Home / Nasional

Kamis, 11 Juli 2024 - 00:42 WIB

Wina Armada Sukardi Pecahkan Rekor MURI

Wina Armada Sukardi saat menerima anugerah MURI dari Jaya Suprana | jmsi

JAMBIBRO.COM – Dua buku kumpulan puisi karya sastrawan Wina Armada Sukardi, mendapat anugerah Museum Rekor Dunia dan Indonesia (MURI), di Jakarta.

Kedua buku itu masing-masing “Memetik Bulan” (tahun 2023) dan “Pacul Berdarah Puisi Serba Benda” (terbitan 2024).

Penyerahan Anugerah MURI dilakukan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, bersama Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono.

Wina menerima anugerah MURI untuk kategori “Perintis buku puisi untuk Anak-anak dan buku puisi kebendaan”.

Selain Wina Armada Sukardi, ada juga tujuh penerima MURI lain untuk berbagai kategori. Salah satunya penyanyi asal Surabaya, Erwina.

Baca Juga  Wina Armada Wafat, Insan Pers Indonesia Berduka 

Erwina menerima anugerah MURI untuk kategori “penyanyi Indonesia yang menguasai sebelas bahasa asing”.

Ada pula penerima untuk kategori pengabdian untuk kemanusiaan, serta perempuan pertama yang menerima gelar doktor bidang teologi Katolik.

MURI didirikan 27 Januari 1990. Rekor pertamanya dikeluarkan 14 Juli 1990 untuk Pejalan Kaki Termuda, Vinas V Lindri Saputri umur 6 tahun.

Vinas menempuh jarak 55 km Semarang – Jakarta selama 26 hari. Sampai saat ini MURI telah memberikan 11.700 rekor.

Wina Armada menerangkan, buku puisi untuk anak-anak terbit didorong kenyataan tidak ada buku puisi untuk anak-anak.

Baca Juga  Senandung Jolo Kesenian Tradisional Kabupaten Muarojambi Pecahkan Rekor Dunia

“Kalau buku puisi tentang anak-anak mungkin sudah ada beberapa,” katanya.

Menurut Wina, anak zaman kiwari sudah amat berbeda dengan anak dahulu, baik dilihat dari cara berpikirnya maupun keragaman sosial budayanya.

”Jika mereka tidak dibiasakan mengenal rasa seni, bisa jadi kelak besar mereka juga tidak mengenal nilai-nilai baik atau buruk,” tegasnya.

Sebelumnya Wina telah menghasilkan beberapa buku puisi, baik karya tunggal maupun bersama. Selain itu Wina juga merupakan penerima lifetime achievement sebagai penulis fiksi dari organisasi penulis Satupena.

Dia meraih dua kali Piala Mitra sebagai kritikus terbaik. Saat ini menjadi pemimpin redaksi di Podcast Sembilan.

Baca Juga  Surat Terbuka untuk Pelatih Baru Kesebelasan Indonesia Patrick Kluivert

Wina menuturkan, penerimaan anugerah MURI baginya seperti dejavu, atau mengulang suatu peristiwa kembali.

Hal ini lantaran ayah Wina, Gandhi Sukardi, juga penerima anugerah MURI dua kali sebagai penulis surat pembaca tiga tahun berturut-turut tanpa henti di Surat Kabar Harian Jakarta Post.

“MURI menyadarkan kita the limit is sky, alias batas kemampuan kita adalah ketidakterbatasan itu sendiri,” kata Wina.

Acara anugerah MURI diakhiri dengan penampilan Erwina yang membawakan lagu Mandarin Klasik dan lagu Indonesia asal Jawa Timur, Rek Ayo Rek. | REL

Share :

Baca Juga

Nasional

Ikal-Lemhannas Provinsi Jambi, dari Mursyid Sonsang ke Usman Ermulan

Nasional

Risiko Korupsi Jadi Tantangan Penegakan Integritas OJK dan SJK

Nasional

PHR Zona 1 Tanam 21.156 Pohon, Komitmen Hijau untuk Masa Depan Indonesia

Nasional

SICANTIKS Perluas Edukasi Keuangan Syariah

Nasional

Profesor Usman Komentari Wacana Presiden Prabowo Ampuni Para Koruptor

Nasional

OJK Dukung Upaya KPK Tegakkan Supremasi Hukum

Nasional

PHR Zona 1 Dapat Penghargaan PROPER, Dua Field Terima Kategori Emas

Nasional

JMSI Lampung Sayangkan Pernyataan Ketua Dewan Pers