Home / Reportase

Kamis, 10 September 2026 - 21:08 WIB

Warga Desak Pemkot Jambi Tolak Stockpile Batu Bara di Aur Kenali

Pertemuan warga dengan jajaran Pemkot Jambi mendesak wali kota tegas menolak stockpile batu bara di Aur Kenali | tim

Pertemuan warga dengan jajaran Pemkot Jambi mendesak wali kota tegas menolak stockpile batu bara di Aur Kenali | tim

SUARA warga Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, bergemuruh menyampaikan aspirasi di Balai Kota Jambi, Kamis, 10 September 2026.

Sejumlah warga Aur Kenali kembali bertemu dengan jajaran Pemerintah Kota Jambi, menyoal rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah Aur Kenali.

Dalam pertemuan itu, warga mendesak Pemerintah Kota Jambi agar mengambil langkah tegas, terkait rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah pemukiman mereka.

Pertemuan dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Jambi Mulyadi, Kepala Dinas PTSP Kota Jambi Abu Bakar, Kabag Hukum Siska Octora, serta Camat Telanaipura dan Lurah Aur Kenali.

Baca Juga  Gubernur Jambi Evaluasi Capaian Fisik dan Anggaran Pembangunan Triwulan II

Di hadapan para pejabat yang hadir, warga secara terbuka menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, minta Wali Kota Jambi membuat pernyataan bahwa pembangunan stockpile batu bara di Aur Kenali bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi.

Kedua, Wali Kota Jambi segera mengusulkan kepada Gubernur Jambi agar merelokasi stockpile batu bara yang akan dibangun oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) ke lokasi yang sesuai peruntukannya.

Merespons ketegangan di ruang rapat, Asisten II Mulyadi dan Kabag Hukum Siska Octora berjanji akan segera mengakomodir serta menyampaikan seluruh tuntutan warga langsung kepada Wali Kota Jambi, Maulana.

Baca Juga  Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Babeko

Mulyadi minta waktu kepada warga untuk membahas permasalahan izin ini bersama Gubernur Jambi dan pihak terkait di Pemerintah Provinsi Jambi. Pertemuan lintas instansi tersebut rencananya akan dilaksanakan dalam pekan ini.

Namun, warga tidak ingin menanti tanpa kepastian. Warga memberi deadline pernyataan Wali Kota Jambi sampai Jumat 11 September 2026. Jika pernyataan itu tidak ada, warga menegaskan akan menggelar aksi di rumah dinas Wali Kota Jambi.

Baca Juga  Jersey Meksiko Jadi Primadona, Identitas Budaya Kalahkan Prestasi di Lapangan

Pemerintah Kota Jambi meminta semua pihak mentaati status quo yang telah diputuskan oleh Gubernur Jambi beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga kondusivitas, Pemkot Jambi minta PT SAS tidak melakukan kegiatan apapun, baik fisik maupun non-fisik, di lokasi yang akan dibangun stockpile batu bara.

Sebagai bentuk pengawasan bersama, Pemkot Jambi mengajak warga dan Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) Tolak Stockpile Aur Kenali bersama-sama mengawasi status quo ini. | dod

Share :

Baca Juga

Reportase

Pengeboran Minyak Tanpa Izin Masih Marak di Muarojambi

Reportase

Tania Constantia Sumbang Satu Lagi Perunggu di PON XXI

Reportase

Nama Bupati Romi Hariyanto Dicatut Penipu, Modusnya Bantuan Masjid

Reportase

STID Go-Live, “Truk Hantu” Tak Lagi Berkeliaran

Politik

Dillah Hich Makin Ngetop, Dukungan Merata di Seluruh Kecamatan

Reportase

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi 4,51 Persen, Rendah dari Nasional

Reportase

Apresiasi Delapan Dekade Pengabdian Polri, Gubernur Jambi Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas

Ekobis

Jelang Bulan Puasa Harga Beras, Cabai dan Bawang Naik