Home / Reportase

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:00 WIB

Junaidi Mahir Tegaskan Tata Kelola Bersih, Tolak Jual Beli Jabatan

Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H Mahir, Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko, di Gedung Pertemuan BPKAD Muaro Jambi, Selasa, 13 Januari 2025 | dki-mj

Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H Mahir, Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko, di Gedung Pertemuan BPKAD Muaro Jambi, Selasa, 13 Januari 2025 | dki-mj

JAMBIBRO.COM — Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H Mahir, menegaskan pentingnya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Penegasan itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko, di Gedung Pertemuan BPKAD Muaro Jambi, Selasa, 13 Januari 2025.

Junaidi menekankan, kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk memperkuat sistem pengendalian intern dan penerapan manajemen risiko.

“Kegiatan ini bagian penting dari upaya kita bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui sistem pengendalian intern pemerintah yang baik dan penerapan manajemen risiko,” katanya.

Baca Juga  Sekda Muarojambi Tinjau Pleno Penghitungan Suara Pemilu 2024 di Sungaigelam dan Kumpehulu

Menurut Junaidi, hal ini juga untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi yang tertuang pada Panca Cita Misi ke-4, yaitu maju tata kelola pemerintahan dengan tujuan peningkatan indeks reformasi birokrasi.

Junaidi menambahkan, tantangan tata kelola pemerintahan saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan kerja yang tidak hanya keras, tapi juga akuntabel dan transparan.

Baca Juga  Muaro Jambi Hadapi Ancaman Ekonomi Biaya Tinggi

“Penerapan SPIP dan manajemen risiko bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan mendasar untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan tepat sasaran,” tegasnya.

Junaidi menggambarkan, SPIP sebagai benteng dalam tata kelola pemerintahan. Di dalamnya terdapat manajemen risiko yang membantu memetakan hambatan sebelum masalah terjadi.

“Ibarat mengarungi Sungai Batanghari, kita harus tahu di mana arus yang deras dan di mana pasang yang tenang agar perahu pemerintahan kita sampai ke tujuan dengan selamat,” ujarnya.

Baca Juga  BBS Tegaskan Pentingnya Menjaga Nilai Pancasila

Junaidi juga memberi instruksi khusus kepada jajaran pemerintah daerah, terutama kepala OPD sebagai risk owner atau pemilik risiko. Jangan melimpahkan tanggung jawab SPIP sepenuhnya kepada staf teknis.

“Pahami risikonya, kendalikan prosesnya. Pastikan sasaran strategis di masing-masing OPD selaras dengan RPJMD. Jangan ada program yang tidak memiliki indikator keberhasilan yang jelas,” pesannya. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Lembaga Adat Melayu Jambi Beri Gelar Adat kepada 13 Tokoh

Politik

“Duo Setiawan” Maju di Pilwako Jambi 2024? Gassss Broooo….

Reportase

Klasemen Sementara PON XXI, Jambi Masuk 15 Besar

Reportase

Wawako Diza Tutup Senandung Cinta Ramadan dengan Santunan Yatim Piatu

Reportase

Gubernur Jambi Tegaskan Infrastruktur Perumahan BTN dan Sekolah Rakyat Harus Saling Dukung

Reportase

Respons Cepat Bank Jambi Bukti Komitmen Perlindungan Nasabah

Ekobis

Bank Jambi HUT ke-61, Abdullah Sani Minta Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Reportase

Sembunyikan Sabu dalam Dus Berisi Madu, Dua Kurir Ditangkap