JAMBIBRO.COM — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Jambi resmi menetapkan Sudirman sebagai Komisaris Utama untuk masa bakti 2026-2030. Agenda krusial yang berlangsung di Gedung Mahligai 9 ini menjadi babak baru dalam jajaran pengawasan bank pembangunan daerah tersebut.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengukuhkan langsung penetapan Sudirman di hadapan jajaran bupati, wali kota, serta perwakilan Dewan Direksi dan Bank BJB. Kehadiran para pemegang saham ini menegaskan legitimasi peralihan kepemimpinan di tingkat dewan komisaris.
Al Haris menjelaskan, pergantian ini dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Komisaris Utama sebelumnya yang dijabat oleh Emilia. Selain posisi ketua, tiga jabatan komisaris lainnya juga telah habis masa baktinya dan sedang dalam proses penyegaran.
“Termasuk tiga jabatan komisaris lain juga habis masa jabatannya, sehingga diperlukan mencari komisaris yang baru. Untuk tiga komisaris yang habis masa jabatan masih dalam tahap seleksi,” ujar Al Haris, Senin (20/4/2026).
Hal senada disampaikan Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi. Ia membenarkan perombakan ini merupakan kebutuhan organisasi, karena habisnya masa tugas pejabat lama. Proses seleksi untuk tiga kursi komisaris yang kosong saat ini masih berjalan secara intensif.
“Komisaris kita yang lain juga sudah habis masa jabatannya, dan sekarang masih dalam proses seleksi,” jelas Khairul terkait kelengkapan struktur pengawasan bank.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Bank Jambi membawa kabar gembira, terkait peningkatan fasilitas layanan bagi nasabah di seluruh wilayah Jambi. Bank Indonesia resmi memberikan izin aktivasi sembilan unit mesin ATM yang tersebar di kantor pemerintahan kabupaten dan kota.
Layanan ini sebelumnya sempat tertunda karena proses perizinan, namun kini masyarakat sudah bisa melakukan transaksi di lokasi-lokasi strategis tersebut. Pihak Bank Jambi juga sedang mempercepat reaktivasi layanan CRM untuk transaksi setor tarik tunai dengan penambahan waktu operasional.
Sektor perbankan digital turut menjadi fokus pengembangan dengan rencana peningkatan infrastruktur mobile banking dari versi 12 menuju versi 24. Pihak manajemen Bank Jambi menargetkan pembaruan sistem yang lebih mutakhir dapat dinikmati nasabah pada bulan Juli atau Agustus mendatang.
“Sebelumnya ada ATM di lokasi tersebut, selama ini kan belum dapat izin dan sekarang bisa diaktifkan, ditambah lagi reaktifasi CRM atau setor tarik sudah terdapat penambahan waktu layanan. Untuk lain-lain, seperti moblie banking, masih menyiapkan infrastruktur. Kami diminta mengganti infrastruktur baru, untuk upgrade dari versi 12 ke 24, mudah-mudahan bulan Juli atau Agustus sudah bisa digunakan,” papar Khairul mendetail.
Sudirman yang terpilih sebagai Komisaris Utama Bank Jambi menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan para pemegang saham. Ia berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan secara ketat, demi menjaga kesehatan finansial bank kebanggaan masyarakat Jambi tersebut.
Sinergi antara dewan komisaris dan direksi akan menjadi kunci utama dalam mendorong inovasi dan performa Bank Jambi ke depan. Pengawasan yang transparan diharapkan mampu membawa bank ini bersaing lebih kompetitif di industri keuangan nasional.
“Saya akan menjalankan tugas sebaik mungkin, bersinergi dengan Dewan Direksi, dan tetap melakukan pengawasan. Tugas komisaris adalah melakukan pengawasan, sehingga Bank Jambi lebih baik lagi dan menjadi bank kebanggan masyarakat Jambi,” tandas Sudirman.
Penunjukan ini diharapkan mampu memberikan stabilitas dan perspektif baru dalam kebijakan strategis Bank Jambi selama empat tahun ke depan. Para nasabah kini menanti implementasi berbagai peningkatan layanan teknologi yang telah dijanjikan oleh pihak manajemen. | DIA




















