JAMBIBRO.COM — Petaka menimpa seorang anak berusia delapan tahun, Bambang. Bocah itu dilaporkan hilang di Sungai Batang Tembesi, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Warga RT 03 Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin ini lenyap setelah terseret pusaran air yang sangat kuat.
Peristiwa memilukan itu terjadi Selasa 9 Juni 2026 sore. Bambang awalnya pamit pergi ke sungai untuk mandi bersama tiga temannya.
Nahas. Saat mereka sedang asik berenang, arus sungai mendadak berubah menjadi sangat deras.
Bambang yang tidak mampu menyelamatkan diri langsung terbawa luapan arus, hingga akhirnya menghilang dari pandangan teman-temannya.
Mendengar kabar itu, pihak keluarga bersama masyarakat sekitar langsung berhamburan menuju lokasi, untuk melakukan pencarian mandiri.
Upaya penyisiran swadaya terus dilakukan hingga malam hari, namun tidak membuahkan hasil sama sekali.
Informasi hilangnya bocah ini diteruskan oleh Babinsa Pauh, Guntur, ke instansi terkait. Tim Rescue Pos SAR Bungo pun langsung bergegas menuju lokasi untuk membantu.
Perjalanan sejauh 111 kilometer harus ditempuh tim penyelamat dari Bungo menuju titik lokasi pencarian. Berkejaran dengan waktu, armada rescue menghabiskan waktu perjalanan darat sekitar 4,5 jam.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, Rabu 10 Juni 2026, puluhan Tim SAR Gabungan dipecah menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), untuk memaksimalkan pencarian.
Regu pertama diisi oleh Rescuer Pos SAR Bungo, bergerak menyisir area hilir di sisi kanan sungai sejauh 4 kilometer menggunakan perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR).
Sementara itu, regu kedua dari unsur BPBD serta Damkar Sarolangun, menyisir sisi kiri sungai dengan jarak dan metode yang sama.
Di tempat berbeda, regu ketiga dari relawan SAR MTA, mengambil posisi siaga di darat. Mereka melakukan pemantauan visual secara intensif di sekitar lokasi terakhir korban berenang.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan sedikitnya 27 personel yang saling bahu-membahu di lapangan.
Komponen yang terlibat terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, Damkar Sarolangun, Babinsa, Bhabinkamtibmas Pauh, hingga relawan SAR MTA.
Sejumlah alat utama penunjang kerja, seperti kendaraan penyelamat dan empat unit perahu karet (LCR) disiagakan penuh di tepi sungai.
Petugas di lapangan juga dibekali dengan peralatan medis, perangkat evakuasi, serta alat komunikasi taktis.
Informasi teranyar, proses penyisiran di sepanjang aliran sungai terus dilakukan petugas. Tim SAR Gabungan berharap korban segera ditemukan di tengah kondisi cuaca lokasi yang terpantau berawan. | DOD




















