Home / Reportase

Senin, 22 Januari 2024 - 14:35 WIB

Sopir Angkutan Batu Bara Tidak Puas, Kerusuhan Meletus

Aksi unjuk rasa sopir batu bara berujung rusuh. Kantor Gubernur Jambi dilempari batu, Senin siang, 22 Januari 2024 | dia

JAMBIBRO.COM – Aksi sopir angkutan batu bara di Kantor Gubernur Jambi, Senin siang, 22 Januari 2024, berakhir rusuh.

Massa yang emosi melempari kaca Kantor Gubernur hingga pecah-pecah. Beberapa mobil plat merah yang parkir di depan kantor gubernur juga jadi sasaran kemarahan.

Aksi anarkis para sopir ini meledak, setelah adanya rapat terbatas antara Gubernur Jambi Al Haris, forkopimda, dan perwakilan sopir batu bara.

Massa tidak puas dengan hasil rapat itu. Gubernur Jambi, Al Haris, tetap bersikukuh tidak mengizinkan angkutan batu bara melintas di jalan nasional.

Baca Juga  10 Saksi Insiden Tongkang Tabrak Tiang Jembatan Muara Tembesi Diperiksa

“Hasil rapat itu tak sesuai permintaan kami. Kami minta diizinkan lagi memakai jalan nasional. Jika tidak boleh, tutup juga angkutan jalur air, biar adil, pihak perusahaan juga merasakan,” ungkap Ketua Komunitas Sopir Batu Bara (KS Bara) Jambi, Tursiman.

Selain melempari kantor gubernur, massa juga merusak taman yang ada di depan Kantor Gubernur Jambi. Tindakan anarkis tak bisa dihindarkan.

Situasi yang tidak terkendali membuat aparat keamanan mengambil tindakan. Aparat kepolisian melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Sebelumnya, para sopir batu bara yang kecewa pada hasil rapat itu juga menutup akses jalan di Simpang Bank Indonesia, Telanaipura, Kota Jambi.

Baca Juga  Bahren Nurdin Nilai Langkah Al Haris Sudah Tepat dan Perlu Didukung

Aksi para sopir truk pengangkut batu bara ini membuat jalan di Simpang Bank Indonesia macet. Arus lalu lintas menjadi semrawut.

Para petugas kepolisian juga kewalahan mengatur lalu lintas, apalagi terjadi tepat pada jam padat lalu lintas.

Herman, seorang pengguna jalan yang terjebak macet, mengeluh. Menurutnya aksi itu sangat merugikan masyarakat banyak.

“Kami sangat terganggu, bukan cuma sopir batu bara yang butuh makan, kami juga butuh. Jangan sesuka hati menutup jalan,” keluh Herman.

Hasil rapat terbatas, sopir batu bara masih tidak diperbolehkan mengangkut batu bara melalui jalan nasional. Angkutan batu bara dialihkan dari tambang menuju pelabuhan di Desa Jebak, Kabupaten Batanghari.

Baca Juga  Angkutan Batu Bara Lewat Sungai Batanghari Dihentikan

Tursiman menyatakan, hasil rapat juga menyepakati perusahaan memberi upah angkut jauh di bawah upah sebelumnya.

Perusahaan mengupah sopir batu bara Rp.20.000 per/ton dengan jarak 17 kilometer dari tambang Kotoboyo menuju pelabuhan Jebak

“Upahnya tidak sesuai. Rasionalnya saja upah per 1 ton Rp.60.000, sekarang Rp.20 ribu,” kata tursiman.

Tursiman yang ditemui INFOJAMBI seusai salat zuhur menyebut, para sopir hanya minta truk yang beroperasi hanya 500 unit, bukan seluruhnya.

“Kami cuma minta itu,” katanya. | DIA

Editor : Doddi Irawan

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Respon Keluhan Warga, Wali Kota Maulana Turun Cek IPA dan Intake PDAM

Reportase

Elpisina Sosialisasikan Penghapusan Piutang Macet UMKM di Jambi

Politik

Breaking News… PPP Pilih Budi Setiawan di Pilwako Jambi

Reportase

Usman Ermulan Desak Pemerintah Cepat Atasi Kemacetan di Jembatan Batanghari 1

Reportase

Diskominfo Kota Jambi Tegaskan Aturan Spesifikasi untuk Integrasi JCOC

Reportase

Disparitas Tajam Stunting, Tantangan Besar di Balik Capaian Nasional

Reportase

Pemkab Muaro Jambi Komitmen Sukseskan Pembangunan Tol Jambi – Rengat Fase I

Reportase

Muslimin Tanja Tegaskan Komitmen Jaga Ideologi Bangsa