Home / Reportase

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Krisis Air dan Angin Kencang Kendala Pemadaman Karhutla di Kumpeh

Kebakaran lahan di Desa Gedong Karya, Kumpeh, Muaro Jambi, Minggu | dki-pj

Kebakaran lahan di Desa Gedong Karya, Kumpeh, Muaro Jambi, Minggu | dki-pj

EMBUSAN angin kencang dan minimnya ketersediaan air menjadi penghalang utama upaya memadamkan kebakaran yang melanda perkebunan kelapa sawit warga, di Desa Gedong Karya, Kumpeh, Muaro Jambi.

Penanganan musibah kebakaran tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, kemarin.

Amukan si jago merah hingga Senin pagi masih mengancam area perkebunan warga di wilayah tersebut. Personel gabungan bersama warga setempat bahu-membahu menyiramkan air, demi menghentikan pergerakan api agar tidak kian meluas.

Betapa beratnya tantangan yang dihadapi para petugas di lapangan. Hambatan beruntun muncul mulai dari kelangkaan sumber air, gangguan saluran pipa akibat endapan lumpur, hingga sulitnya jalur darat menuju lokasi kebakaran.

Baca Juga  Pertarungan Head to Head Al Haris - Abdullah Sani vs Romi Hariyanto - Jend (Purn) Sudirman

“Kendalanya, tidak ada air atau air sangat sulit didapat. Kemudian, pipa yang digunakan untuk mengalirkan air bisa mati mendadak karena berlumpur,” kata Al Haris.

Kondisi penanganan kebakran di lokasi kian pelik, lantaran ketiadaan dukungan armada pemadam dari udara. Paparan asap tebal menghalangi helikopter water bombing menembus titik api, ditambah medan yang sukar dilalui petugas darat.

“Water bombing juga tidak bisa ke lokasi karena asap pekat. Sulitnya akses bagi petugas dan masyarakat menuju juga jadi hambatan,” tambah Al Haris.

Mengantisipasi penyebaran api ke area lebih luas, dua unit alat berat dikerahkan sejak beberapa hari terakhir untuk membuat sekat bakar. Kendati demikian, tiupan angin kencang di lokasi kerap menyulut kembali kobaran api, sehingga mengancam kawasan sekitarnya.

Baca Juga  Endres Chan Gaspol Amrizal

Pemerintah Provinsi Jambi bersama jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pihak swasta, dan masyarakat terus memperkuat pengerahan daya di lapangan. Minggu sore, penambahan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan para relawan mulai diberangkatkan ke titik api.

Sejumlah sarana penunjang, seperti pompa air, tong penampungan, dan peralatan pemadam lainnya, juga dipasok ke lokasi. Penguatan armada dan fasilitas itu diharap mampu mempercepat pemadaman, sekaligus mengamankan area perkebunan warga sekitar.

Baca Juga  BBS Raih Gelar Doktor Ilmu Pertanian

Di tengah perjuangan berat menaklukkan kobaran api, Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat memanjatkan doa bagi keselamatan tim penanggulangan karhutla. Ia berharap seluruh personel diberi ketabahan dan perlindungan hingga musibah ini teratasi.

“Kami mohon doa dari masyarakat, supaya petugas bersama masyarakat yang sedang berjuang di lokasi berhasil memadamkan api. Tidak kalah pentingnya, semoga hujan segera turun,” ucap Al Haris.

Peristiwa kebakaran di Kumpeh ini mempertegas betapa rumitnya proses penanggulangan karhutla di lapangan. Terjangan angin kencang, keterbatasan pasokan air, kepungan asap pekat, dan medan berat menuntut kerja keras personel. | ril

Share :

Baca Juga

Reportase

PHR Zona 1 Gandeng Ade Rai Bangun Budaya Hidup Sehat Pekerja

Reportase

“Pemkot Jambi Mendengar”, Langkah Nyata Atasi Banjir

Reportase

Bupati Muaro Jambi Imbau Pedagang Tidak Naikkan Harga Sepihak

Reportase

Pemkab Muaro Jambi Komitmen Terus Membangun Demi Kemajuan Daerah

Reportase

Kunjungan DPR RI di Jambi Bahas One Map Policy dan PI Migas  

Reportase

Gentala Arasi 2025 Lompatan Digital Jambi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Daerah

Abdullah Sani Buka Puasa Bersama Ratusan Masyarakat Serai Serumpun

Reportase

Demo di Jambi, Gedung DPRD Dirusak, Mobil Dibakar