan, tantangan global, seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan, harus dihadapi dengan koordinasi dan langkah strategis.
Krisno mengajak seluruh pihak, dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga swasta, bahu membahu menyukseskan program swasembada jagung, demi terwujudnya kedaulatan pangan di Indonesia.
“Melalui forum ini kita menyamakan persepsi, merumuskan strategi bersama, dan menjadikan Jambi sebagai motor penggerak swasembada pangan di wilayah barat Indonesia,” ujar Krisno.
Krisno memberi beberapa arahan strategis, di antaranya alokasi 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan, perlunya sinergi swasta membantu penyediaan lahan, percepatan distribusi alsintan, pembibitan oleh pemerintah daerah, dan penambahan satu desa satu hektar lahan, kecuali di Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci.
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyebut bahwa ketahanan pangan adalah bagian integral dari program nasional. Begitu pula program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, termasuk bagian Asta Cita.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen jagung di Provinsi Jambi tahun 2024 meningkat 733 hektar dari tahun sebelumnya. Ini membuktikan potensi Jambi sangat besar jika bekerja bersama. | DIA