Home / Reportase

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Ketika SKK Migas – MontD’Or Sulap Jemari Emak-Emak Mengupeh Jadi Mesin Rupiah

SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd dorong UMKM Desa Mengupeh meningkatkan kualitas Batik Lipe | tim

SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd dorong UMKM Desa Mengupeh meningkatkan kualitas Batik Lipe | tim

JAMBIBRO.COM — Di Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, ada sebuah sanggar batik yang kini menjadi pusat semangat baru bagi ibu-ibu PKK. Sanggar itu berdiri di samping kantor desa.

Tangan-tangan yang biasanya sibuk mengurus rumah tangga, kini menorehkan lilin cair di atas kain putih, menciptakan motif-motif yang sarat makna.

Dari proses sederhana itu lahirlah Batik Lipe —karya yang diharap menjadi ikon desa, sekaligus sumber penghidupan baru.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mengupeh, Pariati, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang datang dari SKK Migas dan MontD’Or Oil Tungkal Limited.

Mereka baru saja mendapatkan bimbingan teknis membatik dari SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd, Rabu 15 Juli 2026.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia dan menunjang perekonomian keluarga. Kami juga berharap kegiatan ini berkelanjutan dan Batik Lipe dapat dikenal masyarakat luas,” ujar istri Kepala Desa Mengupeh itu.

Peserta bimtek, Intan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian SKK Migas – MontD’Or terhadap perekonomian warga. Ia menaruh harapan besar program pemberdayaan ini mampu mendongkrak kesejahteraan hidup masyarakat Desa Mengupeh.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas diadakannya kegiatan membatik ini. Kami berharap hasilnya bisa menambah pendapatan keluarga, dan menyejahterakan masyarakat Desa Mengupeh,” tutur Intan.

Kader PKK Desa Mengupeh ini mengaku materi pelatihan yang diberikan sangat aplikatif bagi para perajin pemula. Fokus utama pengajaran kali ini terletak pada visualisasi kearifan lokal ke dalam motif kain.

“Kalau materi yang diajarkan sekarang ini tata cara membatik, mencetak, mewarnai, dan pembuatan pola. Pembuatan pola lebih diutamakan. Pola gambarnya nanti dituangkan dalam model batik. Nanti itulah yang menjadi ikon batik Desa Mengupeh,” jelas Intan.

Baca Juga  Pemkot Jambi Gembleng Ribuan PPPK Tenaga Guru dan Kesehatan

Intan merasakan adanya perbedaan kualitas pembekalan yang signifikan pada program kemitraan kali ini. Kalau yang kemarin cuma sekadar bentuk polanya saja. Kalau sekarang lebih mendalam dan lengkap.

Pengalaman serupa juga dirasakan Marlina Mutiara, sesama kader perempuan yang baru pertama kali bergabung dalam pelatihan. Ia turut melayangkan rasa terima kasih kepada pemerintah desa serta manajemen perusahaan migas tersebut.

Baginya, pendampingan dari nol ini memberikan pemahaman taktis mengenai peluang usaha baru.

“Terima kasih untuk kegiatan membatik ini. Kami yang belum mengerti tentang membatik, akhirnya bisa belajar dan bisa untuk menambah pendapatan,” ungkap Marlina.

Marlina menjelaskan, ia dan kelompoknya merupakan bagian dari rombongan baru yang dikader untuk menjadi perajin penerus. Pendampingan langsung oleh instruktur sejak tahap awal sangat membantu mereka memahami kerumitan proses membatik.

“Kalau rombongan kami ini baru. Jadi, untuk mengikuti kegiatan membatik ini baru pertama kali,” terang Marlina.

Proses transformasi dari selembar kain putih polos menjadi kain bermotif indah bernilai tinggi memberikan kepuasan emosional tersendiri bagi para ibu. Marlina mengaku sangat terbantu dengan metode praktik langsung yang diterapkan selama kelas berlangsung.

Rasa bangga terpancar dari para kader yang kini telah memahami rantai nilai dari produksi kerajinan tradisional ini. Pengetahuan baru tersebut juga mengubah cara pandang mereka terhadap nilai ekonomis dari sebuah karya seni batik.

Kreativitas para peserta kini semakin terasah berkat teknik modifikasi warna dan pola yang diajarkan oleh pemateri. Ibu-ibu PKK Desa Mengupeh memendam impian, suatu hari nanti seluruh kader PKK dapat mengenakan busana hasil karya mandiri.

Baca Juga  Debat Pilgub Jambi, Romi Paparkan Program Merakyat

Kebebasan berekspresi dalam mendesain motif menjadi motivasi tambahan bagi komunitas perempuan di Desa Mengupeh. Mereka optimistis produk eksklusif yang dihasilkan nantinya mampu merepresentasikan keunikan desa secara luas.

