Home / Reportase

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:20 WIB

Bupati Muaro Jambi Minta Pengusaha Jangan Takut Berbagi Data

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Muaro Jambi, Rabu | dki-mj

Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Muaro Jambi, Rabu | dki-mj

JAMBIBRO.COM — Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), minta seluruh pelaku usaha di wilayahnya agar memberikan data valid kepada petugas lapangan.

Data akurat sangat dibutuhkan oleh pemerintah, untuk memetakan dinamika ekonomi daerah secara utuh.

Imbauan tersebut disampaikan BBS saat meresmikan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Muaro Jambi, Rabu 24 Juni 2026.

Acara ini dihadiri forkopimda, Kepala BPS Provinsi Jambi, Kepala BPS Muaro Jambi, para kepala OPD, instansi vertikal, asosiasi pengusaha, dan akademisi.

BBS mengapresiasi jajaran BPS Muaro Jambi, karena telah memulai pendataan dari rumah ke rumah sejak 15 Juni 2026. Ia menegaskan, agenda nasional 10 tahunan ini merupakan mandat langsung dari UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Baca Juga  Dengar Kabar Ada Jembatan Rusak, Bachyuni Langsung OTW

Pemerintah nantinya akan menggunakan hasil akhir sensus lintas sektoral ini sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi. Dokumen kebijakan tersebut akan diterapkan baik untuk skala pusat maupun program pembangunan di daerah.

“Data yang diberikan kepada petugas sensus adalah investasi yang manfaatnya akan kembali kepada kita sendiri. Pemerintah sangat membutuhkan gambaran aktivitas ekonomi yang menyeluruh, mutakhir, dan valid, untuk menyusun strategi terbaik memajukan usaha serta perekonomian masyarakat,” ujar BBS.

Baca Juga  Pemkab Muaro Jambi Komitmen Sukseskan Pembangunan Tol Jambi – Rengat Fase I

BBS memaparkan potret lama daerah berdasarkan hasil pendataan Sensus Ekonomi 2016. Saat itu tercatat ada sekitar 26 ribu unit usaha non-pertanian yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Sektor perdagangan mendominasi data lama dengan persentase mencapai 55 persen dari total usaha. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menyusul di angka 14 persen, serta industri pengolahan sebesar 11 persen.

Namun, peta kekuatan ekonomi tersebut diyakini telah bergeser sangat jauh pada kondisi riil saat ini. Kehadiran berbagai bisnis digital berbasis internet memicu lahirnya perubahan lanskap ekonomi yang sangat pesat.

BBS juga merespons laporan mengenai adanya sebagian pelaku usaha di lapangan yang masih enggan didata. Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir atau cemas terhadap proses pendataan ini.

Baca Juga  Bachyuni Deliansyah Minta Para Guru Jadikan O2SN, FLS2N dan PKPS Bahan Evaluasi

Pihak BPS secara hukum wajib menjaga serta menjamin kerahasiaan seluruh data individu milik setiap responden. Jaminan keamanan informasi tersebut diperkuat oleh Surat Edaran Bersama Mendagri dan BPS Nomor 500.2/4680/SJ Nomor 1 Tahun 2026.

BBS secara khusus minta kesediaan para pelaku usaha skala besar untuk bersikap kooperatif. Mereka diharapkan memberikan jawaban yang jujur apa adanya agar potret ekonomi daerah tergambar secara riil. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

ARB ke DPP, Jalan CE Tak Terbendung

Reportase

Senja Kembali Menyala, Lansia Kota Karang Temukan Harapan Bersama Pertamina EP

Reportase

Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Studi Banding ke Yogyakarta, Ini Hasilnya…

Nasional

Rumah Sakit Pemerintah Diminta Layani Pasien VIP, Dirjen Yankes : Jangan BPJS Terus…

Reportase

Eksekusi Lahan Berujung Bentrok, Polisi Amankan Massa Bawa Sajam dan Molotov

Reportase

Wali Kota Jambi Tegaskan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Bagi “Kampung Bahagia”

Reportase

Sadisss… Anggota DPRD Provinsi Jambi Dikeroyok Mertua dan Istri

Reportase

Optimisme DPMPTSP Kota Jambi Kejar Target Investasi Rp1,5 Triliun Tahun 2026