Home / Ekobis

Sabtu, 2 November 2024 - 23:39 WIB

APBD Provinsi Jambi Turun Lagi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAMBIBRO.COM — Krisis keuangan terus menghantui Pemerintah Provinsi Jambi. Pada 2025 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi mengalami penurunan drastis, kurang lebih 833 miliar rupiah. Sebuah angka yang besar dan mempengaruhi capaian pembangunan Provinsi Jambi.

Kenyataan pahit ini diketahui dari KUA PPAS APBD Murni 2025 yang hanya diproyeksikan Rp.4.360.382.820.291,-. Besaran APBD ini jauh lebih kecil dibanding APBD Perubahan 2024 yang mencapai Rp.5.193.411.463.748,-.

“Miris ya, jauh dari mantap. APBD Provinsi Jambi justeru menurun. Ini bukti ekonomi kita menurun. Semua sektor pendapatan berkurang, mau dibawa ke mana provinsi ini oleh pemimpinnya,” kata pengamat Dr Noviardi Ferzi, Sabtu, 2 November 2024.

Baca Juga  Pj Bupati Muarojambi Sampaikan Rancangan KUPA - PPAS Tahun Anggaran 2024

Noviardi mengatakan, penurunan APBD Provinsi Jambi dapat dilihat dari rencana target pendapatan daerah sebesar Rp.4,31 triliun. Jumlah itu berkurang Rp.354,51 miliar dibanding dengan APBD Murni tahun anggaran 2024 yang ditetapkan Rp.4,66 triliun, atau turun 7,6 persen.

“Jika kita baca dari pengantar KUA PPAS, penurunan target pendapatan daerah disebabkan oleh penurunan target pada hampir semua komponen pendapatan, baik Pendapatan Asli Daerah dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Sedangkan pendapatan transfer pemerintah pusat ditargetkan sama. Lebih gawat lagi jika transfer pusat juga turun,” ujarnya.

Baca Juga  Pengamat Ekonomi Dr. Noviardi Ferzi Soroti Resiko Asumsi APBD Ketika Tak Akurat

Noviardi berpendapat, perencanaan APBD Provinsi Jambi dari tahun ke tahun jangan berdasarkan keinginan, tapi kebutuhan. Dengan disesuaikannya kewenangan daerah dan kemampuan pendapatan daerah, dalam perencanaan anggaran mesti ada prioritas dari yang dibutuhkan.

“Jangan menyusun APBD karena keinginan, tapi karena kebutuhan. Jadi, kalau karena kebutuhan memang benar-benar yang prioritas, kebutuhan rakyat ya, bukan kebutuhan pilkada, pilgub ini,” jelasnya.

Noviardi menambahkan, penyusunan APBD harus dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, serta manfaat untuk masyarakat.

Baca Juga  Klarifikasi "APBD Jambi 2025 Turun Drastis Lebih dari RP.800 Miliar"

Noviardi mengingatkan Pemprov Jambi maupun pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi agar mendukung transformasi ekonomi, seperti inflasi, ketahanan pangan dan stabilitas harga, stunting, investasi, terutama terkait kemiskinan ekstrem.

“Mohon di kabupaten/kota kaitannya dengan struktur politik anggaran untuk APBD 2025, juga menyangkut bagaimana bisa mengurangi menangani kemiskinan ekstrem, baik itu kaitannya dengan kebutuhan infrastruktur dasar, mengurangi beban pengeluaran orang miskin, menambah daya beli, maupun pengurangan kantong-kantong kemiskinan,” tandasnya. | RAN

Share :

Baca Juga

Ekobis

Bank Indonesia dan TPID Kota Jambi Bersinergi Gelar Kegiatan GNPIP di Tugu Keris

Ekobis

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Meningkatnya Risiko Geopolitik

Ekobis

Akses Inklusi Keuangan Wujudkan Masyarakat Produktif

Ekobis

Persepsi Optimistik Sektor Perbankan Terpelihara di Tengah Volatilitas Global

Ekobis

OJK Jalin Kerja Sama dengan KDIC dan KIDI

Ekobis

Pemprov Jambi Bantu Modal untuk Pengusaha Milenial dan Mak-Mak

Ekobis

Warga Jambi Tak Perlu Panik, Stok Pangan Jelang Idul Fitri Cukup

Ekobis

Dua Bulan Terakhir Satgas PASTI Blokir 302 Pinjol Ilegal dan Pinpri