Melalui pelatihan terarah ini, diharapkan Batik Lipe dikenal sebagai produk edisi terbatas yang dicari para kolektor. Keunikan motif inilah yang diproyeksikan menjadi komoditas unggulan Desa Mengupeh di masa depan.

Dari sisi teknis, materi pelatihan difokuskan pada pengayaan dan pengembangan motif yang sudah ada sebelumnya. Pemateri mengombinasikan teknik tradisional dengan pendekatan modern yang lebih efisien.

Pemateri, Upkha Arkya Satria Pradana dari usaha Batik Tebo Riski Danang memaparkan metode pengajaran yang diterapkannya kepada para peserta. Ia berusaha mengembangkan batik yang sebelumnya sudah pernah ada, motif Lipe.

“Motif Lipe akan dikembangkan untuk bisa diproduksi, dipasarkan ke daerah-daerah, dan dipamerkan ke kabupaten-kabupaten,” kata Upkha yang akrab disapa Danang.

Proses produksi yang diajarkan menggabungkan dua teknik utama dalam dunia perbatikan nasional. Kombinasi pola baru ini sengaja diciptakan untuk memberikan karakteristik unik pada hasil akhir kain.

“Yang diajarkan sekarang itu ada proses batik cap dan batik tulis. Tekniknya dan bahan-bahannya. Tekniknya kami kombinasi dari batik cap Tebo dengan motif kecamatan sini,” rinci Danang.

Metode penataan pola juga mengalami pembaruan yang signifikan agar terlihat lebih rapi dan bernilai estetika tinggi. Penggunaan bahan pewarna berkualitas dipilih untuk menjamin mutu produk.

Baca Juga  Libatkan Ketua RT, Pemkot Jambi Perkuat Basis Data Kemiskinan untuk Program “Kartu Bahagia”

“Iitu pola baru. Jadi teknik sebelumnya acak-acak. Sekarang tekniknya batik cap tapi dikolaborasi dengan motif yang sudah ada. Itu yang kami matangkan,” jelas Danang.

Pemilihan jenis zat pewarna tertentu terbukti mempermudah proses pengerjaan bagi para perajin pemula. Danang mengapresiasi antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para ibu peserta pelatihan.

“Untuk bahan baku kami pakai pewarna khusus, Remasol. Warnanya lebih tajam, lebih bagus. Proses pembuatannya lebih simpel pengerjaannya,” terangnya.

Danang optimis usaha kerajinan ini memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan. Formula bisnis yang diajarkannya dirancang agar para pelaku usaha mikro dapat memperoleh keuntungan dengan cepat.

“Alhamdulillah sangat semangat ibu-ibu di sini. Terus ada inovasi baru, peluang mereka terbuka lagi. Membatik sekarang lebih gampang dan simpel, tidak terlalu ribet,” puji Danang.

Kemudahan proses produksi dan kecepatan pemasaran menjadi kunci utama dalam strategi pembinaan kali ini. Danang membagikan rahasia suksesnya yang merangkum berbagai teknik dari pusat-pusat batik di Jawa.

“Prospek ke depan insyaallah tetap berjalanl. Bisa maju, karena teknik yang saya ajarkan sekarang ini bagaimana bisa balik modal. Lebih cepat prosesnya. Lebih cepat pemasarannya,” paparnya.

Perjalanan karier Danang di dunia perbatikan juga dimulai dari bawah dengan mempelajari berbagai karakter khas daerah. Pengalaman empiris itulah yang kini ia tularkan kepada para perajin di Kabupaten Tebo.

Respons positif dan rasa syukur mengalir deras dari para peserta pelatihan yang merasakan manfaat langsung. Mereka berharap keterampilan baru ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Bupati Dillah Tegaskan, Investasi di Tanjabtim Wajib Bersih dan Bebas Pungli

Reportase

Wali Kota Maulana Sambut Kepulangan Bupati Tanah Laut Asal Jambi

Reportase

Polisi dan Satpol PP Gerebek Rumah Kos Siang Bolong

Reportase

UIN STS Jambi Menangkan Sengketa Tanah Kampus I Telanaipura

Reportase

Penambang Emas Ilegal Hanyut di Sungai Pemetai

Reportase

Alasan Keluar Kota, Ko Apek Tak Penuhi Panggilan Penyidik

Reportase

Jambi Raih Lagi Emas PON XXI Aceh – Sumut, Kali Ini dari Petanque

Politik

Di Luar Dugaan, Pengantar Romi – Sudirman Membludak, Datang Sendiri Tanpa Ada Seragam…