Home / Reportase

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:25 WIB

Heboh Isu Mahar Kepsek, Petarungan Timses ?

Ilustrasi by Gemini

Ilustrasi by Gemini

JAMBIBRO.COM — Isu dugaan mahar pengangkatan kepala sekolah (kepsek) di Kota Jambi kembali memanas, setelah Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi disebut melempar bola persoalan itu kepada Mardansyah, sebagaimana diberitakan salah satu media.

Namun, pengamat kebijakan publik dan manajemen pemerintahan, Dr. Noviardi Ferzi, menilai kegaduhan ini justru lebih banyak dipicu oleh persaingan antar-kubu tim sukses. Mereka tengah menjagokan calon masing-masing, bukan karena adanya praktik mahar yang benar-benar terjadi.

Menurut Noviardi, isu semacam ini kerap muncul, ketika terdapat proses mutasi atau penempatan jabatan strategis, termasuk kepala sekolah. Setiap ada momentum seperti ini, selalu ada pihak yang mencoba menggiring opini, seolah-olah ada transaksi jabatan.

Baca Juga  Menakar Idarah, Imarah, dan Ri'ayah di Masjid Al Ikhlas Aur Kenali

“Padahal, hingga kini tidak ada satu pun bukti konkret. Kalau benar ada mahar, berani tidak mereka sebutkan nama lengkapnya? Jangan hanya melempar isu,” tegas Noviardi.

Noviardi menambahkan, polarisasi antar-kubu inilah yang justru memperkeruh suasana. Masing-masing memiliki kepentingan untuk meloloskan kandidat mereka, lalu menjadikan isu mahar sebagai alat tekanan.

Baca Juga  Udara Masih Sangat Tidak Sehat, Wali Kota Jambi Instruksikan Perpanjangan Belajar Daring

“Faktanya, tidak ada. Yang ada adalah perang narasi untuk menjatuhkan lawan. Publik harus cerdas melihat dinamika ini,” ujarnya.

Noviardi minta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak disertai bukti. Apalagi, isu mahar sering dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin menggiring opini, demi mengamankan posisi atau pengaruhnya.

“Jika memang ada penyimpangan, sampaikan dengan data, laporkan resmi. Jangan hanya berkelahi di ruang publik tanpa dasar,” tambahnya.

Baca Juga  Pemerintah Kota Jambi Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-625 dan HUT ke-80

Noviardi juga menilai pejabat dinas maupun figur seperti Mardansyah tidak semestinya diseret dalam pusaran perdebatan yang belum jelas faktanya. Fokus utama, seharusnya menjaga integritas proses penempatan kepsek, serta memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.

“Isu seperti ini hanya menguras energi publik. Yang lebih penting adalah memastikan mekanisme pengangkatan berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan. Itu yang harus dikawal,” ungkap Noviardi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Cek Endra Sendirian di Bursa Ketua Golkar Jambi

Reportase

Pemkab Muaro Jambi Komitmen Sukseskan Pembangunan Tol Jambi – Rengat Fase I

Reportase

Sapu Sarang Narkoba, 213 Orang Terciduk, 2,69 Kilo Sabu Disita

Reportase

Cabor Petanque Bidik Dua Emas di PON XXI/2024 Aceh – Sumut

Reportase

19 Personel Polda Jambi Terima Pin Emas dari Kementerian Agraria

Reportase

Ketua DPRD Provinsi Jambi Yakin Para Santri Siap Kerja

Reportase

Peristiwa 20 Tahun Silam Terjadi Lagi, Warga Lorong Banten Kuala Tungkal Trauma

Reportase

Tegas-tegas Saja… OJK Cabut Izin Usaha PT Sarana Papua Ventura