Home / Reportase

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Dialog Tanpa Sekat, PKS Jambi Buka Ruang Komunikasi Pemuda

Bidang Kepemudaan DPW PKS Jambi bersilaturahmi dengan pengurus PMKRI Jambi, di Kopi Kenangan, Sabtu sore | noe

Bidang Kepemudaan DPW PKS Jambi bersilaturahmi dengan pengurus PMKRI Jambi, di Kopi Kenangan, Sabtu sore | noe

SUASANA di Kopi Kenangan pada Sabtu 12 September 2026 sore terasa begitu hangat. Gelak tawa dan obrolan hangat mencairkan suasana. Tidak ada kesan kaku, apalagi jarak.

Sore tadi Bidang Kepemudaan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jambi menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Provinsi Jambi.

Pertemuan di kedai kopi ini menjadi bukti nyata, PKS Jambi terus merajut komunikasi dan keakraban dengan pelbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) di tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. PKS Jambi ingin membuka ruang dialog seluas-luasnya. Mereka membahas persoalan generasi muda hingga dinamika sosial-politik lokal.

Dari pihak PKS Jambi, hadir Ketua Bidang Kepemudaan Habibullah dan Sekretaris Azizan. Sementara, PMKRI Provinsi Jambi dihadiri jajaran pengurus inti. Ada Ivan selaku ketua, Agnes sekretaris, dan Chia bendahara.

Diskusi mengalir santai, namun penuh isi. Kedua belah pihak bertukar gagasan mengenai banyak hal. Mulai dari iklim politik daerah hingga pentingnya wadah diskusi bagi pemuda dari beragam latar belakang.

Baca Juga  Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Tanam Pohon di Kumpeh

Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jambi, Habibullah, menyampaikan pandangannya mengenai langkah ini. Menjalin silaturahmi dengan elemen pemuda adalah hal mutlak untuk memahami persoalan riil di tengah masyarakat.

Habibullah menegaskan, partainya tidak pernah membatasi diri. PKS ingin merangkul seluruh kelompok, tanpa memandang perbedaan latar belakang atau garis pemikiran.

“PKS terbuka untuk semua agama dan golongan. Kami ingin membangun komunikasi dengan berbagai elemen kepemudaan, termasuk organisasi yang mungkin memiliki perspektif berbeda dengan kami. Perbedaan bukan alasan untuk berhenti berdialog,” ujarnya.

Bagi PKS Jambi, keberadaan OKP sangat strategis. Organisasi pemuda adalah tempat nyaringnya suara aspirasi. Mereka juga menjadi penyeimbang yang rajin memberi kritik kepada partai politik.

Suara-suara kritis itulah yang justru dinanti. PKS Jambi menjadikannya sebagai cermin untuk evaluasi diri.

Baca Juga  Penjualan Suzuki Dukung Ekonomi Nasional, 81% Produksi Lokal

“Kami memandang suara kritis OKP bukan sesuatu yang harus dihindari. Kami percaya, ketika sebuah kritik lahir dari perenungan mendalam dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat, maka kritik itu pada dasarnya adalah masukan murni untuk kebaikan semua pihak,” kata Habibullah.

Habibullah sadar betul bahaya “ruang gema” internal. Keterbukaan terhadap kritik pihak luar membuat PKS tetap membumi dan adaptif.

“Kami juga ingin mendapatkan potret eksternal tentang bagaimana PKS dipandang. Apa yang sudah baik harus dipertahankan. Sementara, hal-hal yang masih menjadi kekurangan, akan menjadi bahan evaluasi. Bagi kami, mendengar kritik adalah bagian dari upaya untuk terus berbenah,” ujarnya.

Perbincangan itu tidak melulu soal politik praktis. Isu-isu riil yang dihadapi anak muda zaman sekarang turut dikupas. Mulai dari minimnya ruang-ruang partisipasi, tantangan perubahan zaman, hingga dinamika sosial pemuda di daerah.

PKS Jambi dan PMKRI Provinsi Jambi sepakat pada satu hal. Ruang perjumpaan seperti ini harus lebih sering hadir di Jambi.

Baca Juga  Meriahkan Lima Dekade Perjalanan RGE, Asian Agri Gelar Bakti Sosial

Habibullah menekankan, sebuah dialog tidak harus berujung pada kesepakatan bulat. Yang terpenting adalah proses saling menyimak dan menghargai jalan pikiran masing-masing.

“Kita tidak harus selalu sepakat dalam setiap hal. Yang penting kita punya ruang berbicara, saling mendengar dan menghargai. Dari dialog seperti inilah kita bisa menemukan perspektif baru dan membangun solusi yang lebih baik,” jelas Habibullah.

Pertemuan di Kopi Kenangan ini barulah sebuah awal. PKS Jambi berkomitmen untuk terus melanjutkan ikhtiar merangkul pelbagai OKP lainnya di masa mendatang.

Bagi PKS Jambi, mendekati OKP bukan agenda seremonial belaka. Ini adalah jalan panjang untuk menghadirkan politik yang lebih terbuka, ramah dialog, dan menghargai kebhinekaan.

Dari cangkir-cangkir kopi dan dialog yang hangat ini, benih gagasan segar diharapkan terus tumbuh. Demi kemajuan generasi muda dan masyarakat Jambi secara luas. | dod

Share :

Baca Juga

Reportase

Bawa Pulang 51 Medali, Jambi Tempati Peringkat 20 PON XXI Aceh – Sumut

Reportase

Bank Indonesia dan Perbankan di Jambi Buka Layanan Penukaran Uang Rupiah Baru

Reportase

Sudirman Buka Musprov KORMI Jambi 2024

Politik

Maulana – Diza dan Abdul Rahman – Guntur Memenuhi Syarat Administrasi

Politik

Mati-Matian Menjegal Romi Sang Petarung…

Daerah

Jelang Tahun Baru 2024 Stok dan Harga Sembako di Muarojambi Aman Terkendali

Reportase

Kemarau Berkepanjangan, Pemprov Jambi Gelar Salat Istisqa

Reportase

Prahara di Dinas PUPR, Al Haris Diminta Turun Tangan