Home / Politik / Reportase

Selasa, 27 Agustus 2024 - 14:34 WIB

Mati-Matian Menjegal Romi Sang Petarung…

JAMBIBRO.COM – Pemilihan Gubernur Jambi 2024 terasa berbeda dari sejumlah pilgub sebelumnya. Pilgub Jambi kali ini lebih panas dan menegangkan. 

Pasalnya, pergerakan Al Haris sebagai petahana disebut sebagai kerja keras sebelum perang. Muncul dugaan Al Haris gentar berhadapan melawan penantangnya, Romi Hariyanto. 

Romi memang satu-satunya calon penantang Al Haris di Pilgub Jambi 2024. Sejak 2022 Romi sudah mendeklarasikan diri akan menantang Al Haris. 

Sejumlah survei menggambarkan bahwa pergerakan Romi cukup efektif. Elektabilitasnya terus meningkat pesat. Dia memepet incumbent.

Survei terbaru di rentang Juli akhir sampai awal Agustus, elektabilitas Romi dikabarkan sudah jauh meninggalkan jauh Al Haris – Abdullah Sani. 

Muncul dugaan Al Haris kemudian mengupayakan skema kotak kosong. Ia dan Abdullah Sani bertarung tanpa lawan di 27 November 2024.

Upaya itu terlihat cukup jitu. Ia memborong hampir semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Provinsi Jambi. PAN, PKB, PKS, Demokrat, PDIP, Gerindra dan Golkar. Hanya menyisakan Nasdem. Nasdem kabarnya sudah berkomitmen mengusung Romi. 

Baca Juga  Syukur Makin Kuat, Nalim Harus Kerja Keras, Nilwan Yahya Ukur Bayang-bayang

Sekilas, upaya skema kotak kosong itu berhasil. Namun tiba-tiba muncul keputusan Mahkamah Konstitusi yang membuka ruang bagi Romi tetap melaju dengan dukungan Nasdem, ditambah sejumlah parpol non kursi DPRD. 

Romi awalnya akan berpasangan dengan Saniatul Lativa, politisi Senayan dari Golkar. 

Tepat sehari sebelum pembukaan pendaftaran KPUD, Senin 26 Agustus 2024, sekitar tengah hari, secara mengejutkan Saniatul mundur dari bursa pencalonan.

Saniatul meninggalkan Romi yang sudah bersiap mendaftar ke KPUD. Seketika publik Jambi heboh dengan keputusan Saniatul itu. Romi dipastikan kandas. 

Namun apa lacur, alih-alih tumbang. Romi malah santai menanggapi mundurnya Saniatul. Ia merekam sendiri video pernyataannya. Ia sebar ke tim dan pendukungnya. 

Dalam video berdurasi singkat itu Romi terlihat tegar. Suaranya masih mantap seperti biasanya. Ia tegaskan sangat maklum dengan pengunduran diri Saniatul. Ia tegaskan pula ia tetap mendaftar ke KPUD bersama calon wakil yang baru. 

Baca Juga  Dilla Hich - Muslimin Tanja Dapat Dukungan PSI, Kaesang Titip Perhatian untuk Anak-anak Muda

Sebuah sumber dari orang dekat Romi menyebut, pagi sebelum mundur, Saniatul dan Sukandar suaminya mendatangi Romi. Mereka berpamitan dan menjelaskan rinci alasan Saniatul tak sanggup meneruskan langkah politik untuk berlaga di Pilgub Jambi. 

“Ibu Saniatul sampai menangis, beliau menjelaskan ke Bang Romi bahwa tekanan sangat kuat. Ada kaitan dengan posisi Sukandar sebagai caleg Golkar terpilih, Agus Rubiyanto sebagai calon Bupati Tebo dan Khalis Mustiko sebagai calon Ketua DPRD Tebo,” ucap sumber yang mewanti namanya tak dikutip. Ia tak merinci detail perihal tekanan itu. 

Sumber ini juga memastikan proses administrasi pendaftaran Romi bersama calon wakil barunya terus berproses. Rencananya Romi mendaftar pada Kamis 29 Agustus 2024. 

Pengamat politik Universitas Nurdin Hamzah, Dedi Saputra menyebut, mundurnya Saniatul Lativa patut diduga sebagai upaya akhir menjegal Romi maju di Pilgub Jambi. Dia menduga gagalnya upaya memborong parpol menjadi pemicu operasi khusus menggarap Saniatul Lativa. 

Baca Juga  Mengerti Kondisi dan Perjalanan Tanjabtim, Dilla Hich Siapkan Konsep Kolaborasi, Pemimpin Terdahulu Dilibatkan

“Faktanya kan begitu. Parpol tak bisa diborong karena mereka konsisten mendukung Romi, terutama Nasdem. Maka skema paling ideal kemudian adalah membajak calon wakilnya. Kita lihat kan persis sehari sebelum buka pendaftaran,” ujar Dedi. 

Logikanya, kata Dedi, memang berat menemukan calon wakil baru. Belum lagi soal administrasi yang harus dilengkapi. 

Jika saja akhirnya Romi mendaftarkan diri bersama calon wakilnya ke KPUD, Dedi yakin pasangan ini kebanjiran insentif elektoral. Pasalnya, situasi genting yang dihadapi Romi hari-hari ini cukup viral dan menghenyak publik Jambi. 

“Dinamika kemarin itu membawa gelombang simpati kepada Romi. Ia dianggap terzolimi oleh petahana yang hendak menghadangnya maju di Pilgub Jambi,” ucap Dedi.

“Andai Romi benar bisa mendaftar, simpati yang sebelumnya diwarnai pesimisme, akan berubah menjadi gelombang dukungan yang luar biasa,” tambah Dedi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Jun Mahir Ingatkan OPD Soal Aturan Baru Perjalanan Dinas

Reportase

Ikut Gagalkan Penyelundupan 3 Kilo Sabu, Aruslin Bonar Nahor Dapat Penghargaan

Politik

PKS Nilai Penambahan Anggaran Stadion Swarnabhumi dan Islamic Center Harus Dipertimbangkan Lagi

Politik

Pemerintah Harus Kaji Persoalan Banjir Cari Solusi Jangka Panjang

Reportase

Wakapolda dan Direktur Reskrimsus Polda Jambi Dimutasi

Politik

Komisi I DPRD Provinsi Jambi Stuba ke Sumsel

Reportase

Polda Jambi Kerja Sama Basmi Perdagangan Orang

Reportase

Wali Kota Jambi Ikut Lepas Mudik Gratis 2025, Ini Pesannya…