Home / Nasional

Minggu, 8 September 2024 - 23:14 WIB

Buya Mahyeldi Minta AKM Bangkitkan Kopi Minang

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengukuhkan Pengurus Asosiasi Kopi Minang (AMK) | ist

JAMBIBRO.COM – Pengurus Asosiasi Kopi Minang (AKM) periode 2024 – 2027 dikukuhkan oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi Provinsi Sumatra Barat.

Acara pengukuhan berlangsung Minggu 8 September 2024, dihadiri pejabat forkompinda, Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Kepala Dinas Perindag Sumbar, pejabat OJK dan Bank Indonesia Sumbar.

Gubernur Sumbar yang akrab dipanggil Buya itu berharap kopi Minang dapat berbicara di tingkat nasional bahkan internasional. Dia minta AKM bersama pemerintah dan stakeholder terkait berkolaborasi.

Baca Juga  Kopi "Anak Daro" Kerinci Picu Kontroversi

“Persoalan-persoalan yang jadi kendala selama ini harus diselesaikan dengan baik. Maraknya kedai kopi di berbagai kota di Sumbar, terutama Kota Padang, mampu menekan peredaran minuman keras,” ungkapnya.

Buya Mahyeldi menyebut, tren anak muda saat ini adalah minum kopi di kafe. Ini sudah menjadi lifestyle anak-anak muda di Indonesia, termasuk di Sumbar.

Ketua Asosiasi Kopi Minang (AMK), Akmal Yusmar, menyambut baik harapan orang nomor satu di Sumatra Barat itu. AMK saat ini menyoroti peran perhutanan sosial dalam mendorong bangkitnya kopi di Sumatra Barat, terutama di daerah hulu.

Baca Juga  Akmal Yusmar Nakhodai Asosiasi Kopi Minang, Mambangkik Batang Tarandam

Saat ini Perhutanan Sosial di Sumatra Barat mencakup luas 319.656 hektar dan melibatkan 186.083 kepala keluarga (KK).

Berdasarkan data BPS Sumbar tahun 2022, provinsi ini memproduksi 2.680 ton Kopi Arabika dan 11.090 ton Kopi Robusta setiap tahun, dengan nilai ekonomi sekitar Rp.726,8 miliar per tahun.

Akmal memaparkan, Kopi Arabika menyumbang Rp.227,8 miliar dan robusta Rp.499 miliar. Kawasan Perhutanan Sosial berpotensi menyumbang 10 – 15 persen, atau sekitar 72 – 109 miliar rupiah setahun.

Baca Juga  Kopi "Anak Daro" Kerinci Picu Kontroversi

Menurut Akmal, keberhasilan Hutan Kemasyarakatan Solok Radjo dan Hutan Nagari Sirukam, menjadi bukti.

Pengelolaan hutan berkelanjutan di bawah tren global, seperti European Green Deal dan kebijakan Deforestation-Free Supply Chains, harus mendapat dukungan penuh dari dinas provinsi hingga kabupaten/kota untuk memastikan produksi kopi di Sumatra Barat ramah lingkungan, bebas deforestasi dan siap bersaing di pasar global. | DIA

Share :

Baca Juga

Nasional

OJK Ajak Wanita Disabilitas Manfaatkan Media Sosial Wujudkan Keuangan Inklusif

Nasional

Wali Kota Maulana Dorong Sinergi Antar Kota di Sumbagsel

Nasional

PHR Zona 1 Dapat Penghargaan PROPER, Dua Field Terima Kategori Emas

Nasional

Evaluasi Percepatan Konstruksi OPLA, Danrem 042: Harus Selesai Tepat Waktu

Nasional

Kunjungi Pasar Rakyat Merangin, Presiden Jokowi Bagi-Bagi Duit dan Sembako

Nasional

Danrem 042/Gapu Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bangkit

Nasional

Persatuan Ummat Islam PUI Dukung Kemenlu Perkuat Diplomasi Dunia Islam

Nasional

BI dan OJK Luncurkan Hackathon 2025