JAMBIBRO.COM — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hesti Haris, melakukan kunjungan spesial ke Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Selasa, 23 Juni 2026.
Dalam lawatan tersebut ia meresmikan fasilitas Rumah Dilan, sebuah wadah edukasi yang difokuskan sebagai pusat pendidikan dan keterampilan.
Peresmian dilakukan seusai Hesti menghadiri Sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat dan agenda Supervisi Evaluasi Gerakan PKK. Istri Gubernur Jambi itu memotong pita, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kerinci, Novra Wenti.
Hesti dan rombongan memanfaatkan momen itu untuk melihat langsung kualitas produk UMKM binaan lokal. Mereka menyisir area Toko PKK yang didesain khusus untuk memasarkan komoditas suvenir khas bumi Sakti Alam Kerinci.
Berbagai panganan tradisional hingga lembaran kain batik tulis motif lokal dipajang rapi di dalam lemari kaca took. Hesti memuji mutu pengerjaan batik yang dinilainya sudah memiliki daya saing tinggi.
“Di Taman Wisata Air Panas Semurup ini sudah tersedia oleh-oleh di Toko PKK. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Air Panas Semurup, silahkan membeli oleh-oleh di sini,” ujar Hesti promosi.
Ia mengingatkan pengurus PKK daerah tidak menjadikan keterbatasan anggaran finansial sebagai alasan untuk berhenti berinovasi menciptakan program baru.
Semangat kemandirian harus ditularkan kepada para perajin agar roda ekonomi di tingkat desa bisa terus berputar. Walaupun kondisi sekarang menantang, lakukan yang bisa dilakukan.
“Yang penting kita bergerak terus, memberi contoh pada masyarakat dan membantu UMKM pemilik produk. Mudah-mudahan ekonomi tumbuh dan produk laris,” ucapnya.
Rumah Dilan ini diproyeksikan menjadi episentrum inkubator bisnis dan tempat kursus kerajinan bagi para pemuda serta ibu rumah tangga. Pemanfaatan fasilitas publik secara optimal menjadi kunci utama agar fungsi bangunan tidak sia-sia pasca-acara seremonial.
“Saya harapkan fasilitas ini bukan sekadar tempat pajangan, melainkan dapat mengangkat ekonomi masyarakat lokal serta menjadi pusat pelatihan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kurikulum pembelajaran di dalam kelas keterampilan akan disesuaikan dengan kapasitas daya serap para peserta pemula. Penggunaan alat-alat kerja konvensional dioptimalkan terlebih dahulu, sembari menyusun proposal pengadaan mesin modern kepada dinas terkait.
“Untuk tahap awal, program akan difokuskan pada pelatihan sederhana yang tidak memerlukan teknologi canggih, sambil menunggu dukungan lebih lanjut dari pemerintah untuk pengadaan peralatan,” ungkap Hesti.
Ketua PKK Kerinci, Novra Wenti, memberi respons yang sangat baik atas wejangan tim provinsi. Ia berkomitmen mempercepat pemanfaatan sejumlah ruangan kosong milik pemerintah, agar bisa dikonversi menjadi tempat usaha produktif.
Langkah pengaktifan sekretariat ini diyakini mampu mendongkrak angka kunjungan pelancong di area wisata pemandian belerang Semurup.
“Peresmian ini diharapkan turut mendorong penguatan UMKM lokal, sekaligus menambah daya tarik pariwisata di kawasan Air Panas Semurup,” tutur istri Bupati Kerinci itu. | SW




















