Home / Politik / Reportase

Sabtu, 13 April 2024 - 23:15 WIB

Budi Setiawan Tetap Low Profile Walau Kerap Dikecilkan dan Diremehkan

Kandidat calon Wali Kota Jambi, Budi Setiawan, di tengah warga Kota Jambi | dokpri

JAMBIBRO.COM – “Sayo nih sudah biaso dikecilkan. Tapi biarlah,” ujarnya dalam beberapa kali kesempatan.  Pernyataan itu acap keluar tatkala ia menceritakan perjalanan hidupnya.

Delapan atau tujuh tahun lalu, siapa yang mengenal sosoknya. Kecuali mungkin hanya kalangan tertentu.

Tapi kini, namanya meramaikan bursa bakal calon Wali Kota Jambi. Dialah DR Budi Setiawan SP MM. Sosok sederhana yang namanya sudah dikenal dan diingat banyak orang.

Dikecilkan. Diremehkan. Hal itu tak membuat Budi Setiawan yang berlatar belakang pengusaha surut. Alih-alih ofensif, ia tetap kalem dan bergeming. Anak pensiunan TNI itu menapaki peta hidup yang ia rencanakan.

Kita lihat capaiannya di organisasi dan politik adalah negasi atas “cemeeh” dan yang memandangnya sebelah mata.

Baca Juga  Hati-Hati Pilih Wakil, Budi Setiawan Utamakan Kemajuan Kota Jambi

“Menjadi Ketua Golkar adalah pengalaman berharga bagi saya,” kata Budi.

Jejak Budi Setiawan di Partai Golkar bermula saat ia menjadi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Kota Jambi pada 2017.

Saat itu Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi adalah Nuzul Prakasa (alm), anak almarhum Zoerman Manap. Zoerman beberapa periode menjadi Ketua Golkar Provinsi Jambi.

Budi tak terhenti di situ. Saat suksesi Partai Golkar Kota Jambi pada 2021, ia ambil bagian.

Jalannya tak lempang hingga akhirnya majelis “beringin rindang” mengesahkan Budi Setiawan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi, dari 2021 hingga kini.

Jauh sebelum itu, manuver Budi sukses mengantarnya sebagai Ketua Umum HIPMI Kota Jambi 2013-2016.

Baca Juga  KONI Pusat Apresiasi Prestasi Atlet Jambi Terus Meningkat dari PON ke PON

Tak henti di sana, ia kemudian menjadi Ketua KONI Kota Jambi 2017-2021. Tak lama setelahnya, ia naik level menjadi Ketua KONI Provinsi Jambi sampai sekarang. Budi bertransformasi dan mulai diperhitungkan.

Banyak kisah orang yang dipandang sebelah mata kemudian melesat sukses. Ingat bagaimana Ferruccio Lamborghini dihina oleh Enzo Ferrari?

Hinaan yang kemudian menjadi bahan bakar, sekaligus katalisator. Akhirnya kita tahu, Ferruccio melahirkan Lamborghini sebagai pesaing Ferrari.

Tentu Budi Setiawan bukanlah  Ferruccio. Budi tetaplah Budi. Sosok pengusaha alat kesehatan yang bertangan dingin.

Saat musim pileg yang belum lama berlalu, ia tak sesumbar untuk maju sebagai calon Wali Kota Jambi. Ia lebih memilih bekerja dalam diam untuk mensukseskan Partai Golkar.

Baca Juga  Jika Golkar Tak Usung Budi Setiawan, Cuma Dapat Gentong Kosong

Maka turunlah ia ke bawah. Menemui masyarakat dari pintu  ke pintu. Klandestin. Jauh dari sorot media. Ia mengajak khalayak memilih Partai Golkar pada Pemilu 14 Februari lalu.

Tangan dingin Budi berkelindan dengan figur-figur caleg Partai Golkar. Teng! Akhirnya kita tahu seperti apa hasilnya. Banyak yang terperangah.

Partai Golkar unggul dalam perolehan suara DPRD Kota Jambi. Dari 4 kursi pada Pileg 2019, di 2024 ini beringin kian mengakar dengan 8 kursi.

Budi Setiawan tetaplah Budi Setiawan yang low profile. Ia tak jemawa dengan capaiannya itu. Perolehan suara tersebut cukuplah untuk menghentikan suara sumbang yang diarahkan kepadanya.

Kini saatnya Budi Setiawan kembali naik kelas. Ia mantap meramaikan bursa bakal calon Wali Kota Jambi. Kota Jambi BerBUDI. | DIA

Share :

Baca Juga

Politik

Sebentar Lagi Anggota DPRD Provinsi Jambi 2019 – 2024 Akhiri Tugas, Marwah Dewan Terjaga

Reportase

Polda Jambi Tangkap Ketua DPC Grib Labuhan Batu

Reportase

53 Jemaah Masjid Al Ikhlas Perumahan Aurduri Qurban 7 Sapi 4 Kambing, Dagingnya Dibagikan kepada 481 KK

Politik

Ketua DPRD Provinsi Jambi Ikut Rapat Bersama Presiden Prabowo

Reportase

Gelar Musda II, JMSI Jambi Dukung Ekosistem Pers Berintegritas

Reportase

Kedapatan “Kencing” di Kembangsari Baru, Dua Sopir Truk Tangki dan Pemilik Gudang BBM Ilegal Diciduk

Reportase

Silaturahmi dengan Kapolda Jambi, Ini Komitmen LKBN Antara

Politik

Maulana – Diza 1, Abdul Rahman – Guntur 2