Home / Reportase

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:28 WIB

Soto MBG Diinvestigasi, 104 Korban Dirawat

Salah seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi dirawat di rumah sakit setelah keracunan MBG | sn

Salah seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Muaro Jambi dirawat di rumah sakit setelah keracunan MBG | sn

JAMBIBRO.COM — Insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menimbulkan kehebohan besar. Korban tidak hanya pelajar TK dan SD, tapi juga guru, serta balita yang ikut mengonsumsi menu soto.

Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyebut jumlah korban terus bertambah. Korban keracunan MBG bertambah menjadi 102 orang, mulai dari siswa TK, SD, SMP dan guru.

Budhi menegaskan, Rumah Sakit Ahmad Ripin Sengeti mampu menampung seluruh korban dengan mengerahkan tenaga medis secara penuh. Pemerintah daerah mengarahkan semua tenaga medis untuk melayani para korban.

Akibat insiden ini, operasional SPPG Sengeti dihentikan sementara. Keputusan diambil setelah rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Baca Juga  Korban Tabrakan Kapal Ditemukan 11 Kilometer dari Lokasi Kejadian

“Sampel makanan yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan diteliti nanti di labor. Setelah itu nanti akan kami investigasi dimana kelalaiannya,” kata Budhi.

Terkait sanksi, Budhi menyebut hal itu merupakan kewenangan BGN RI. Sementara pihak SPPG Sengeti terkesan tertutup saat dikunjungi awak media.

Beberapa kendaraan terlihat di depan kantor SPPG, namun pihak keamanan menyatakan tidak ada yang berwenang memberi keterangan.

“Tadi dari polres sama dinkes sudah datang. Sampel sudah diambil,” ujar seorang security SPPG Sengeti.

Informasi yang dihimpun menyebut, SPPG Sengeti berada di bawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah. Lembaga ini melayani 28 sekolah dengan 3.400 porsi MBG di Kecamatan Sekernan dan Sengeti.

Baca Juga  Respon Keluhan Warga, Wali Kota Maulana Turun Cek IPA dan Intake PDAM

Data terakhir diperoleh, RSUD Ahmad Ripin mencatat 104 korban keracunan. Mereka terdiri dari pelajar TK, SD, SMP, SMA, guru, bahkan balita.

Penyebab keracunan diduga kuat berasal dari soto yang disajikan oleh SPPG Sengeti. Pemerintah Provinsi Jambi melalui Satgas Pangan segera menonaktifkan sementara operasional SPPG tersebut.

Kepala Regional BGN Jambi, Adityo, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan BPOM. Mereka masih nunggu hasil dari pengecekan laboratorium. Yang dicek dari sampel makanan dan air.

Adityo menegaskan, insiden ini merupakan kasus pertama dalam pelaksanaan MBG di Jambi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada murid, wali murid, dan pihak terdampak.

Baca Juga  Jenderal Maruli Simanjuntak Minta Prajurit dan ASN TNI AD Berpikir Tajam

“Untuk tindak lanjut dari BGN sendiri, SPPG Sengeti dihentikan sementara sembari hasil investigasi penyebab keracunan massal terungkap. Penyaluran terhadap 28 sekolah oleh SPPG Sengeti pun disetop sementara,” terangnya.

Meski semua SPPG disebut sudah memiliki sertifikasi laik higiene sanitasi, Adityo mengakui ada SOP yang tidak berjalan dengan baik.

“Ini ada pelaksanaan SOP yang kurang berjalan,” tegasnya.

Adityo menambahkan, pencegahan akan diperketat mulai dari penentuan menu, pemilihan bahan baku, hingga teknis penyajian.

“Kali ini fatal. Kalau saya pribadi, apapun yang terjadi, kalau memang sudah ada yang terdampak itu fatal, makanya saya sebagai kepala regional memohon maaf atas kejadian ini,” katanya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Mustaharuddin Reses di Tebo, Warga Minta Infrastruktur

Reportase

Kasus Amrizal di Mata “Duo Usman”

Reportase

Innova Ditimpa Pohon, Anggota Polres Tanjabtim Meninggal

Reportase

Peduli Palestina, Dari Konser Musik Hingga Cukur Rambut Bayar Suka-Suka

Reportase

Gubernur Jambi Cup 2024 Berakhir, Merangin Pertahankan Gelar

Reportase

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Babeko

Reportase

Razia Tempat Hiburan Malam, Polisi Amankan Wanita Cantik

Reportase

Awal Tahun Defisit APBN Meningkat, Pemerintah Sedang Dorong Konsumsi