Home / Reportase

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:45 WIB

Bocah 8 Tahun Hanyut Terseret Arus Sungai Batang Tembesi

Tim SAR mencari Bambang, bocah yang hanyut di Sungai Batang Tembesi, Kabupaten Sarolangun, Jambi | sar

Tim SAR mencari Bambang, bocah yang hanyut di Sungai Batang Tembesi, Kabupaten Sarolangun, Jambi | sar

JAMBIBRO.COM — Petaka menimpa seorang anak berusia delapan tahun, Bambang. Bocah itu dilaporkan hilang di Sungai Batang Tembesi, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Warga RT 03 Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin ini lenyap setelah terseret pusaran air yang sangat kuat.

Peristiwa memilukan itu terjadi Selasa 9 Juni 2026 sore. Bambang awalnya pamit pergi ke sungai untuk mandi bersama tiga temannya.

Nahas. Saat mereka sedang asik berenang, arus sungai mendadak berubah menjadi sangat deras.

Bambang yang tidak mampu menyelamatkan diri langsung terbawa luapan arus, hingga akhirnya menghilang dari pandangan teman-temannya.

Mendengar kabar itu, pihak keluarga bersama masyarakat sekitar langsung berhamburan menuju lokasi, untuk melakukan pencarian mandiri.

Baca Juga  Iffa Rosita Tak Ingin Ada PSU dan Penghitungan Suara Ulang di Jambi

Upaya penyisiran swadaya terus dilakukan hingga malam hari, namun tidak membuahkan hasil sama sekali.

Informasi hilangnya bocah ini diteruskan oleh Babinsa Pauh, Guntur, ke instansi terkait. Tim Rescue Pos SAR Bungo pun langsung bergegas menuju lokasi untuk membantu.

Perjalanan sejauh 111 kilometer harus ditempuh tim penyelamat dari Bungo menuju titik lokasi pencarian. Berkejaran dengan waktu, armada rescue menghabiskan waktu perjalanan darat sekitar 4,5 jam.

Memasuki hari kedua operasi pencarian, Rabu 10 Juni 2026, puluhan Tim SAR Gabungan dipecah menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), untuk memaksimalkan pencarian.

Baca Juga  PEP Jambi Field Produksi 1.243 BOPD Lewat Sumur PPS-020 Puspa Asri

Regu pertama diisi oleh Rescuer Pos SAR Bungo, bergerak menyisir area hilir di sisi kanan sungai sejauh 4 kilometer menggunakan perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR).
Sementara itu, regu kedua dari unsur BPBD serta Damkar Sarolangun, menyisir sisi kiri sungai dengan jarak dan metode yang sama.

Di tempat berbeda, regu ketiga dari relawan SAR MTA, mengambil posisi siaga di darat. Mereka melakukan pemantauan visual secara intensif di sekitar lokasi terakhir korban berenang.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan sedikitnya 27 personel yang saling bahu-membahu di lapangan.

Baca Juga  PAN “Pecah” Jelang Pilkada Tanjabtim ?

Komponen yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, Damkar Sarolangun, Babinsa, Bhabinkamtibmas Pauh, hingga relawan SAR MTA.

Sejumlah alat utama penunjang kerja, seperti kendaraan penyelamat dan empat unit perahu karet (LCR) disiagakan penuh di tepi sungai.

Petugas di lapangan juga dibekali dengan peralatan medis, perangkat evakuasi, serta alat komunikasi taktis.

Informasi teranyar, proses penyisiran di sepanjang aliran sungai terus dilakukan petugas. Tim SAR Gabungan berharap korban segera ditemukan di tengah kondisi cuaca lokasi yang terpantau berawan. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Satu Keluarga Hidup di Gubuk Reot, BBS Bergerak Cepat…

Reportase

Kolaborasi Bersama Dinas TPH dan BPP, BPJS Ketenagakerjaan Muaro Jambi Rangkul Petani dan Pekebun

Reportase

Akhir Pelarian Pembunuh Sopir Travel Fortuner Putih

Reportase

Wali Kota Maulana Apresiasi RT 16 Pematang Sulur Jadi Percontohan Kampung Bahagia

Daerah

Al Haris Minta Masyarakat di Kampung-kampung Tanam Cabai

Reportase

Elpisina Tegaskan Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Fondasi Utama Persatuan dan Kesatuan NKRI

Daerah

Bupati BBS Bangga Bisa Saksikan Langsung Perayaan Waisak 2569 BE

Reportase

Pesan Tegas Wakil Bupati Tanjabtim, Kinerja ASN Harus Beri Nilai Tambah