Home / Politik / Reportase

Kamis, 4 April 2024 - 14:58 WIB

Kemas Alfarabi Sarankan Keluarga “Dokter Dituduh Maling” Minta Bantuan Komnas HAM

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kemas Alfarabi

JAMBIBRO.COM – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Bidang Hukum dan Pemerintahan, Kemas Alfarabi, menanggapi kasus kecelakaan yang berakibat meninggalnya dr Dwi Fatimahyen, warga Kelurahan Pasir Panjang, Kota Jambi.

Menurut Alfarabi, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh. Keluarga korban dapat menempuh langkah hukum, membuat pengaduan ke kepolisian. Dari laporan itu akan dicari berkas pendukung kronologinya.

Alfarabi menyebut, pengejaran mobil korban relatif jauh, diperkirakan lebih dari 25 kilometer, dari Perumahan Pondok Cipta di Kawasan SPN Sebapo ke Kecamatan Sekernan.

Baca Juga  Banyak Infrastruktur Tak Optimal, Komisi III DPRD Provinsi Jambi ke Pusat

“Tentunya banyak alat bukti, seperti CCTV di sepanjang jalur SPN – Simpang Paal 10 – Simpang Rimbo – Simpang Aurduri – Jembatan Aurduri hingga ke lokasi kecelakaan di Sekernan,” kata Alfarabi.

Alfarabi menjelaskan, menurut UU ITE, CCTV termasuk barang bukti elektronik dan dapat menghindari keterangan sepihak.

“Pihak korban jika merasa dizalimi dan difitnah dapat melaporkan kasus ini ke Komnas HAM. Meskipun Jambi belum memiliki kantor Perwakilan Komnas HAM, namun dapat difasilitasi di kantor WALHI Jambi,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Jambi Akui Kelemahan Pemerintah di Hadapan Paripurna DPRD

Alfarabi berharap Polri meningkatkan kinerja pelayanan publik. Dalam penanganan kasus ini mengedepankan transparansi, objektivitas  dan profesionalisme.

“Karena ini masuk ranah hukum, diharapkan ada bantuan advice dari teman-teman advokat dalam pendampingan hukum kepada keluarga korban untuk mendapatkan keadilan,” ungkapnya.

Alfarabi juga menyampaikan kesedihan dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Apalagi kejadian tersebut cukup tragis.

“Seorang dokter yang memiliki profesi mulia diteriaki maling oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab,” ucap Alfarabi.

Baca Juga  Ketua DPRD Provinsi Jambi dan Hiswana Migas Bahas Elpiji dan BBM Jelang Nataru

Alfarabi minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) jangan diam saja. Harus ada titik terang keadilan lewat proses hukum. Diharapkan kejadian seperti itu tidak terulang lagi dimasa mendatang.

Seperti diketahui, seorang dokter muda, Dwi Fatimahyen (29) meninggal dunia setelah menabrak tiang listrik di Jalan Lintas Jambi – Riau, Sekernan, Muarojambi.

Kecelakaan terjadi karena korban dikejar oleh polisi dan warga yang menuduhnya maling. Sebelum kecelakaan, tampak korban dikejar oleh anggota polisi dalam video yang viral di media sosial. | DIA

Share :

Baca Juga

Reportase

Aparat Polda Jambi Halangi Kerja Wartawan, Pelecehan…

Reportase

OJK : Pengaturan Bunga Pinjaman Daring untuk Lindungi Konsumen

Reportase

28 Tahun Polda Jambi, Narkoba Tantangan Terbesar

Reportase

Nomor Ijazahnya Dicatut, Endres Chan “Tantang” Amrizal

Reportase

Bupati Muaro Jambi Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada Ahli Waris Mantan Kades Kasang Pudak

Reportase

Polisi Buru 9 Tersangka Pembakaran Kotak Suara

Reportase

Imigrasi Gagalkan Upaya WNA Myanmar Miliki Paspor Indonesia

Reportase

Laporan Endres Chan di Polda Jambi Sebulan Lebih Tak Jelas Ceritenye…