Home / Reportase

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:06 WIB

Ancaman Cabut Izin PKS Efektif Pulihkan Harga TBS

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi, menilai mulai pulihnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah Provinsi Jambi merupakan bukti nyata bahwa ketegasan pemerintah dalam menertibkan pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli buah petani di bawah harga ketetapan telah memberikan dampak positif bagi petani.

Menurut Noviardi, langkah pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang mengancam mencabut izin PKS nakal telah mengubah perilaku pasar dan memperbaiki posisi tawar petani yang selama ini sering dirugikan.

“Perbaikan harga yang mulai dirasakan petani menunjukkan bahwa negara memiliki peran penting dalam menjaga keadilan pasar. Ketika pemerintah bertindak tegas terhadap PKS yang tidak mematuhi aturan, harga di tingkat petani langsung bergerak membaik,” ujar Noviardi, Kamis.

Baca Juga  Buku Literasi Anak Karya Dr. Nadiyah Maulana Resmi Diluncurkan

Ia mencontohkan, di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, harga sawit yang sempat terjun hingga sekitar Rp1.800 per kilogram kini berangsur naik ke kisaran Rp2.000 hingga Rp2.400 per kilogram.
Sementara di Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, harga TBS yang diterima pabrik meningkat sekitar Rp190 per kilogram menjadi Rp3.080 per kilogram.

Menurut Noviardi, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ancaman pencabutan izin terhadap PKS yang membeli TBS di bawah standar bukan sekadar peringatan administratif, melainkan instrumen kebijakan yang efektif untuk melindungi kepentingan petani.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi 139 PKS di Indonesia yang membeli TBS di bawah standar harga, dengan 123 di antaranya terbukti melakukan praktik tersebut. Namun hingga kini baru 16 PKS yang melakukan penyesuaian harga setelah mendapat peringatan keras dari pemerintah.

Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Bertemu Raja Thailand King Rama 10

“Artinya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Pengawasan harus diperkuat agar seluruh PKS mematuhi ketentuan harga dan petani memperoleh haknya secara adil,” katanya.

Meski harga sawit di Jambi mulai membaik, Noviardi menilai posisi Jambi masih tertinggal dibanding sejumlah daerah lain. Sumatera Barat misalnya mencatat harga TBS mencapai Rp4.005 per kilogram pada periode IV Mei 2026, sementara Sumatera Utara mencapai Rp3.902 per kilogram dan Sumatera Selatan Rp3.886 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata niaga sawit, efisiensi rantai distribusi, dan tingkat persaingan antar pabrik di Jambi.

Baca Juga  Maulana Harap Olahraga Yoga Bersinergi dengan Kampung Bahagia

“Jika harga di daerah lain bisa mendekati Rp4.000 per kilogram, maka ada faktor-faktor lokal yang perlu dibenahi. Jangan sampai petani Jambi terus menerima harga yang lebih rendah dibanding daerah lain dengan kondisi komoditas yang sama,” tegasnya.

Noviardi menambahkan, sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Jambi. Karena itu, setiap kenaikan atau penurunan harga sawit akan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, aktivitas perdagangan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketika harga sawit membaik, uang beredar di desa meningkat, konsumsi masyarakat naik, dan roda ekonomi bergerak lebih cepat. Karena itu menjaga harga sawit tetap wajar bukan hanya soal melindungi petani, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Wakili Mendagri, Gubernur Jambi Lantik Sri Purwaningsih sebagai Penjabat Wali Kota Jambi

Reportase

Silaturahmi dengan Kapolda Jambi, Ini Komitmen LKBN Antara

Politik

Isu Golkar Merapat ke Maulana Dimainkan, Pengamat Dori Effendi Tak Yakin Golkar Mau Jadi Pengekor

Reportase

13 Atlet Panahan Jambi Ikuti Kejurnas Junior di Kepri

Politik

Budi Setiawan Daftar ke PPP, Ibnu Sina Berikan Sebuah Permen, Pertanda Apa ?…

Reportase

Bupati Muaro Jambi Tinjau Lokasi Kebakaran di Desa Rengas Bandung

Reportase

Warga Aur Kenali Tolak Stockpile Batu Bara, Emak-emak Ikut Bergerak

Reportase

Pemerintah Kota Jambi Pasang CCTV di Setiap RT