Home / Reportase

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:15 WIB

Gubernur Jambi Minta Budaya Bersih Dimulai dari Kantor Pemerintah

Pemerintah Provinsi Jambi mengadakan upacara Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026, di Eks Arena MTQ, Kota Jambi, Sabtu | erit sutriedi

Pemerintah Provinsi Jambi mengadakan upacara Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026, di Eks Arena MTQ, Kota Jambi, Sabtu | erit sutriedi

JAMBIBRO.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan komitmen penuh jajarannya memperkuat sistem pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Sikap tegas itu disampaikan pada apel Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2026 tingkat Provinsi Jambi.

Apel dipusatkan di Eks Arena MTQ, Kota Jambi, pada Sabtu 6 Juni 2026, dirangkaikan dengan konferensi video bersama Menteri Lingkungan Hidup. Hadir Sekda Provinsi Jambi Sudirman, para kepala OPD, ASN hingga para pelajar.

Setelah apel, seluruh peserta yang hadir langsung membaur bersama untuk melakukan aksi gotong royong. Mereka bergerak membersihkan seluruh kawasan Eks Arena MTQ, sebagai bentuk aplikasi nyata dari kepedulian lingkungan.

Al Haris menjelaskan, gerakan Indonesia ASRI merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah. Program pemerintah pusat ini berfungsi sebagai payung kebijakan, sekaligus aksi kolektif demi mewujudkan lingkungan layak huni.

Pemerintah Provinsi Jambi berencana mengadopsi gerakan itu dengan mengaktifkan kembali instrumen penilaian kebersihan daerah, seperti Adiwiyata. Namun, pihak pemprov akan melakukan penyesuaian pada judul program penilaian berkala tersebut.

Baca Juga  Usman Ermulan Desak Pemerintah Cepat Atasi Kemacetan di Jembatan Batanghari 1

Langkah ini diambil untuk mengukur sejauh mana keseriusan pemerintah kabupaten dan kota dalam menerapkan prinsip Indonesia ASRI. Proses evaluasi nantinya akan menyasar klaster perkantoran, wilayah permukiman warga, hingga ke tingkat rukun tetangga.

Kriteria penilaian yang digunakan dipastikan tetap merujuk pada regulasi dan standardisasi baku yang ditetapkan pemerintah pusat. Melalui indikator tersebut, tingkat pemahaman masyarakat mengenai urgensi pemilahan sampah juga akan dipantau.

Kesadaran warga memisahkan jenis sampah dinilai masih menjadi tantangan besar yang harus terus dioptimalkan. Penumpukan limbah domestik yang tidak terkelola dengan baik tidak hanya merusak estetika kota tetapi juga memicu gangguan kesehatan.

Sektor internal birokrasi juga menjadi sorotan utama dalam arahan yang disampaikan oleh Kepala Daerah Jambi tersebut. Setiap dinas diinstruksikan untuk lebih peka terhadap kebersihan ruang kerja, fasilitas toilet, hingga penyediaan tempat pembuangan.

Baca Juga  Jam Buang Sampah Diperketat, Pemkot Jambi Berlakukan Sanksi Keras

Langkah pembenahan di internal dinas instansi ini ditargetkan menjadi percontohan sebelum pemprov turun melakukan penilaian ke daerah. Budaya hidup bersih dan sehat diharapkan dapat terinternalisasi menjadi kebiasaan sehari-hari di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa dampak. Momentum ini harus dimaknai sebagai pengingat kolektif bagi semua elemen agar lebih peduli terhadap kelestarian alam.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jambi turut membagikan penghargaan kepada para pejuang lingkungan pada sela-sela acara. Penghargaan ini menyasar instansi pemerintah, OPD, pelaku usaha, sekolah, hingga individu dan kelompok masyarakat.

Pada apel ini Gubernur Jambi membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat. Pesan menteri menekankan pentingnya penguatan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian alam sekitarnya.

Baca Juga  JMSI Kecam Aksi Teror Kepala Babi di Kantor Tempo

“Pertobatan ekologis menuntut kita menumbuhkan kesadaran kolektif, bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan, tapi kewajiban moral dan sosial bagi generasi sekarang maupun mendatang, serta harus dilakukan seluruh elemen masyarakat,” kata Menteri.

Menteri Lingkungan Hidup mengajak seluruh masyarakat merefleksikan kembali pola hubungan dengan alam. Konsep pertobatan ekologis diharapkan mampu melahirkan budaya tanggung jawab yang menjadi warisan masa depan.

“Hari Lingkungan Hidup 2026 momentum bagi kita untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan dengan alam. Dengan pertobatan ekologis, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga membangun budaya peduli dan bertanggungjawab yang menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Jumhur. | MY/DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Gerak Cepat… Korem Garuda Putih Sudah Punya Batalyon Penanggulangan Bencana

Reportase

Tenggelam di Sungai Batang Tebo, Remaja Asal Desa Teluk Pandak Ditemukan Tewas

Reportase

PKS Jambi Road to Rakerwil 2025

Reportase

BPJS Ketenagakerjaan Batang Hari Serahkan Santunan Rp184 Juta kepada Ahli Waris Romi Eka Setiawan

Reportase

Lima Petugas Parkir Liar “Digulung” Satgas Operasi Pekat Siginjai

Reportase

Dilaporkan Warga, Polda Jambi Gerebek Basecamp Narkoba

Reportase

Muaro Jambi 26 Tahun, BBS Ajak Masyarakat Satukan Langkah

Reportase

Idul Adha 1446 Hijriah, DPW PKB Provinsi Jambi Kurban Tiga Sapi