Home / Reportase

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:17 WIB

Jual ‘Sapi Online’ Lewat WhatsApp ala Disbunak Tanjabtim

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM — Menjelang momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) melakukan terobosan digital, guna memangkas rantai pemasaran hewan ternak.

Melalui inovasi bertajuk “Sapi Online TJT”, para peternak kini bisa memasarkan hewan kurban mereka hanya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan klasik para peternak lokal yang selama ini kesulitan mencari akses pasar.

Jarak tempuh menuju pasar ternak yang jauh seringkali membuat peternak berada dalam posisi tawar yang lemah dan bergantung pada tengkulak.

Baca Juga  Migas dan Mimpi Anak Daerah: Kisah di Balik Field Trip FJM Jambi 2025

Memangkas Jarak, Memperkuat Harga

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjabtim, Sapura, menjelaskan bahwa grup ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi langsung antara produsen (peternak) dan konsumen (pembeli).

“Dengan adanya grup ini, posisi tawar peternak menjadi lebih baik karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan calon pembeli tanpa perantara yang merugikan,” ujar Sapura saat dikonfirmasi media.

Di dalam grup tersebut, peternak cukup mengunggah foto atau video hewan ternaknya, lengkap dengan spesifikasi teknis seperti: estimasi berat badan ternak, usia hewan, dan harga yang ditawarkan.

Baca Juga  Juwanda Jabat Ketua PB IKA PMII 2025-2030

Keanggotaan Terus Berkembang

Saat ini, keanggotaan grup terdiri dari jajaran kepala desa serta ketua kelompok peternak di seluruh wilayah Tanjung Jabung Timur. Disbunak berkomitmen terus mengembangkan kepesertaan hingga menjangkau seluruh warga peternak secara individu.

Mengenai mekanisme transaksi, Sapura menegaskan, pemerintah daerah hanya bertindak sebagai fasilitator.

“Tugas kami murni memfasilitasi tanpa ada biaya admin atau potongan apa pun. Transaksi selanjutnya silakan dilakukan langsung antara peternak dan pembeli. Kami tidak mengintervensi proses jual-beli tersebut,” katanya.

Baca Juga  Semarak Idul Fitri, Wali Kota Maulana Lepas Pawai Mobil Hias Takbiran Keliling

Jaminan Kesehatan Hewan

Meski transaksi dilakukan secara daring, faktor kualitas tetap menjadi prioritas utama. Disbunak memastikan setiap hewan ternak yang dipasarkan melalui grup ini telah melalui tahap pemeriksaan kesehatan yang ketat.

Pemeriksaan dilakukan oleh mantri hewan yang tersebar di seluruh kecamatan di Tanjabtim, untuk menjamin hewan tersebut layak konsumsi dan memenuhi syarat syariat untuk kurban.

“Kami ingin peternak kita lebih profesional dengan posisi tawar yang kuat, sekaligus memberikan ketenangan bagi pembeli melalui jaminan ternak yang sehat dan layak,” ujar Sapura. | DIA

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Polda Jambi Tangkap Ketua DPC Grib Labuhan Batu

Reportase

Polda Jambi Siap Amankan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Reportase

Wali Kota Maulana Pantau Langsung, 450 Jalan Lingkungan Masuk Agenda Perbaikan

Reportase

Polisi Jangan Bikin Pelanggaran Kalau Mau Dihargai Pimpinan

Reportase

Strategi WFH 2026: Antara Penyelamatan APBN dan Kinerja ASN

Reportase

Kapal Tenggelam, 3 ABK Selamat

Reportase

Tiga Atlet Wushu Jambi Berlatih ke China, Target Dulang Emas PON XXI

Daerah

Salat Id Perdana, Bupati Dillah Titip Pesan Penting…