Home / Reportase

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:59 WIB

Alarm Bahaya Radikalisme Digital, Belasan Ribu Siswa Berikrar Lawan Terorisme dan Perundungan

Gubernur Jambi teken penolakan paham radikal, terorisme, dan perundungan, di GOR Kota Baru, Kamis | har

Gubernur Jambi teken penolakan paham radikal, terorisme, dan perundungan, di GOR Kota Baru, Kamis | har

JAMBIBRO.COM — Ancaman penyebaran paham radikal dan terorisme di kalangan generasi muda menjadi sorotan utama dalam pertemuan besar belasan ribu pelajar, di GOR Kota Baru, Jambi, Kamis 7 Mei 2026.

Seluruh siswa SMA, SMK, hingga SMP se-Provinsi Jambi berkumpul menyatakan sikap tegas melawan pengaruh ideologi berbahaya tersebut.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk membentengi dunia pendidikan dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Deklarasi ini juga menyoroti bahaya komunitas menyimpang True Crime Community (TCC), serta aksi perundungan di sekolah.

Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin jalannya deklarasi, didampingi Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Komisaris Besar Beri Diatra serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Al Haris menegaskan, kaum muda harus memiliki imunitas mental agar tidak mudah terjerumus ke dalam lubang radikalisme. Institusi pendidikan harus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter anak bangsa yang berjiwa toleransi tinggi.

Baca Juga  Danrem 042/Gapu Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bangkit

“Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya karakter, toleransi dan semangat kebangsaan,” ujar Al Haris.

Al Haris juga menyinggung fakta lapangan mengenai adanya pelajar yang mulai menunjukkan ketertarikan pada komunitas gelap seperti TCC. Ini sangat berisiko memicu perilaku menyimpang dan kekerasan yang merusak tatanan sosial di lingkungan sekolah.

Ia minta para siswa menjauhkan diri dari jeratan narkotika dan paham terorisme, karena dapat mematikan potensi masa depan mereka. Ia mengingatkan, keberlangsungan bangsa Indonesia di masa depan berada sepenuhnya di tangan para pelajar saat ini.

“Kalian harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan Tanah Air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian aset bangsa yang sangat berharga,” pesan Al Haris di hadapan massa pelajar.

Baca Juga  Setelah Lama Dinanti... Nanas Tangkit Baru Akhirnya Punya Sertifikat Indikasi Geografis

Al Haris memaparkan, era digital membawa tantangan yang jauh lebih kompleks bagi ketahanan mental para remaja. Filter terhadap konten-konten negatif harus diperkuat, agar pengaruh buruk dari dunia maya tidak merusak pola pikir siswa.

“Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah, jangan sampai salah pergaulan,” kata Al Haris mengingatkan.

Kapolda Jambi, Krisno Halomoan Siregar menyatakan, ancaman ideologi terorisme kini berevolusi ke dalam bentuk yang sangat halus. Media sosial dan platform hiburan digital menjadi pintu masuk utama penyebaran paham radikal yang sulit dideteksi secara fisik.

“Ancaman sekarang tidak lagi konvensional. Pengaruh radikalisme masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Krisno mengungkap data nasional yang mencatat sedikitnya 116 anak di Indonesia terpapar paham radikal melalui media digital. Salah satu fakta yang mencengangkan, penyusupan doktrin melalui platform permainan populer, seperti Roblox.

Baca Juga  Angkutan Batu Bara Bikin Pusing Pemerintah

Kejadian tragis, seperti peristiwa bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga utuh, jadi pengingat pahit bagi seluruh pihak yang hadir. Itu membuktikan siapa pun, termasuk anak-anak, bisa dicuci otaknya menjadi martir aksi terorisme jika tanpa pengawasan.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran bahkan pelaku apabila tidak mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang tepat,” ujar Krisno memberi peringatan.

Deklarasi dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas siswa yang mengusung pesan damai dan persatuan. Pemerintah berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi janji setia para pelajar untuk menjaga keutuhan NKRI.

Diharapkan, kesadaran kolektif yang dibangun melalui deklarasi ini mampu memutus rantai perundungan dan penyebaran paham kekerasan di sekolah.

Melalui kolaborasi seluruh instansi, lingkungan pendidikan di Jambi diharapkan bersih dari pengaruh radikalisme dan terorisme. | DRF/DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Reses di Tungkal Ilir, Elpisina Komitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Reportase

KOMPEJ Kawal Kasus Ijazah “Duo Amrizal” Sampai ke Mabes Polri

Reportase

Kualitas Layanan Publik Fokus Utama, Gubernur Jambi Sidak Samsat Tebo

Reportase

Perkembangan Tewasnya Brigadir EWS, Lima Polisi Jadi Tersangka

Reportase

Polda Jambi Bantah Kumpulkan Nama Warga Penolak Stockpile Aurkenali

Reportase

Rupiah Tembus Rp18.000: Alarm Fiskal dan Kepercayaan Investor

Reportase

Terbenam Tanpa Teriakan, Idris Pulang dalam Diam

Reportase

Guru dan Siswa SIT Nurul ‘Ilmi Dapat Hadiah Umroh dari Gubernur Jambi