Home / Reportase

Senin, 17 Maret 2025 - 21:45 WIB

Tokoh Pers Pertanyakan Kriteria Kerja Sama Publikasi di Dinas Kominfo Provinsi Jambi

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah | dok

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah | dok

JAMBIBRO.COM — Tokoh pers, Mursyid Sonsang, akhirnya menanggapi gaduhnya kebijakan yang diambil Dinas Kominfo Provinsi Jambi, terkait kerja sama media massa di instansi itu.

Statement mantan Ketua PWI Provinsi Jambi dua periode itu disampaikannya, menyikapi kegelisahan yang dirasakan sejumlah insan pers dan para pengusaha media massa di Provinsi Jambi.

Pendiri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sepak terjangnya dikenal hingga ke tingkat nasional itu menilai, ada kebijakan yang cukup diskriminatif terhadap para pegiat media massa di Jambi.

“Banyak media mempertanyakan tentang pilih kasihnya kominfo, dalam menentukan diterimanya sebuah media yang bisa kerja sama dengan Dinas Kominfo Provinsi Jambi,” ucap Ketua Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Jambi, Senin, 17 Maret 2025.

Baca Juga  Wakil Gubernur Jambi Puji Peran Madrasah Nurul Hidayah Mencerdaskan Bangsa

Hal tersebut diperkuat dengan tersingkirnya media-media yang memenuhi syarat lengkap, berdasarkan undang-undang yang berlaku serta aturan yang ditetapkan Dewan Pers.

Sementara itu, di sisi lain terdapat indikasi ada kebijakan yang dinilai maladministrasi, dengan masuknya sejumlah media yang diketahui tidak memenuhi syarat.

“Berapa jumlah media yang mengajukan kerjasama ? Berapa yang diterima ? Apa kriterianya ?,” tanya wartawan senior yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik tersebut.

Baca Juga  Jangan Main-main! Pemkot Jambi Siapkan Sanksi bagi Agen LPG Nakal

Mursyid menilai, anggaran publikasi Dinas Kominfo Provinsi Jambi yang bersumber dari pajak rakyat tersebut harus dikelola secara adil, transparan, profesional, dan penuh tanggung jawab.

“Uang di kominfo berasal dari pajak rakyat Provinsi Jambi. Semua media berhak menerima. Asal sesuai ketentuan Undang-Undang Pers, aturan Dewan Pers atau aturan terkait,” pungkasnya.

Tokoh yang memiliki relasi dan berteman baik dengan para tokoh nasional itu menyayangkan kebijakan yang diambil Dinas Kominfo Provinsi Jambi ini.

Dia khawatir akan melemahkan pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, sudah menyampaikan kegelisahan para pengelola media tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman.

Baca Juga  Blokade Jalan Dibuka, Al Haris Janji Bertemu Warga

Ariansyah akan menjelaskan masalah ini pada Senin 17 Maret 2025. Sebelum memberi keterangan resmi dia akan menggelar rapat dahulu dengan staf-stafnya yang menangani masalah kontrak kerja sama tersebut.

“Paling lambat Senin ditanggapi setelah rapat dengan staf Bidang IPS,” kata Ariansyah melalui pesan WhatsApp, Minggu, 16 Maret 2025.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, yang dikonfirmasi terkait kegaduhan di kalangan pengelola media, mengaku segera menindaklanjuti masalah ini.

“Saya teruskan ke kadis kominfo untuk ditindaklanjuti dan melakukan klarifikasi,” jawab Sudirman lewat WhatsApp. | DOD

 

Share :

Baca Juga

Politik

KPU Provinsi Jambi Bangun Kebersamaan, Kolaborasi dan Sinergitas Bersama Media Massa

Reportase

Gentala Arasi Festival 2026 Mengakselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital

Reportase

Jangan Dak Cayo, Ratusan ASN Eksodus di Era Zumi Zola

Reportase

Mobil Rescue Dinsos Terbalik Saat Bawa Bantuan Banjir, Begini Ceritanya…

Ragam

BNN Gelar Tes Urine di Kantor Gubernur Jambi, Al Haris Ikut Diperiksa

Reportase

Awal Tahun Defisit APBN Meningkat, Pemerintah Sedang Dorong Konsumsi

Reportase

Polda Jambi dan SKK Migas Sumbagsel Bahas Kerja Sama

Nasional

Romi Hariyanto dan Qian Mingyang Sepakat Dorong BUMD Kelola Gas 5 MMBTU