Home / Reportase

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:39 WIB

Gubernur Jambi, Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh Terima Gelar Adat

Gubernur Jambi, Al Haris, dianugerahi gelar adat kehormatan oleh Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Sabtu 4 Juli 2026 | erit

Gubernur Jambi, Al Haris, dianugerahi gelar adat kehormatan oleh Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Sabtu 4 Juli 2026 | erit

JAMBIBRO.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, resmi dianugerahi gelar adat kehormatan oleh Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Al Haris yang juga menyandang gelar Datuk Mangkubumi Setio Alam ini kini sah memegang gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

Prosesi penganugerahan gelar adat dilangsungkan bertepatan dengan upacara Kaluhoi Clak Kaluhoi Piagaeng, Kaluhoi Adeak, Kaluhoi Sko Enam Luhah Sungai Penuh atau Kenduri Sko, di kawasan Tanah Mendapo Kota Sungai Penuh, Sabtu, 4 Juli 2026.

Perhelatan sakral ini mengusung sebuah pesan mendalam melalui tema utama, “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”. Selain Gubernur Jambi, panggung kehormatan juga memberikan gelar adat kepada tiga tokoh birokrat penting lainnya.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dikukuhkan dengan sandangan gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh. Sementara, Bupati Kerinci, Monadi, menerima gelar Depati Sinar Bumi Sakti, dan Sekda Kota Sungai Penuh, Alpian, dianugerahi gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Dalam pidatonya, Al Haris melambungkan rasa syukur mendalam atas kelancaran agenda budaya peninggalan leluhur ini. Ia menitipkan pesan agar derasnya arus modernisasi kota tidak sampai menenggelamkan pondasi hukum adat lokal.

Baca Juga  Kementerian ESDM Bersama SKK Migas dan KKKS Terus Salurkan Bantuan Bencana Sumatra

Al Haris yang datang didampingi sang istri, Hesnidar Haris, juga melayangkan apresiasi tinggi atas keteguhan komitmen warga Enam Luhah. Penyelenggaraan ritual Kenduri Sko dinilai menjadi benteng pertahanan yang efektif, agar eksistensi nilai tradisi tetap dikenali oleh generasi muda.

“Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Creator. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah — menunjukkan adat dan agama saling menguatkan,” ujarnya.

Al Haris menggarisbawahi, perayaan Kenduri Sko edisi kali ini merupakan lembaran sejarah baru yang sangat monumental bagi daerah setempat. Pasalnya, ritual adat ini sempat vakum selama hampir dua dekade. Terakhir kali digelar sekitar 18 – 19 tahun silam, saat masih bersatu dengan Kabupaten Kerinci.

Ia juga melayangkan pujian hangat atas ketabahan para pemuka adat, termasuk barisan sesepuh dan nenek-nenek, yang konsisten menghidupkan roh tradisi. Semangat persaudaraan dari para tokoh ini diharapkan mampu meredam riak gesekan sosial akibat dinamika politik elektoral pilkada.

Baca Juga  Jangan Panggil Ketua Lagi

“Kita ini satu — kita satu Sakti Alam Kerinci,” ucapnya lantang di hadapan ratusan pasang mata yang memadati lokasi acara. Ia mengajak seluruh komponen warga, tanpa terkecuali, bersatu padu mengawal gerak roda pembangunan di wilayah bumi sakti.

Sinergitas harmonis yang ditunjukkan para pemimpin daerah juga tidak luput dari perhatian dan pujian khusus sang kepala daerah tingkat satu. Kekompakan kerja yang diperlihatkan Wali Kota Sungai Penuh bersama Bupati Kerinci dinilai menjadi contoh sehat yang bebas dari persaingan negatif.

Al Haris menyampaikan sambutan hangat pada acara Kenduri Sko yang diselenggarakan untuk memperkuat nilai-nilai adat dan kebersamaan masyarakat Kota Sungai Penuh. Ia berharap kesakralan acara mampu menepis dampak buruk perkembangan teknologi digital global.

Menutup pidatonya, Al Haris mengimbau agar aset rumah adat dan empat simbol tradisi esensial segera diambil alih tata kelolanya. Pengelolaan sarana budaya tersebut disarankan berada di bawah naungan satu payung lembaga tunggal: Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci.

Baca Juga  Usman Ermulan Desak Pemerintah Cepat Atasi Kemacetan di Jembatan Batanghari 1

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan kesiapan penuh jajarannya menyokong keberlanjutan Kenduri Sko. Penyatuan visi lintas elemen ini diproyeksikan mampu menyulap ritual adat menjadi magnitudo baru bagi sektor pariwisata budaya unggulan.

Menurutnya, melalui kenduri sko masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun, tapi juga menanamkan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan pada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kerinci.

Kemeriahan kenduri adat ini ditutup manis oleh suguhan berbagai atraksi kesenian tradisional yang memukau pandangan para undangan. Decak kagum penonton bergemuruh, saat menyaksikan peragaan jurus pencak silat silat lokal yang dikombinasikan dengan tarian daerah yang anggun.

Rangkaian gerak tarian elok mulai dari tari Iyo-Iyo, Rangguk, Sekapur Sirih, hingga tari Asoak sukses dipentaskan bergantian di tengah lapangan. Seluruh rangkaian pertunjukan seni tersebut berhasil memotret keagungan serta kekayaan khazanah budaya masyarakat Sungai Penuh yang abadi. | SW

Share :

Baca Juga

Reportase

Narkoba Seharga Rp.8,7 Miliar Dimusnahkan, Selamatkan 33.555 Jiwa

Reportase

Siapa Diusung PDI Perjuangan di Pilgub Jambi ? Ini Kata Edi Purwanto…

Reportase

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Babeko

Reportase

Bocah Umur 10 Tahun Hanyut di Sungai Batanghari

Reportase

Banyak Berjasa Bagi Negara, Irjen Pol (Purn) Muchlis AS Dimakamkan di TMP Satria Bhakti

Reportase

Heboh Al Haris Minta Bantuan untuk Masjid dan Pesantren

Reportase

OJK Sosialisasikan Kewenangan Penyidikan Sektor Jasa Keuangan ke Jajaran Polri dan Kejaksaan

Reportase

Tabrak Jembatan Batanghari 1, Pihak Perusahaan Harus Tanggung Jawab