Home / Reportase

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:34 WIB

Jubir Pemprov Jambi Tegaskan Isu Penganiayaan TKI di Malaysia Kejadian Lama

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah

JAMBIBRO.COM — Pemerintah Provinsi Jambi menyanggah informasi yang viral di media sosial mengenai kasus kekerasan fisik terhadap pekerja migran.

Kabar bohong tersebut menarasikan adanya seorang tenaga kerja wanita asal Kabupaten Bungo, Jambi, menjadi korban penyiksaan sadis oleh majikan di Malaysia.

Bantahan keras disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi sekaligus Juru Bicara Pemprov Jambi, Ariansyah.

Berdasarkan hasil pelacakan data lapangan, ia memastikan rumusan narasi yang terlanjur menyebar luas tersebut sangat jauh dari fakta riil yang ada.

Ariansyah memastikan identitas perempuan yang berada di dalam video atau foto viral itu bukan penduduk Kabupaten Bungo.

Baca Juga  Al Haris Ajak Bupati dan Wali Kota Tes Urine Anak Buahnya

Dia minta khalayak umum serta para pegiat media agar lebih selektif dan tidak terburu-buru menyebarkan berita yang belum sahih.

“Diminta kepada rekan-rekan jurnalis melakukan cek dan ricek sumbernya serta verifikasi foto atau videonya. Bisa jadi berita lama atau editan,” ujar Ariansyah, Jumat, 19 Juni 2026.

Masyarakat juga diimbau selalu merujuk pada kanal informasi milik instansi vertikal yang memiliki fungsi otorisasi perlindungan pekerja migran nasional.

Beberapa lembaga kompeten dimaksud, di antaranya Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Baca Juga  Dua Kepala Dinas Pemprov Jambi Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX

Sumber informasi resmi lain yang dapat dijadikan rujukan valid oleh masyarakat adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.

Filterisasi data ini dianggap mendesak guna mengantisipasi munculnya kepanikan kolektif maupun kesalahpahaman yang tidak perlu di lingkungan warga.

Ariansyah menegaskan, langkah pengecekan ulang dinilai menjadi kunci utama agar setiap produk informasi yang dikonsumsi publik memiliki basis legalitas kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Validitas data tersebut sangat krusial demi menjaga kondusivitas ruang siber dari paparan hoaks.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, memberi kesaksian senada untuk meluruskan distorsi informasi tersebut.

Baca Juga  Abdullah Sani: Ponpes Ikut Tingkatkan Kecerdasan Bangsa dan SDM

Setelah melakukan kontak langsung dengan Camat Rantau Pandan dan pihak kerabat dekat korban, ia menemukan fakta kasus itu merupakan potret masa lalu.

Menurut penelusuran tim daerah, rekaman visual terkait dugaan penganiayaan tersebut merupakan dokumentasi lama dari peristiwa yang sudah selesai sekitar dua tahun silam.

Kondisi terkini dari warga yang bersangkutan bahkan dilaporkan sangat baik dan jauh dari narasi menderita seperti yang digambarkan di media sosial.

“Ini berita lama, 2 tahun lalu yang bersangkutan sudah bekerja kembali di Malaysia,” jelas Taufik. | DOD

 

Share :

Baca Juga

Reportase

Tim Terpadu Jadi Solusi Sengketa Zona Merah di Kota Jambi

Politik

Dua Cawagub Jambi Berdebat Minggu Besok

Reportase

Buku Literasi Anak Karya Dr. Nadiyah Maulana Resmi Diluncurkan

Reportase

Nelayan Pencari Udang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Muara Sungai Ayam

Daerah

Tiga Hari Hanyut, Pencari Ikan Ditemukan Tak Bernyawa

Reportase

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Usaha OMC Palsu

Reportase

19 Personel Polda Jambi Terima Pin Emas dari Kementerian Agraria

Reportase

Kolaborasi Lintas Instansi di Fun Walk PEP Jambi