Home / Reportase

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:39 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Muaro Jambi Buka Ritual Ngantar Kembang di Danau Kedap

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, pada perhelatan adat tahunan Ngantar Kembang dan Sedekah Payo Turun ke Umo, di Desa Danau Kedap, Minggu | dki-mj

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, pada perhelatan adat tahunan Ngantar Kembang dan Sedekah Payo Turun ke Umo, di Desa Danau Kedap, Minggu | dki-mj

JAMBIBRO.COM — Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), membuka secara resmi perhelatan adat tahunan Ngantar Kembang dan Sedekah Payo Turun ke Umo.

Kegiatan tradisional yang sarat makna budaya tersebut diselenggarakan di Desa Danau Kedap, Minggu 3 Mei 2026.

Acara adat ini dipusatkan di kawasan Pemakaman Umum Keramat Panjang yang menjadi lokasi sakral bagi warga desa setempat. Ratusan warga bersama tokoh adat dan alim ulama berkumpul memenuhi area kegiatan dengan penuh antusias.

Tradisi Ngantar Kembang diisi dengan kegiatan ziarah kubur massal oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Danau Kedap. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin, Tahlil, serta doa bersama atau haul untuk mendoakan anggota keluarga yang telah wafat.

Baca Juga  Menteri Desa Resmikan Pengembangan Desa Wisata Tangkit Baru

Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi bagi seluruh keluarga besar dan warga yang pulang dari perantauan. Suasana kekeluargaan terlihat kental saat masyarakat berkumpul dalam balutan ritual doa yang khidmat.

Setelah prosesi ziarah, agenda dilanjutkan dengan ritual Sedekah Payo Turun ke Umo, sebagai tanda dimulainya musim tanam padi. Ritual Doa Turun ke Umo ini dilakukan secara komunal di area persawahan atau payo milik masyarakat setempat.

BBS bersama para petani memanjatkan doa kepada Tuhan agar proses penanaman padi berjalan lancar tanpa gangguan. Harapan besar disematkan agar hasil panen nantinya melimpah ruah serta dijauhkan dari serangan berbagai hama tanaman.

Baca Juga  Paskibraka Muaro Jambi Mulai Diklat, Membentuk Mental dan Karakter

Menurut BBS, tradisi seperti ini merupakan identitas budaya yang sangat penting bagi Kabupaten Muaro Jambi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Selain aspek budaya, BBS memberi dorongan moral kepada para petani agar terus giat meningkatkan produktivitas hasil bumi. Peningkatan produksi pangan di tingkat desa dinilai sangat krusial dalam mendukung program ketahanan pangan di level nasional.

“Mari kita jadikan doa dan harapan ini sebagai landasan untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam meningkatkan hasil pertanian kita,” ujarnya.

Baca Juga  Duta Wisata Bujang Gadis Muarojambi Upaya Promosi Pariwisata dan Budaya

Sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah, BBS menyerahkan bantuan bibit benih padi kepada sejumlah kelompok tani. Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh masyarakat dengan harapan dapat memacu semangat kerja para petani.

Kegiatan adat ini ditutup dengan sesi makan bersama yang dikenal masyarakat sebagai “makan di atas lengkat”. Seluruh warga menyantap hidangan nasi dan aneka lauk pauk yang disajikan dalam satu hamparan yang sama.

Tradisi makan bersama menjadi simbol nyata dari kekuatan hubungan kekeluargaan dan kebersamaan di Desa Danau Kedap. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh makna religius serta sosial bagi warga Muaro Jambi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Wabup Tanjabtim Apresiasi Turnamen Sepakbola Gubernur Jambi Cup 2025

Reportase

Al Haris Beberkan Polemik Penanganan Dunia Usaha Batu Bara

Reportase

Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Reportase

Turnamen Mini Soccer HUT 87 LKBN Antara Akomodir Hobi Wartawan

Reportase

Polda Jambi Tidak Akan Kenal Perilaku Intoleran dalam Pengamanan Nataru dan Pemilu

Reportase

Heru Kustanto Bantu Kompangan dan Seragam di Danau Sipin

Reportase

Pengurus Cabor Diminta Maksimalkan Penggunaan Dana Pembinaan KONI

Reportase

Maulana dan Diza Pantau Kehadiran Lewat JCOC, Masih Ada ASN Bandel