Home / Reportase

Sabtu, 18 April 2026 - 23:54 WIB

Wali Kota Jambi Apresiasi Penangkapan Alung

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha | dok pribadi

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha | dok pribadi

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha | dok pribadi

 

JAMBIBRO.COM — Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi jajaran Polda Jambi, atas keberhasilan meringkus M Alung Ramadhan, tersangka kasus narkoba yang sempat kabur dari ruang penyidik Polda Jambi.

Alung masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah enam bulan melarikan diri dalam kasus peredaran 58 kilogram sabu.

Maulana menyampaikan rasa bangganya terhadap kinerja profesional aparat penegak hukum melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.

Ia menilai, tertangkapnya buronan yang dikenal licin tersebut menjadi kabar baik bagi terjaganya stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran Polda Jambi yang berhasil menangkap kembali DPO kasus narkoba 58 kg itu,” ujar Maulana.

Baca Juga  Jembatan Penghubung Lambur Luar - Kota Harapan Ambruk, Dillah - Muslimin Langsung Cek

Maulana menekankan, penangkapan bandar besar sabu ini bukti konkret kepolisian tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika.

Keberadaan aparat yang senantiasa siaga menjadi kunci utama dalam melindungi warga dari ancaman barang haram tersebut.

“Keberhasilan menangkap kembali tersangka bandar narkoba Alung ini menjadi bukti nyata aparat menjaga keamanan generasi kita,” tegas Maulana.

Sosok yang akrab disapa Dokter Maulana ini menyebut, narkoba dalam jumlah besar merupakan ancaman serius bagi masa depan pemuda Jambi.

Pemerintah Kota Jambi berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pihak kepolisian dalam memutus rantai peredaran gelap.

Pemerintah daerah menyadari upaya pemberantasan tidak akan optimal jika hanya mengandalkan kerja aparat penegak hukum sendirian.

Baca Juga  Gol Sandi Antarkan FC Koja ke Semifinal Gubernur Cup 2026

Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pencegahan dapat dilakukan secara masif mulai dari tingkat lingkungan terkecil.

“Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba, karena ini bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Maulana mengajak seluruh lapisan warga lebih peka dan berperan aktif dalam memantau peredaran narkoba di sekitar mereka. Keberhasilan Polda Jambi harus didukung dengan ketahanan sosial yang kuat di tingkat keluarga.

Ketahanan keluarga dianggap benteng pertahanan paling mendasar, agar para pemuda tidak terjerumus dalam lingkaran hitam penyalahgunaan narkotika.

Momentum penangkapan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk semakin waspada terhadap bahaya laten narkoba.

Baca Juga  Pelindo Jambi Bersama Insan Maritim Salurkan Bantuan Bencana Sumatra

“Mari kita jadikan momentum ini untuk semakin memperkuat barisan memerangi narkoba. Keamanan Kota Jambi dan keselamatan generasi muda adalah prioritas utama yang harus dijaga bersama,” ucap Maulana.

Langkah tegas yang dilakukan Polda Jambi diharap mampu memberi efek jera yang kuat bagi jaringan sindikat narkotika lainnya. Keberhasilan ini juga dapat menciptakan situasi kamtibmas yang jauh lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial di Jambi.

Kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna menelusuri jaringan luas yang berafiliasi dengan tersangka Alung.

Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi energi tambahan bagi Polri dalam menyelesaikan kasus besar ini hingga tuntas. | DIA

 

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Strategi WFH 2026: Antara Penyelamatan APBN dan Kinerja ASN

Reportase

Pansus PI 10 % Meradang, Desak Pemprov Tegur Direktur PT JII

Reportase

Kapolda Pantau Arus Lalu Lintas di Hari Natal, Ternyata Begini Kondisinya…

Reportase

Ustaz DR Hasbullah Puji Sikap Tegas Al Haris Atasi Kemacetan Angkutan Batu Bara

Reportase

Mursyid Sonsang Soroti Makna Strategis Majelis Bahagia Bersholawat

Nasional

Sambangi Menteri Perhubungan, BBS Beberkan Sejumlah Usulan

Reportase

Dijanjikan Gaji RM.1.500, Enam Warga Kerinci Gagal “Dijual” ke Malaysia

Reportase

KOMPEJ Kawal Kasus Ijazah “Duo Amrizal” Sampai ke Mabes Polri