Home / Rilis

Senin, 23 Februari 2026 - 15:28 WIB

Kemnaker Dorong Reskilling Tenaga Kerja Hadapi Robotik dan AI

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli | humas kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli | humas kemnaker

JAMBIBRO.COM — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak serikat pekerja dan serikat buruh memperkuat kolaborasi menghadapi disrupsi teknologi kecerdasan buatan dan robotik. Ajakan itu disampaikan melalui program upskilling dan reskilling tenaga kerja.

“Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Semangat kami di Kemnaker menyongsongnya dengan prinsip inklusivitas, no one left behind. Tidak boleh perubahan atau disrupsi apapun di industri membuat pekerja tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan. Itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Baca Juga  Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas Jadi Transformatif

Yassierli menegaskan, semangat no one left behind bukan sekadar slogan. Prinsip tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata bersama serikat pekerja dan serikat buruh. Karena itu Kemnaker telah melaksanakan sejumlah program pelatihan.

“Tahun lalu kami melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di 63 titik lebih, melibatkan perwakilan serikat pekerja/serikat buruh. Program ini akan terus kami laksanakan,” ucapnya.

Baca Juga  Menaker Minta BPJS Ketenagakerjaan Terapkan Beyond Care Insurance

Yassierli berharap serikat pekerja aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia. Balai tersebut menjadi pusat solusi peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Menurut Yassierli, tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling. Kebutuhan industri terus berkembang dan menuntut kompetensi baru yang relevan.

Baca Juga  Menaker Minta BPJS Ketenagakerjaan Terapkan Beyond Care Insurance

Menaker juga menyinggung pentingnya pengembangan green jobs. Transformasi ekonomi hijau menuntut tenaga kerja dengan karakter dan keterampilan baru.

Ia menekankan bahwa langkah konkret dan terukur harus segera dilakukan. Dengan begitu, tenaga kerja Indonesia siap menghadapi perubahan industri global. | PR

Share :

Baca Juga

Rilis

OJK Sebut Kinerja Perbankan Tetap Solid Hingga Akhir 2025

Rilis

Delapan Capaian Kinerja Positif Hulu Migas Pertengahan 2025

Rilis

Menteri PKP Dukung Jambi Jadi Percontohan Penataan Kawasan Kumuh

Rilis

OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan

Rilis

OJK Terbitkan POJK 26/2024, Aturan Perluasan Kegiatan Usaha

Rilis

Resiliensi Perbankan Kuat Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Rilis

Penjualan Mobil Suzuki Hybrid Tembus 51 Persen

Rilis

barenbliss Hadirkan Pesona Mewah pada Bibir dengan Koleksi Aura Mood