Home / Reportase

Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:26 WIB

Satu Keluarga Hidup di Gubuk Reot, BBS Bergerak Cepat…

Nurhayati di gubuk reotnya | ist

Nurhayati di gubuk reotnya | ist

JAMBIBRO.COM — Di sudut Desa Mudung Darat, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, berdiri sebuah rumah mungil berukuran 2×3 meter.

Rumah itu bukan sekadar bangunan, tapi saksi bisu keteguhan hati sepasang suami istri paruh baya yang bertahan dalam keterbatasan.

Jasmadi (60) dan istrinya Nurhayati (50) sudah bertahun-tahun tinggal di rumah papan tua itu. Dindingnya lapuk, tiangnya keropos, atap sengnya bolong-bolong.

Spanduk bekas menjadi penutup lubang-lubang di dinding. Ketika hujan turun, air masuk tanpa permisi, membasahi lantai dan hati mereka.

“Rumah ini sudah sekitar delapan tahun. Mau direnovasi, tapi uangnya tak ada. Jadi ya seadanya saja,” kata Jasmadi, Kamis, 2 Oktober 2025.

Setiap hari, Jasmadi bekerja serabutan. Kalau ada yang menyuruh, ia dapat upah Rp50 ribu. Uang itu langsung dibelikan beras. Tak ada tabungan, tak ada rencana besar. Hanya hidup hari ini, dan berharap esok lebih baik.

Baca Juga  Silaturahmi Lewat Domino Jurnalis dan FK-IJK Jambi Adu Strategi

Saat wartawan datang, pasangan ini sedang menyapu halaman. Bukan karena tamu datang, tapi karena menjaga kebersihan satu-satunya hal yang bisa mereka kontrol. Rumah boleh reyot, tapi harga diri tetap utuh.

“Terkadang hujan deras, rumah bocor. Tapi saya dan istri cuma bisa sabar,” ujar Jasmadi, menatap langit yang tak selalu ramah.

Nurhayati, ibu tiga anak, tak kuasa menahan tangis saat diminta bicara. Ia tahu, rumah mereka tak layak huni. Tapi ia juga tahu, membangun rumah butuh uang yang tak mereka punya.

“Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Jenderal TNI, Kapolri, para menteri dan DPR RI, saya mohon sekali diperhatikan rumah saya. Mohon sekali dibangun rumah saya,” ucapnya sambil menangis.

Baca Juga  BBS Bertemu Langsung Menteri PUPR, Minta Perbaikan Jalan Muarojambi Diperhatikan

Nurhayati tak minta istana. Ia hanya ingin tempat berteduh yang tak bocor saat hujan, yang tak berlubang di dindingnya, yang bisa disebut rumah dengan penuh rasa aman.

Tahun ini Pemerintah Provinsi Jambi menganggarkan Rp11 miliar untuk bedah rumah tidak layak huni. Sebanyak 550 rumah di 11 kabupaten/kota ditargetkan mendapat bantuan. Kabupaten Muaro Jambi mendapat jatah 61 unit.

Namun, rumah Jasmadi dan Nurhayati belum tersentuh. Belum terdata. Belum dijangkau. Padahal, rumah mereka jelas-jelas tak layak. Bahkan, jangankan bantuan, perhatian pun belum mereka rasakan.

Di balik rumah kecil itu, ada harapan besar. Harapan akan keadilan, perhatian, tangan-tangan yang mau turun menyentuh tanah, melihat langsung dan membantu.

Baca Juga  Masjid Bersejarah Jadi Saksi Komitmen Pemerintah Bangun Jambi

Mereka tak punya kekuatan untuk berteriak. Tapi mereka punya kesabaran yang tak bisa dibeli.

Mereka punya doa yang terus dipanjatkan, agar suatu hari rumahnya tak lagi jadi simbol kesedihan, tapi jadi bukti bahwa negara hadir.

Jasmadi dan Nurhayati berharap suara mereka sampai ke telinga yang peduli. Rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat pulang, tempat bermimpi, dan tempat bertahan hidup.

Mendapat kabar ini, Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno (BBS) mengambil tindakan cepat. Ia langsung memerintahkan OPD terkait mengecek kondisi keluarga Jasmadi dan Nurhayati.

“Saya sudah perintahkan dinas sosial melihat langsung kondisinya, dan mengambil tindakan cepat yang diperlukan,” ujar BBS, Jumat, 3 Oktober 2025, pagi. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Polisi Telusuri Motif Kematian Pasutri di Bajubang

Reportase

Pasar Modal Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Reportase

Maulana – Diza Resmi Pimpin Kota Jambi

Ragam

Maulana Apresiasi Kegiatan Donor Darah, Kota Jambi Punya “Kampung Darah Bahagia”

Reportase

Dua Korban Hanyut di Sungai Batang Merangin Belum Ditemukan, Istri Agus Ternyata Sedang Hamil Tua

Daerah

Hari Pertama Jalankan Tugas Wakil Bupati Muarojambi Jun Mahir Turun ke Pasar Sengeti

Reportase

Al Haris Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Kampung Mantap Lingkungan Hidup

Reportase

Pimpin DPMPTSP, Abu Bakar Fokus Promosi Investasi dan Layanan Prima