Home / Reportase

Minggu, 27 September 2026 - 17:47 WIB

Kisah Nelayan Hilang di Perairan Jambi

Rolah akhirnya ditemukan setelah 2 hari terombang-ambing di tengah laut | basarnas

Rolah akhirnya ditemukan setelah 2 hari terombang-ambing di tengah laut | basarnas

KABAR yang ditunggu-tunggu keluarga Rolah akhirnya datang, Minggu, 27 September 2026. Setelah hilang saat melaut di Perairan Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, nelayan muda, Rolah, 23 tahun, ditemukan selamat.

Meski kondisinya lemas, nyawa pria bernama lengkap Khairullah itu berhasil terselamatkan, setelah dua hari berada dalam situasi penuh ketidakpastian di tengah laut.

Penemuan ini menjadi akhir melegakan dari operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Di tengah cuaca hujan dan hamparan perairan luas, harapan keluarga melihat Rolah pulang akhirnya terwujud.

Kisah ini bermula pada Jumat, 25 September 2026. Sekitar pukul 01.00 WIB, Rolah berangkat melaut seperti biasa. Aktivitas mencari ikan telah menjadi bagian dari kehidupan nelayan di kawasan pesisir Kuala Tungkal.

Namun, kali ini, perjalanan yang seharusnya berakhir dengan kepulangan ke rumah, berubah menjadi kecemasan panjang bagi keluarga.

Sekitar pukul 04.00 WIB, perahu yang digunakan Rolah mengalami mati mesin. Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi diketahui.

Baca Juga  Reformasi Sampah dari Sumbernya, Kota Jambi Bisa Jadi Percontohan Nasional

Upaya menghubungi Rolah pun tidak membuahkan hasil. Waktu terus berjalan, sementara keluarga hanya bisa menunggu kabar di tengah ketidakpastian.

Laporan belum kembalinya Rolah diterima pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 06.45 WIB. Informasi itu disampaikan oleh Gontor, paman Rolah, yang memicu pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan.

Tim SAR Gabungan bergerak menuju area yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir Rolah. Menggunakan RIB 02 Jambi, tim melakukan penyisiran intensif di sekitar Perairan Kuala Tungkal.

Luas area pencarian mencapai 250 mil laut persegi. Laut yang terbentang tanpa batas menjadi tantangan tersendiri bagi para personel yang terlibat.

Di tengah operasi yang berlangsung, cuaca tidak selalu bersahabat. Hujan turun selama proses pencarian. Gelombang laut memang relatif rendah, berkisar 0,1 hingga 0,5 meter, namun kondisi tetap menuntut kewaspadaan seluruh personel di lapangan.

Harapan baru muncul pada Minggu, 27 September 2026. Sekitar pukul 10.00 WIB Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa Rolah ditemukan oleh nelayan dalam keadaan selamat.

Baca Juga  Elpisina Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Persatuan dan Kesatuan NKRI

Rolah ditemukan pada koordinat 0°38’36.23” LS dan 103°21’08.97” BT, tepatnya di Kuala Sungai Hujan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Lokasi itu cukup jauh dari titik awal pencarian, menggambarkan arus dan kondisi laut dapat membawa perahu maupun nelayan ke luar perkiraan.

Saat ditemukan, kondisi Rolah lemas. Keberhasilannya bertahan hingga akhirnya ditemukan menjadi kabar yang disambut syukur keluarga, nelayan setempat, dan seluruh tim pencarian.

Setelah ditemukan, Rolah dievakuasi menuju rumahnya di Parit 5, Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Kepulangan itu menjadi akhir dari penantian panjang keluarga yang selama 2 hari terakhir dihantui kecemasan.

Pada pukul 13.00 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing penutupan operasi. Dengan ditemukannya Rolah dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Baca Juga  Gubernur Jambi Akui Kelemahan Pemerintah di Hadapan Paripurna DPRD

Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Unsur yang terlibat antara lain Rescuer USS Tungkal, Baharkam Mabes Polri, Ditpolairud Jambi, Polres Tanjung Jabung Barat, Pos TNI AL, Babinsa, BPBD Tanjung Jabung Barat, PMI, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan beragam peralatan pendukung, mulai dari RIB 02, Rescue Carrier, peralatan water rescue, perlengkapan selam, peralatan medis, perangkat komunikasi, sarana evakuasi, hingga berbagai perlengkapan SAR lainnya.

Bagi keluarga Rolah, berakhirnya operasi bukan sekadar soal selesainya pencarian. Peristiwa itu adalah kembalinya seorang anak, kerabat, dan tulang punggung keluarga yang sempat hilang di tengah luasnya lautan.

Di balik layar operasi SAR yang melibatkan banyak unsur, ada rasa syukur yang tak dapat diukur. Seorang nelayan yang hilang akhirnya berhasil pulang dengan selamat. Sebuah akhir yang menjadi harapan setiap kali sirene pencarian dibunyikan di laut. | dod

 

Share :

Baca Juga

Ekobis

Bibit Unggul Kelapa Sawit Topaz Teruji dan Terbukti Tingkatkan Produksi

Reportase

Pagi Berdarah di Talang Bakung…

Reportase

Targetkan Nilai IPS Meningkat, Pemprov Jambi Kawal Evaluasi Statistik Sektoral 2026

Reportase

Banmus DPRD Provinsi Jambi Kunjungan Kerja ke DPRD DKI Jakarta

Politik

Elektabilitas Dilla Hich Makin Kencang, Calon Wakil Sangat Menentukan

Reportase

Antisipasi Perpecahan, Elpisina Ingatkan Soal Kedewasaan Berpolitik

Politik

Maulana – Diza dan Abdul Rahman – Guntur Memenuhi Syarat Administrasi

Reportase

Napi Lapas Jambi Dapat Remisi Natal, 2 Kasus Korupsi, 10 Kasus Narkotika