Home / Opini

Sabtu, 28 Februari 2026 - 01:46 WIB

Dillah Berpeluang Miliki Legacy: Bu Bupati Air Bersih di Tanjabtim…?

Mursyid Sonsang

Mursyid Sonsang

Oleh : Mursyid Sonsang | Alumni Lemhannas PPSA 18

DARI 19 program yang telah dilaksanakan Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari dan Wakil Bupati Muslimin Tanja, satu tahun menjabat, ada satu program yang harus dikritisi dan diapresiasi, yaitu Program Bening Desaku.

Dari data tersaji, program penyediaan air bersih bagi warga Tanjabtim sudah mampu menyangkau 143.759 penduduk terlayani akses air minum. Tahun 2025 dibangun 71 unit sumur bor, uprating instalasi pengolahan air, penambahan sumur dalam terlindungi atau Bronsaptering sejumlah 206 unit SPAM ditambah 786 SR sumber DAK Penugasan.

Baca Juga  Buku Literasi Anak Karya Dr. Nadiyah Maulana Resmi Diluncurkan

Sesuai data resmi terbaru dirilis oleh BPS pada 28 Februari 2025 melalui publikasi “Tanjung Jabung Timur Dalam Angka 2025”, jumlah penduduk sekitar 243.796 – 243.800 jiwa.

Artinya, sekitar 100 ribu warga Tanjabtim belum terlayani air bersih. Angka ini bisa tuntas sebelum lima tahun Dillah menjadi Bupati di daerah yang sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih yang sehat untuk diminum, mandi dan mencuci.

Saya masih ingat, waktu Tanjabtim menjadi tuan rumah Harganas XV 2008, dipadukan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) V 2008. Acara puncaknya tanggal 30 Juni 2008 dihadiri langsung Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Baca Juga  Bupati Romi Vicon dengan Kapolda Jambi Bahas Pengamanan Jelang Idul Fitri

Para tamu dari seluruh Indonesia mengeluh, di penginapan air berwarna hitam dan berbau. Akibatnya hanya beberapa tamu tingkat bupati, gubernur yang menginap di Muara Sabak. Selebihnya terbang ambur balik ke Jambi, bahkan pulang kampung.

Saya ikut membantu mencari tiket balik dadakan beberapa pejabat itu. Salah satunya Bupati Lebak. Untung hubungan dengan kawan penerbangan waktu itu masih kuat. Tiket bisa didapat. Lantaran, saya sebagai koresponden RCTI berlangganan mengirim kaset dengan maskapai penerbangan yang ada waktu itu.

Baca Juga  Kasus Ijazah Amrizal Tak Tuntas, Hamka: Ada Permainan ?

Seorang pemimpin, baik di ormas, organisasi profesi dan lainnya, apalagi di pemerintahan, harus ada legacy. Pembangunan yang dikenang masyarakat baik lingkup regional maupun nasional.

Beberapa Bupati terdahulu berupaya mengentaskan ketersediaan air bersih ini. Tapi gagal. Seperti Zumi Zola. Proyeknya mangkrak tidak berfungsi hingga saat ini.

Dillah berpeluang meraih legacy mengentaskan air bersih ini di Tanjung Jabung Timur. Syaratnya fokus, libatkan kemajuan teknologi. Dan tidak memberikan pekerjaan ini kepada kontraktor yang tidak berpengalaman di bidang ini. ***

Share :

Baca Juga

Opini

Provinsi Jambi dan Bio Carbon Fund

Opini

Ijazah Palsu dan Muka Tembok

Opini

Membangun Empati dan Kepedulian di Era Digital

Opini

Merajut Langkah Benahi Danau Sipin sebagai Destinasi Wisata Perkotaan

Opini

Belajar Ngopi (2) : Ota Lapau & Hajat Hidup Rakyat

Opini

Mitos Politik dan Realitas Historis Kesultanan Jambi

Opini

The Power of Wakaf

Opini

Mengawal Dolar bagi Dunia Usaha