JAMBIBRO.COM — Wakapolda Jambi, Brigjen Pol K Yani Sudarto menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jambi harus berjalan optimal. Ia bersama unsur terkait melakukan pengecekan hotspot karhutla di Posko Bandara Lama pada Sabtu 22 Agustus 2026.
Pengecekan dihadiri Danrem 042/Garuda Putih, Karo Ops Polda Jambi, Direktur Reskrimsus, Direktur Samapta, Dansat Brimob, serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi. Tujuannya untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan sesuai rencana, sekaligus mengevaluasi kinerja personel.
Yani Sudarto menyebut, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi terhadap rangkaian penanganan karhutla. Ia minta seluruh pihak tetap menjaga semangat sinergitas dan semangat anggota yang berada di lapangan.
Yani menegaskan, berbagai langkah telah dijalankan secara masif, pencegahan maupun penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Saat ini sudah ada tujuh kasus yang diproses dengan 8 orang tersangka.
Selain penegakan hukum, Yani menyebut Maklumat Kapolda Jambi terkait pencegahan dan penanganan Karhutla juga telah dijalankan. Ini akan terus dievaluasi bersama forkopimda, termasuk langkah-langkah lain yang perlu disusun dan laksanakan bersama.
Menurutnya, setiap penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan proses gelar perkara. Sinergitas antarlembaga akan terus diperkuat dalam menghadapi potensi Karhutla di lapangan.
“Dari hasil penyelidikan, semuanya kita proses melalui gelar perkara dan tahapan lainnya. Ke depan kita akan bersama-sama dengan Danrem dan seluruh Satgas untuk terus memberikan dukungan kepada anggota di lapangan,” ungkapnya.
Yani menambahkan, dukungan terhadap personel di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla berjalan maksimal. Ia menekankan pentingnya kecepatan dan keterpaduan dalam setiap langkah.
Polda Jambi bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi. Pemantauan hotspot, pencegahan, penanganan di lokasi kejadian, serta penegakan hukum akan dijalankan guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. | DOD







