Home / Reportase

Senin, 5 Januari 2026 - 20:08 WIB

Wali Kota Jambi Janji Evaluasi Gaji Petugas Kebersihan

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, bersama para petugas kebersihan seusai aksi damai di kawasan Tugu Keris, Senin | foto:gjj

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, bersama para petugas kebersihan seusai aksi damai di kawasan Tugu Keris, Senin | foto:gjj

JAMBIBRO.COM — Ratusan petugas kebersihan di Kota Jambi yang akrab disebut Pasukan Oranye menggelar aksi demonstrasi, di kawasan Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, Senin, 5 Januari 2026.

Aksi dipicu oleh keluhan para petugas kebersihan soal upah yang dianggap belum layak, sementara beban kerja mereka semakin berat dalam menangani persoalan sampah di Kota Jambi.

Dalam orasinya, para pekerja mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyesuaikan penghasilan mereka hingga setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Mereka menilai upah yang diterima saat ini jauh tertinggal dibanding pekerja kasar sektor lain.

“Kami menuntut kenaikan gaji, kalau bisa setara UMP. Tukang bangunan saja gajinya sehari Rp150 ribu, kenek paling tidak Rp100 ribu. Sementara kami masih di bawah itu,” ujar seorang petugas kebersihan di sela-sela aksi.

Baca Juga  Al Haris: Tidak Bisa Lagi Sembunyi di Balik Kebohongan

Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, hadir langsung menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi mereka. Ia menyambut baik tuntutan tersebut dan menegaskan bahwa itu sejalan dengan rencana strategis Pemkot Jambi dalam merombak sistem pengelolaan sampah.

Maulana menjelaskan, Pemkot Jambi sedang menyiapkan efisiensi besar-besaran dengan mengganti armada angkutan sampah konvensional yang sudah tua menjadi kendaraan listrik berbasis GPS.

“Tuntutannya baik dan memang sesuai dengan rencana kami. Kami akan mengalihkan operasional ke kendaraan listrik. Dengan sistem ini, biaya untuk BBM dan pemeliharaan atau maintenance bisa dipangkas habis,” terang Maulana.

Baca Juga  Asian Agri Beri Penghargaan Desa Bebas Api 2024—2025 dan Teken MoU DBA Periode 2025—2026 di Jambi

Dana yang selama ini terserap untuk bahan bakar dan perawatan kendaraan tua dialihkan guna meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan. Pemkot Jambi juga menyiapkan anggaran untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh petugas lapangan.

Dalam pertemuan tersebut Maulana juga menyoroti persoalan rendahnya disiplin masyarakat membuang sampah. Kondisi ini membuat kerja petugas kebersihan menjadi kurang efektif.

“Kami mendengar keluhan petugas, lahan yang baru saja mereka bersihkan seringkali kembali menumpuk sampah dalam waktu singkat. Disiplin masyarakat kita masih rendah,” katanya.

Terkait kenaikan upah, Maulana memastikan Pemkot Jambi segera menghitung ulang dan menyesuaikan anggaran. Ada rencana menggunakan pos anggaran lain, termasuk dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memenuhi kesejahteraan petugas kebersihan.

Baca Juga  BBS Bertemu Langsung Menteri PUPR, Minta Perbaikan Jalan Muarojambi Diperhatikan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengungkapkan data jumlah dan besaran upah sekitar 1.100 petugas kebersihan. Saat ini sopir menerima Rp85.750 per hari, kru angkutan Rp65.750 per hari, dan petugas penyapu Rp65.250 per hari.

Aksi yang berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan itu berakhir tertib. Para petugas kebersihan berharap janji Wali Kota Maulana menghitung ulang skema upah mereka benar-benar terealisasi, demi keberlangsungan hidup keluarga. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Ungguli Sutrisno dan Haryadi, Helmi Pimpin Unja Sampai 2028

Reportase

Satukan Kepedulian untuk Korban Bencana Aceh

Reportase

APPSI Rencanakan Pertukaran Pejabat Antar Provinsi

Reportase

Tangani Banjir Mandiangin, Al Haris Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Reportase

OJK Gandeng Polda Jambi Sosialisasi Perlindungan Konsumen dan Masyarakat

Reportase

Tiga Hari Tenggelam Adam Akhirnya Ditemukan

Reportase

Innova Ditimpa Pohon, Anggota Polres Tanjabtim Meninggal

Politik

Maulana Siap Bekerjasama dengan NasDem