Home / Reportase

Sabtu, 7 November 2026 - 21:11 WIB

Wushu Jambi Pasang Target Tinggi di PON 2028

Tim Monitoring Pelatda Berjalan KONI Provinsi Jambi mendatangi Gedung Sasana Wushu Budiman, Kota Jambi, Jumat sore | humas koni

Tim Monitoring Pelatda Berjalan KONI Provinsi Jambi mendatangi Gedung Sasana Wushu Budiman, Kota Jambi, Jumat sore | humas koni

CABANG olahraga Wushu menjadi salah satu tumpuan utama Jambi untuk meraih prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Proses pembinaan atlet terus dipantau oleh KONI Provinsi Jambi melalui program Pelatda Berjalan.

Keseriusan terlihat saat Tim Monitoring Pelatda Berjalan KONI Provinsi Jambi mendatangi Gedung Sasana Wushu Budiman, Jumat sore. Tim melihat langsung perkembangan latihan atlet yang dipersiapkan menghadapi agenda nasional beberapa tahun mendatang.

Rombongan monitoring dipimpin Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Provinsi Jambi, Irmawati. Turut hadir Wakil Kepala Bidang Pusat Data dan Informasi, sekaligus Humas KONI Jambi, Ali Fikri, bersama tim peliputan, Muhammad Fayzal.

Di lokasi latihan, tim menyaksikan tujuh atlet Wushu nomor Taolu yang saat ini tergabung dalam Pelatda Berjalan. Para atlet menjalani latihan dengan intensitas tinggi, di bawah arahan pelatih nasional, Celin.

Aktivitas latihan berlangsung serius sejak awal hingga akhir sesi. Setiap atlet menjalankan program yang telah disusun, untuk meningkatkan kemampuan teknik dan kesiapan menghadapi berbagai kejuaraan.

Baca Juga  Atlet Asal Jambi Sabet Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026

“Tim memonitor atlet cabor Wushu (Taolu) yang di Pelatdakan yang berjumlah tujuh orang. Mereka dipersiapkan juga untuk BK PON, dan kebetulan pada Desember nanti mereka mengadakan kejurnas,” kata Irmawati.

Menurut Irmawati, Wushu bukan cabang olahraga yang diposisikan sebagai pelengkap peta pembinaan olahraga Jambi. Cabang ini justru masuk kelompok olahraga yang diharapkan mampu memberi kontribusi prestasi pada level nasional.

Perhatian terhadap Wushu diberikan secara khusus, karena cabang ini memiliki peluang besar bersaing di tingkat nasional. Persiapan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari langkah panjang menuju Babak Kualifikasi PON dan PON 2028.

“Wushu cabor super prioritas yang dipersiapkan untuk BK PON dan PON 2028,” tegas Irma.

Dari hasil pemantauan lapangan, Irmawati melihat para atlet menunjukkan komitmen tinggi terhadap program latihan. Disiplin mereka menjadi salah satu modal penting menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Baca Juga  Polisi Mendadak ke Masjid dan Ingat Film Mendadak Dangdut

Latihan tidak hanya dilakukan saat jadwal resmi Pelatda berlangsung. Para atlet juga tetap berlatih di luar program yang telah ditetapkan, demi meningkatkan kemampuan dan menjaga performa.

Keberadaan pelatih yang berpengalaman turut memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan atlet. Selain memiliki kompetensi sebagai pelatih, sosok yang memahami aspek penilaian pertandingan akan lebih mudah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan atlet.

“Jadi, memang seorang pelatih itu, kalau dia menguasai kepelatihan, berarti dia mampu menilai, bukan saja memberi materi kepada atlet, tapi mengetahui kelebihan dan kekurangannya,” ujar Irma.

Selain menilai perkembangan atlet, tim monitoring juga melihat kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di Sasana Wushu Budiman. Secara umum, fasilitas yang ada mendukung proses pembinaan atlet.

Meski demikian, masih diperlukan dukungan tambahan, agar atlet dapat tampil lebih maksimal saat bersaing di tingkat nasional. Dukungan itu terutama berkaitan dengan kebutuhan perlengkapan dan peralatan latihan.

Baca Juga  PUI Dorong Pembentukan Aliansi Strategis untuk Kemerdekaan Palestina

“Sarananya cukup bagus, namun mungkin kami dari KONI dan pemerintah daerah perlu mensupport perlengkapan atau alat-alat yang dibutuhkan, agar atlet maksimal bertanding di tingkat nasional,” ucapnya.

Harapan besar juga dibebankan kepada cabang olahraga ini. Prestasi yang pernah diraih pada ajang PON Bela Diri menjadi pijakan untuk menetapkan target lebih tinggi pada kejuaraan mendatang.

Pada ajang tersebut, Wushu Jambi berhasil menyumbangkan satu medali emas. Capaian itu diharap dapat ditingkatkan melalui pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Irmawati optimistis peluang itu terbuka, apabila program latihan berjalan sesuai rencana. Dengan dukungan yang memadai serta kerja keras atlet dan pelatih, Wushu Jambi diyakini mampu memberi hasil lebih baik pada masa mendatang.

“Kami berharap, bila pada PON Bela Diri yang lalu mereka dapat satu emas, mudah-mudahan nanti Wushu mampu menyumbang empat atau dua emas,” pungkas Irmawati. | dod

Share :

Baca Juga

Reportase

KPU Provinsi Jambi Luncurkan Coktas Serentak

Reportase

Tahura Terbakar, Satgas Karhutla Kerahkan Waterbombing dan Alat Berat

Reportase

UIN STS Jambi Menangkan Sengketa Tanah Kampus I Telanaipura

Nasional

Kaltim Tuan Rumah Rakernas 3 JMSI, Peserta Akan Kunjungi IKN

Reportase

Forkopimda Kota Jambi Sepakat Dukung Proyek Pengendalian Banjir

Reportase

Pemkab Muaro Jambi Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kumpeh Ulu

Reportase

Nomor Ijazahnya Dicatut, Endres Chan “Tantang” Amrizal

Reportase

Tanamkan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, BI dan Pemkot Jambi Implementasi Modul Praktik untuk Sekolah Dasar