JAMBIBRO.COM — Kabar haru sekaligus pilu menyelimuti kepulangan tiga warga Jambi yang menjadi korban sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja. Meski berhasil dievakuasi kembali ke Tanah Air, hanya Silva dan Andre yang terpantau tiba di Jambi.
Satu orang lagi dilaporkan menghilang secara misterius. Warga asal Sarolangun bernama Syedhi itu hilang kontak, tepat setelah menginjakkan kaki di Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan.
Hilangnya Syedhi di tengah proses skrining petugas bandara meninggalkan tanda tanya besar, serta duka mendalam bagi pihak keluarga yang telah menanti.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, Ahmad Bestari, mengonfirmasi bahwa kedua warga Kota Jambi itu telah berkumpul kembali bersama keluarga tercintanya. Namun, suasana bahagia tertutup mendung, karena Syedhi belum diketahui keberadaannya.
“Ia menghilang tanpa konfirmasi. Setiba di Jakarta mereka di-skrining dulu oleh petugas, tapi tidak tahu Syedhi menghilang ke mana,” ujar Ahmad Bestari dengan nada prihatin, Kamis 16 April 2026.
Proses pemulangan ketiga warga ini tidak menggunakan anggaran negara. Pasalnya, keberangkatan mereka bersifat non-prosedural atau ilegal.
Kepulangan mereka murni wujud kemanusiaan dari Gubernur Jambi, Al Haris, yang menanggung seluruh biaya perjalanan menggunakan dana pribadi.
Bestari menjelaskan, secara kelembagaan pemerintah sulit memfasilitasi warga yang bekerja secara tidak resmi di luar negeri. Namun, khawatir terhadap keselamatan nyawa warganya, Al Haris spontan mengambil langkah bantuan personal.
“Secara kelembagaan, mereka ini kerja ilegal jadi tidak bisa difasilitasi pemerintah. Atas dasar kemanusiaan dan kekhawatiran terhadap keselamatan warganya di luar negeri, Pak Gubernur berniat menanggung ongkos kepulangan mereka,” ungkap Bestari.
Pemerintah Provinsi Jambi mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak lagi tergiur tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji fantastis.
Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk memutus rantai penipuan kerja yang kerap berujung pada penyekapan dan kerja paksa di negeri orang.
Bestari minta warga selalu melakukan verifikasi dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja terdekat, sebelum memutuskan berangkat ke luar negeri.
Langkah ini dianggap krusial, supaya tidak ada lagi nyawa warga Jambi yang terancam akibat terjebak sindikat kriminal internasional.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Jambi agar lebih hati-hati bila ada tawaran yang menggiurkan. Segera hubungi disnaker terdekat, untuk memastikan dan memverifikasi kebenarannya. Jangan sampai tertipu,” tegas Bestari.
Di sisi lain, Silva dan Andre menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada Gubernur Jambi, Al Haris. Mereka merasa mendapat kesempatan hidup kedua.
Kini dan Silva dan Andre tengah menjalani masa pemulihan trauma, setelah mengalami masa-masa kelam di Kamboja. Meski telah menghirup udara kebebasan, mereka tetap menyimpan kesedihan atas hilangnya kawan seperjuangan mereka saat sudah sangat dekat dengan rumah.
Harapan besar kini digantungkan agar Syedhi dapat segera ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya di Sarolangun. | DIA




















