Home / Reportase

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Jambi Ajak Mahasiswa Unja Terlibat Aktif Cegah Karhutla di Lahan Gambut

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan kuliah umum tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan, di Kampus Universitas Jambi, Rabu | rky

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan kuliah umum tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan, di Kampus Universitas Jambi, Rabu | rky

JAMBIBRO.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, mengajak seluruh elemen mahasiswa di Universitas Jambi (Unja) turun tangan langsung mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peran aktif kaum intelektual muda ini sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kelestarian ekosistem lahan gambut di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Seruan tersebut dilontarkan Al Haris saat hadir sebagai pembicara kunci kuliah umum yang mengupas mitigasi karhutla pada ekosistem gambut. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu, 10 Juni 2026.

Kuliah umum dibuka oleh Rektor Universitas Jambi, Prof Helmi. Podium pemateri juga diisi oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, dan Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin.

Dalam pemaparannya, Al Haris menyayangkan adanya stigma penanganan kebakaran lahan terkesan hanya menjadi beban sekelompok pihak saja.

Selama ini, urusan krusial tersebut seolah bertumpu pada Satgas Karhutla, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

“Selama ini kita merasakan agenda pencegahan karhutla seolah-olah hanya dilakukan pihak tertentu. Padahal ada anak-anak kita, para mahasiswa juga terlibat langsung di masyarakat,” kata Al Haris.

Basis massa mahasiswa Unja mempunyai kapasitas besar untuk mengedukasi warga di tingkat tapak. Kesempatan terbuka lebar saat mahasiswa mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik kerja lapangan, maupun ketika pulang ke kampung halaman.

Baca Juga  Pertamina EP Jambi Serahkan Pengelolaan TK Patra Serandi kepada Desa Talang Belido

Kesiapsiagaan personel di lapangan tidak akan pernah cukup, jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat. Penyadartahuan sejak dini menjadi kunci utama, agar potensi titik api tidak muncul dari aktivitas pembukaan lahan.

“Yang paling susah itu mengajak masyarakat sadar tentang bahaya kebakaran hutan. Masih banyak yang belum sadar dampak ekologis luar biasa dari karhutla,” ujar Al Haris.

Al Haris menjabarkan secara rinci dampak buruk yang ditimbulkan kabut asap hasil kebakaran berantai. Kabut pekat terbukti memicu penyakit ISPA, menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah, hingga melumpuhkan urusan transportasi.

“Bayangkan, tiga bulan bandara kita tidak aktif pada tahun 2015 dan 2019. Belum lagi kesehatan masyarakat terganggu, sekolah dihentikan sementara, dan transportasi terganggu,” katanya.

Di samping itu, kelestarian lahan basah juga mendapat perhatian khusus. Lahan gambut ditekankan bukan kawasan tidak berguna, melainkan area vital penyerap karbon global sekaligus penyangga stabilitas ekosistem.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya memproduksi modul khusus bertema hutan gambut untuk jenjang SMA dan SMK. Kebijakan ini diambil demi menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup pada generasi muda sejak dini.

Baca Juga  Jembatan Batanghari I Rusak Ditabrak Tongkang Batu Bara, Al Haris: Harus Ganti !

“Kenapa gambut penting? Karena itu penyumbang karbon untuk kita semua. Maka pemahaman tentang gambut harus dimiliki juga oleh anak-anak sekolah,” jelas Al Haris.

Melalui forum ilmiah ini, Al Haris berharap terjadi penyamaan visi yang solid antara birokrasi, akademisi, mahasiswa, dan komunitas lokal. Penyatuan persepsi diharapkan mampu memutus mata rantai bencana tahunan siber di Jambi.

Ongkos pencegahan jauh lebih murah dan efisien dibanding memadamkan api yang terlanjur menjalar luas. Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi sangat sulit, karena bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah yang susah dijangkau.

“Kalau sudah terjadi kebakaran, luar biasa sulit memulihkannya. Kadang-kadang berhari-hari api di gambut baru bisa dipadamkan. Jangkauannya jauh, SDM terbatas, alat juga terbatas,” ujar Al Haris.

Kendati demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak melarang warga membuka sektor pertanian baru. Kebijakan yang dilarang keras secara hukum adalah melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Baca Juga  Fery Kusnadi Tanjabbar, Arif Budiman Batanghari, Tema Wisman Sungai Penuh

Solusinya, Pemprov Jambi saat ini memfasilitasi program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) untuk membantu para petani. Melalui program ini, kelompok tani dapat mengakses bantuan alat berat eskavator hingga pasokan bibit tanaman gratis.

“Pemerintah tidak melarang masyarakat bertanam. Yang tidak boleh itu membakar. Karena itu, ada program PLTB, bahkan kami bantu juga bibit untuk petani,” ungkap Al Haris.

Setelah menutup sesi materi, Al Haris melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas pihak rektorat Unja. Kehadiran ribuan mahasiswa dinilai bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam mendiseminasikan regulasi pemerintah.

“Mahasiswa ini KKN ke desa-desa. Mereka bisa sosialisasi ke masyarakat. Paling tidak di kampung halamannya, mereka mengerti arti penting mencegah kebakaran hutan dan lahan,” ucapnya.

Al Haris berharap gerakan masif ini mampu melahirkan komitmen kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Budaya mitigasi bencana yang kokoh diyakini akan menjauhkan Provinsi Jambi dari ancaman kabut asap di masa depan.

“Kita lebih memilih mencegah daripada bertindak ketika api sudah terjadi. Dengan sosialisasi yang masif dan keterlibatan mahasiswa, kita percaya pola mitigasi dan pencegahan di masyarakat semakin kuat,” pungkasnya. | RKY

Share :

Baca Juga

Reportase

Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Ini Sebabnya…

Reportase

Wakil Wali Kota Jambi Wadahi Aspirasi Pemuda melalui Kopetta HAM

Reportase

Demo di Jambi, Gedung DPRD Dirusak, Mobil Dibakar

Reportase

Gentala Arasi 2025 Ditutup, Meriah, Digital, Tembus Miliaran

Reportase

PKS Jambi Luncurkan Forum Ayah dan Sekolah Keluarga  

Reportase

Pejabat Penting Polda Jambi Dimutasi, Ada Orang Lama Isi Posisi Direktur…

Reportase

Kabut Asap Makin Parah, Siswa-Siswi SMA/SMK/SLB Belajar Daring

Reportase

Penambangan Minyak Ilegal Masih Marak di Daerah Om Fadhil…