Home / Reportase

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:26 WIB

Strategi WFH 2026: Antara Penyelamatan APBN dan Kinerja ASN

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM — Kebijakan pemerintah menerapkan work from home (WFH) satu hari per minggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca Idul Fitri 2026 mulai menuai sorotan dari kalangan pengamat ekonomi.

Langkah yang juga diimbau kepada sektor swasta ini dinilai strategi cepat untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah menargetkan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen, di tengah tekanan global yang masih membayangi sektor energi.

Evaluasi berkala dari Kementerian Keuangan diharapkan segera memberikan gambaran lebih konkret terkait dampak riil kebijakan tersebut terhadap fiskal negara.

Baca Juga  Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas Akan Dihadiri Habib Syaugi bin Haidar Al Habsyi, Momentum Pererat Ukhuwah Warga

Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menilai kebijakan tersebut secara konsep cukup rasional dalam merespons tekanan fiskal akibat fluktuasi harga energi global. Pengurangan mobilitas harian melalui WFH berpotensi langsung menekan konsumsi BBM, terutama di kota-kota besar dengan tingkat komuter tinggi.

“Kalau kita lihat hitungannya, potensi penghematan itu nyata. Dengan estimasi puluhan juta liter per bulan, ini bisa menjadi bantalan fiskal jangka pendek untuk mengurangi tekanan subsidi energi,” ujar Noviardi kepada JAMBIBRO.COM, Selasa 24 Maret 2026.

Noviardi merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut adanya penghematan signifikan dari sisi volume konsumsi, serta gagasan Presiden Prabowo Subianto yang memperkirakan penghematan BBM ASN mencapai 83,6 juta liter per bulan.

Baca Juga  Kerinci Rayakan Usia ke-67, BBS Serukan Sinergi Pembangunan

“Jika dikonversi secara kasar, angka ini setara dengan penghematan sekitar Rp830 miliar per bulan, belum termasuk efisiensi listrik perkantoran,” kata Noviardi.

Namun demikian, Noviardi mengingatkan, kebijakan ini tidak boleh dilihat semata dari sisi penghematan fiskal. Ia menilai ada potensi trade-off terhadap produktivitas birokrasi dan kualitas layanan publik jika implementasi WFH tidak disertai sistem kontrol kinerja yang ketat.

“Masalah kita bukan hanya hemat atau tidak, tapi bagaimana menjaga output kerja tetap optimal. Jangan sampai efisiensi energi justru dibayar dengan penurunan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Baca Juga  Dari Tugu Pers Jambi hingga ACJA Tiongkok, Jejak Emas Mursyid di Dunia Jurnalistik

Noviardi juga menyoroti perlunya standar operasional yang jelas dan terukur dalam pelaksanaan WFH, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring kinerja ASN. Tanpa itu, kebijakan berisiko menjadi sekadar formalitas tanpa dampak signifikan terhadap reformasi birokrasi.

Noviardi mendorong pemerintah agar menjadikan kebijakan ini sebagai pintu masuk transformasi struktural, bukan hanya langkah temporer pasca Lebaran. Pola kerja hybrid dapat menjadi solusi jangka panjang jika diintegrasikan dengan penguatan infrastruktur digital dan perubahan budaya kerja.

“Ini momentum untuk reformasi, bukan sekadar penghematan sesaat. Kalau dikelola serius, Indonesia bisa menekan subsidi energi sekaligus meningkatkan efisiensi birokrasi,” pungkasnya. | DIA

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Sadisss… Anggota DPRD Provinsi Jambi Dikeroyok Mertua dan Istri

Reportase

Satgas Pasti Blokir 507 Aktivitas dan Entitas Keuangan Ilegal, Waspada !!!

Politik

Bachyuni Makin Mantap Maju Pilkada Muarojambi, Finalnya Setelah Pulang Haji

Reportase

PEP Jambi Semakin Perkuat Pengamanan Jalur Pipa, Menjaga Pasokan Energi Nasional

Reportase

Gerak Cepat… Dillah Langsung Perintahkan Dinas PUPR Atas Pendangkalan Parit

Reportase

Tagih Janji Manis Wali Kota Jambi, Warga Aur Kenali Minta Ketegasan

Reportase

BBS Tegas Perintahkan Kadis PUPR Renovasi Kantor Camat Kumpeh

Reportase

Peristiwa 20 Tahun Silam Terjadi Lagi, Warga Lorong Banten Kuala Tungkal Trauma