Home / Nasional

Selasa, 10 September 2024 - 10:21 WIB

Puluhan Jurnalis Jambi Lihat Langsung Ruang Pantau Produksi Migas se-Indonesia, Luar Biasa Bro…

Pengurus dan anggota FJM Jambi mengunjungi ruang IOC SKK Migas, di Lantai 29 Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Senin, 9 September 2024 | dia

JAMBIBRO.COM – Puluhan jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi kagum, ketika mendapat kesempatan mengunjungi ruangan Integrated Operation Centre (IOG) milik SKK Migas, Senin sore kemarin.

Ruang pantau di Lantai 29 Gedung Wisma Mulia, Jakarta itu sangat khusus. Tidak sembarangan orang boleh masuk. Penjagaannya sangat ketat dan terbatas.

Kunjungan ini merupakan kerja sama Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan media gathering ini sudah lama diprogramkan, namun baru tahun ini terlaksana. 

Baca Juga  Lima Calon Anggota Dewan Komisioner OJK Ditetapkan, Friderica Widyasari Dewi Posisi Ketua

Tujuannya, untuk mengetahui dan melihat langsung sistem dan mekanisme kerja SKK Migas mengawasi kerja para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). 

Kunjungan dipimpin oleh Ketua FJM Jambi, Mursyid Sonsang, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Syafe’i, serta para pimpinan KKKS wilayah operasi Jambi.

Para jurnalis mendapat penjelasan dari beberapa pejabat divisi SKK Migas Pusat, diantaranya Mohamad Fauzan Amir, Brilianto Armi, Muhammad Rifki Farhan, Ajeng serta Yogi Arsiyanto dari Divisi Produksi dan Pemeliharaan Fasilitas IOC SKK Migas.

Mohammad Fauzan Amir memaparkan, IOC dibangun SKK Migas pada 31 Desember 2019.

Fungsinya untuk memantau aliran produksi minyak dan gas selama 24 jam nonstop. Data itu berasal dari layanan pengelolaan kinerja operasi kontraktor migas di Indonesia.

Baca Juga  Hesti Ingatkan Pentingnya Menjaga Nilai Moral di Era Digital

“Ini data faktual yang terus dijaga terkait hulu migas. Ini data produksi energi kita di Indonesia. Kalau tidak cukup, kita impor dan terus melakukan eksplorasi,” terang Fauzan.

Fauzan menjelaskan, data-data itu muncul di beberapa dashboard yang ada di ruang IOC, seperti dashboard operasi produksi,  dashboard drilling, dashboard maintenance, dashboard perkapalan dan lain-lain. 

“Di sini hanya ditunjukkan empat dashboard saja sebagai sample. Sebenarnya ada puluhan dashboard di sini dengan ribuan turunannya, “ kata Fauzan.

Menurut Fauzan, teknologi ini dikembangkan karena SKK Migas butuh ruang kolaborasi untuk memonitor semua hal terkait pengeboran, pengapalan, produksi dan lifting.

Baca Juga  SKK Migas - Mubadala Energy Umumkan Penemuan Gas Kedua di Blok South Andaman

“Biasanya kami meeting dipenuhi tumpukan kertas dari setiap divisi,” ujar Fauzan. 

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi dan Formalitas SKK Migas Sumbagsel, Syafei mengatakan, ruang IOC ini adalah kawasan terbatas. Hanya orang-orang tertentu dan mendapat izin yang boleh masuk.

“Jadi ini daerah terbatas. Sebelumnya kami bersama tim SKK Migas Pusat sudah beberapa kali berkomunikasi, agar rekan-rekan jurnalis bisa mendapat izin masuk dan melihat ruangan ini,” ungkap Syafe’i.

“Alhamdulillah rekan-rekan jurnalis bisa berkesempatan melihat ruang IOC SKK Migas ini. Tidak sembarang orang bisa berkunjung ke sini,” tambah Syafe’i. | DIA

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemkot Jambi Peringati Hari Kartini ke-147, Memperkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Nasional

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Lewat IIFS 2025

Nasional

Luar Biasa Pertamina EP Jambi Field Itu, Sabet Dua Penghargaan Nusantara CSR Award 2024

Nasional

OJK Terbitkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia Versi 2

Nasional

Kereeennn… SKK Migas Buka Booth di Ajang IPA Convex 2025

Nasional

Presiden Prabowo Perintahkan Panglima TNI dan Kapolri Ambil Tindakan Tegas Terukur

Nasional

Pemkot Jambi Juara 2 Nasional Ajang I-SIM 2025

Nasional

Kumpul-kumpul Buka Puasa Bersama, Alumni AKABRI 2000 Harap AHY Jadi Menko Polhukam