Home / Reportase

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:59 WIB

Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi

Keberhasilan monetisasi gas Lapangan Sengeti menjadi tonggak kebangkitan penjualan gas Pertamina EP di Jambi | humas skk migas

Keberhasilan monetisasi gas Lapangan Sengeti menjadi tonggak kebangkitan penjualan gas Pertamina EP di Jambi | humas skk migas

JAMBIBRO.COM – Pertamina EP Jambi kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan migas nasional dengan keberhasilan memonetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti, Jambi.

Proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade, sekaligus menandai dimulainya optimalisasi potensi stranded gas yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses pasar dan infrastruktur.

Lapangan Sengeti memiliki cadangan gas sebesar 14,76 BSCF dengan volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF yang direncanakan akan disalurkan selama tujuh tahun. Melalui proses pemilihan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi kriteria evaluasi yang telah ditetapkan.

Nilai penjualan gas secara bruto diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 triliun sepanjang masa kontrak. Nilai tersebut akan memberikan kontribusi ekonomi melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, dan ketentuan fiskal yang berlaku.

General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi mengatakan keberhasilan komersialisasi Lapangan Sengeti memiliki arti strategis bagi Pertamina EP. Selain menghasilkan nilai ekonomi dari lapangan tersebut, proyek ini menjadi pilot project pengembangan stranded gas di Field Jambi, sekaligus menjadi referensi bagi percepatan komersialisasi lapangan-lapangan gas lainnya, seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap.

Baca Juga  Luar Biasa… Di Markas Kodim Bute Ada Taman Pendidikan Al Qur’an

“Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, proses pemilihan dan penetapan pembeli, hingga proses pengajuan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga Gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas, diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam mempercepat pengembangan potensi gas yang selama ini belum termanfaatkan,” jelasnya.

Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan mampu memberikan efek domino bagi perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah operasi, terutama pada tahap konstruksi maupun operasional. Pemerintah daerah juga dilibatkan dalam pengembangan proyek melalui koordinasi terkait perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah.

Baca Juga  Debat Pilgub Jambi, Romi Paparkan Program Merakyat

Lebih jauh, Rahmat Keslani selaku Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan mengatakan keberhasilan Lapangan Sengeti membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi. “Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar pula peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang dapat meningkatkan daya saing daerah,” katanya.

Dalam mendukung program swasembada energi nasional, gas dari lapangan Sengeti dimanfaatkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di wilayah Batam, serta sektor strategis lainnya.

Mefredi, General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1 mengatakan, keberhasilan monetisasi Sengeti menjadi awal dari strategi jangka panjang Pertamina EP dalam mengembangkan stranded gas di Jambi.

Baca Juga  Pemkot Jambi dan Dunia Usaha Bersinergi, Wujudkan Kepedulian Lewat Bantuan CSR

“Saat ini perusahaan juga tengah mempercepat proses komersialisasi beberapa lapangan lain, di antaranya Sungai Gelam yang saat ini sedang menunggu Penetapan Alokasi dan Harga serta izin prinsip tie in, Puspa dan Puspa Asri yang sedang diajukan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga kepada Menteri ESDM, serta Simpang Tuan yang masih dalam tahap pematangan aspek teknis dan keekonomian,” jelasnya.

Melalui keberhasilan ini, Mefredi memastikan Pertamina EP berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya migas nasional secara berkelanjutan.

“Monetisasi Lapangan Sengeti tidak hanya menjadi keberhasilan penjualan gas pertama setelah hampir satu dekade di Field Jambi, tetapi juga menjadi fondasi bagi percepatan pengembangan stranded gas lainnya guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutupnya. | PR

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Gubernur Jambi Tegaskan Infrastruktur Perumahan BTN dan Sekolah Rakyat Harus Saling Dukung

Reportase

Diza Kunjungi Kantor-kantor OPD Dengar Langsung Rencana Kerja dan Kendala

Reportase

Pencuri Kotak Amal Kembali Beraksi, Warga Perumahan Aurduri Harus Waspada Lagi

Daerah

Terdampak Banjir, Puluhan Sekolah di Muarojambi Sudah Dua Pekan Libur

Reportase

Gagalkan Peredaran 52 Kg Sabu, 19 Anggota Satresnarkoba Polresta Jambi Dapat Penghargaan

Reportase

PKK Muaro Jambi Tegaskan Kaum Ibu Berperan Penting Bentuk Karakter Generasi Bangsa

Reportase

Elpisina Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penculikan Bilqis

Politik

Al Haris Akhirnya Ajukan Revisi RPJMD Provinsi Jambi 2021 – 2026, Dewan Bentuk Pansus