Home / Reportase

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:52 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Bungo, Satu Anak Tewas dan Balita Kondisi Kritis

Tanah longsor terjadi di Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, memakan korban jiwa, Rabu | sar

Tanah longsor terjadi di Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, memakan korban jiwa, Rabu | sar

JAMBIBRO.COM — Bencana tanah longsor melanda kawasan Tanah Tumbuh, Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Rabu 13 Mei 2026.

Musibah yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi ini mengakibatkan satu keluarga tertimbun material tanah dan membutuhkan penanganan darurat.

Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu siang, membuat kondisi struktur tanah menjadi tidak stabil hingga akhirnya longsor terjadi.

Informasi mengenai bencana ini pertama kali diterima Pos SAR Bungo dari Kabag Ops Polres Bungo, Ajun Komisaris BM Pasaribu pada pukul 13.35 WIB. Tim SAR Gabungan melakukan aksi cepat dengan memberangkatkan satu unit Search and Rescue Unit (SRU) menuju lokasi kejadian.

Petugas menempuh jarak sekitar 30,7 kilometer menggunakan kendaraan operasional dan tiba di titik bencana pada pukul 14.55 WIB.

Baca Juga  Gubernur Jambi Ajak Mahasiswa Unja Terlibat Aktif Cegah Karhutla di Lahan Gambut

Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta masyarakat untuk memetakan titik evakuasi. Sebanyak 10 personel Pos SAR Bungo dikerahkan dengan dukungan penuh dari puluhan petugas instansi terkait lainnya.

Kekuatan evakuasi diperkuat oleh 20 personel gabungan TNI dan Polres Bungo yang terjun langsung ke lapangan. Selain itu, terdapat 11 personel dari BPBD dan Damkar serta bantuan dari Satpol PP, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu melakukan penggalian.

Setelah berjibaku dengan material longsor, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga orang korban yang merupakan satu keluarga. Korban pertama, Suryani berusia 40 tahun berhasil dievakuasi petugas dalam kondisi selamat.

Baca Juga  Narkoba Seharga Rp.8,7 Miliar Dimusnahkan, Selamatkan 33.555 Jiwa

Namun, duka menyelimuti proses evakuasi saat petugas menemukan Arya yang masih berusia 11 tahun dalam keadaan meninggal dunia. Jasad bocah langsung diserahkan ke pihak keluarga setelah melalui proses penanganan oleh petugas medis.

Sementara itu, korban lainnya, Revita berusia 4 tahun, ditemukan dalam kondisi kritis oleh tim penyelamat. Balita malang tersebut segera dilarikan menuju rumah sakit terdekat menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Dalam operasi ini, tim mengerahkan berbagai alat utama, seperti Rescue Car, Rescue D-Max, dan Rescue Truck, untuk mempercepat proses penanganan.

Petugas juga menggunakan peralatan Jungle SAR dan perangkat medis lengkap, guna menunjang keberhasilan evakuasi di medan yang berat.

Baca Juga  Wawako Diza Tinjau dan Beri Motivasi Para Pencari Kerja

Teknologi canggih berupa Drone Thermal turut diterbangkan untuk memantau pergerakan tanah dari udara secara real-time.

Penggunaan drone ini bertujuan memastikan tidak ada titik korban lain yang tertinggal serta memetakan risiko bencana susulan di sekitar area.

Tim SAR Gabungan mengimbau warga yang bermukim di area rawan untuk meningkatkan kewaspadaan jika curah hujan kembali meningkat.

Langkah antisipasi sangat diperlukan guna menghindari jatuhnya korban tambahan akibat potensi pergeseran tanah yang masih mungkin terjadi.

Seluruh personel gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi guna memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. | DIA

 

Share :

Baca Juga

Reportase

PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran

Reportase

Tolak Stockpile Batu Bara, Warga Surati Gubernur dan Bupati Tapi Tak Ada Jawaban

Reportase

Pergi Berkebun, Hendri Tak Pulang-pulang

Reportase

Banjir Makin Membesar, Ribuan Rumah di Pelayangan Terancam

Reportase

Ciptakan Pemilu Aman, Bawaslu Jambi Apresiasi Kepolisian Selama 2024

Reportase

BBS dan Junaidi Mahir Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan HUT 80 Kemerdekaan Republik Indonesia

Reportase

Event Maut IOF Expo Lalu Lintas Bhayangkara, Belasan Penonton Tertabrak

Reportase

LSM P Nekad Desak Polda Jambi Segera Tuntaskan Kasus Amrizal