Home / Reportase

Senin, 6 April 2026 - 23:43 WIB

Indonesia Masih Kokoh di Tengah Gejolak Global

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM — Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Ekspor tercatat sebesar US$22,17 miliar, naik tipis 1,01 persen dibanding tahun lalu, sementara impor mencapai US$20,89 miliar dengan kenaikan lebih tinggi 10,85 persen.

Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan tetap surplus senilai US$1,27 miliar. Menurut pengamat ekonomi Jambi, Noviardi Ferzi, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa struktur ekspor Indonesia masih cukup kuat dengan dukungan sektor industri pengolahan dan komoditas unggulan.

Ia menekankan, ekspor nonmigas yang mencapai US$21,09 miliar menunjukkan hilirisasi industri mulai berdampak nyata. Komoditas bernilai tambah tinggi seperti nikel, besi baja, dan produk turunan sawit menjadi motor utama dalam menjaga kinerja perdagangan nasional.

“Indonesia masih mampu menjaga surplus perdagangan karena ekspor industri pengolahan tetap dominan. Kenaikan ekspor CPO sebesar 26,4 persen dan lonjakan ekspor nikel hingga 74,84 persen menunjukkan bahwa permintaan global terhadap produk hilirisasi Indonesia masih sangat kuat,” ujar Noviardi Ferzi, Senin 6 April 2026.

Baca Juga  Bupati Muarojambi Hadiri Munas VI APKASI di Sulawesi Utara

Ia menjelaskan, industri pengolahan kini menjadi tulang punggung ekspor nasional. Dari total ekspor Februari, sebagian besar berasal dari sektor nonmigas, sementara ekspor migas justru turun 9,75 persen menjadi US$1,08 miliar.

Di sisi lain, impor yang tumbuh lebih tinggi tidak sepenuhnya dianggap negatif. Noviardi menilai peningkatan impor barang modal sebesar 34,44 persen dan bahan baku sebesar 9,27 persen mencerminkan aktivitas industri domestik yang mulai bergairah.

“Kalau impor didominasi mesin, peralatan, dan bahan baku industri, itu berarti dunia usaha sedang melakukan ekspansi. Yang harus dijaga adalah agar impor konsumsi tidak melonjak terlalu besar karena bisa mengganggu keseimbangan perdagangan,” katanya.

Baca Juga  Gudang Kayu Terbakar Akibat Petasan, Satu Mobil Jadi Korban

Secara kumulatif Januari-Februari 2026, ekspor Indonesia mencapai US$44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara impor mencapai US$42,09 miliar atau tumbuh 14,44 persen, sehingga menghasilkan surplus kumulatif sebesar US$2,23 miliar.

Surplus tersebut ditopang sektor nonmigas dengan nilai US$5,42 miliar, sedangkan sektor migas masih mencatat defisit US$3,19 miliar. Noviardi menilai ketergantungan terhadap komoditas mentah tetap menjadi tantangan jangka panjang yang harus segera diatasi.

Ia menekankan, meski ekspor saat ini terbantu oleh tingginya permintaan terhadap CPO, nikel, batubara, dan besi baja, Indonesia perlu mempercepat diversifikasi produk ekspor. Hal ini penting agar tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.

Baca Juga  Ribuan Personel Dikerahkan Amankan Idul Fitri 1446 Hijriah

Noviardi juga menyoroti pentingnya menjaga pasar utama seperti China, Amerika Serikat, dan India. Ketiga negara tersebut selama Januari-Februari 2026 menjadi kontributor terbesar ekspor nonmigas Indonesia.

“China masih menjadi pasar utama untuk besi baja dan nikel, sementara Amerika Serikat mulai tumbuh pesat terutama untuk produk manufaktur seperti elektronik, alas kaki, dan tekstil. Ini harus dimanfaatkan dengan memperluas penetrasi pasar dan memperkuat daya saing industri nasional,” ujarnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa surplus perdagangan Indonesia masih dapat bertahan sepanjang 2026. Meski besarannya berpotensi menurun akibat tekanan impor, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi global, fondasi sektor industri pengolahan dinilai cukup kuat untuk menjaga stabilitas eksternal. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Dukung Pengendalian Inflasi Kota Jambi, Seluruh Kecamatan Gelar Pasar Murah Bersubsidi

Reportase

Api Lahap Rumah di Tambak Sari, Pemuda 24 Tahun Tewas

Politik

Partai Golkar Tak Ada Alasan Tidak Usung Budi Setiawan di Pilwako Jambi

Reportase

Endres Chan Gaspol Amrizal

Politik

Laza Kalah, Sulpani Dipecat

Reportase

Polda Jambi Ditunggu, Endres Chan Lapor Polda Sumbar

Reportase

KONI Pusat Apresiasi Prestasi Atlet Jambi Terus Meningkat dari PON ke PON

Reportase

Angkutan Batu Bara Dihentikan Sementara Saat Pembukaan STQH Nasional