JAMBIBRO.COM — Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Dillah Hikmah Sari, terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan nasib para petani dan komoditas perkebunan unggulan daerahnya di level nasional.
Langkah nyata ini dibuktikan melalui agenda koordinasi dan konsultasi strategis yang berpusat di Aula Bappenas, Senopati, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut difokuskan untuk membahas peta jalan pengembangan komoditas kelapa serta perumusan mekanisme kerangka pendanaan yang adaptif.
Kedatangan rombongan kepala daerah dari Provinsi Jambi ini diterima oleh Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas, sekaligus Ketua Satgas Perencanaan dan Percepatan Hilirisasi Kelapa, Sukmo Harsono.
Dialog dua arah ini dirancang secara khusus, guna memperkuat arah kebijakan pengembangan budidaya kelapa secara makro di wilayah Tanjung Jabung Timur.
Selain itu, poin krusial yang dibahas mencakup penyusunan formula dukungan investasi dari pemerintah pusat untuk mendongkrak daya saing produk turunan kelapa.
Pemerintah Kabupaten Tanjabtim berambisi agar komoditas kelapa dalam tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah yang minim nilai ekonomis.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung kelapa dalam terbesar di Indonesia, dengan luas hamparan perkebunan rakyat yang mencapai 63.000 hektar lebih.
Melalui program hilirisasi yang matang, potensi produksi yang diperkirakan melampaui angka puluhan ribu ton per tahun ini akan diarahkan pada industri pengolahan terpadu.
Angka produktivitas yang masif tersebut menjadi modal posisi tawar yang kuat bagi daerah, saat berhadapan dengan jajaran perumus kebijakan fiskal di Jakarta.
Demi mematangkan implementasi program kerja lintas sektor ini, Bupati Dillah memimpin langsung delegasi yang terdiri atas para pejabat lintas hierarki instansi.
Dari unsur pemerintahan tingkat Provinsi Jambi tampak diwakili oleh Kepala Bappeda Agus Sunaryo, bersama Kabid Perekonomian dan SDA Ahmad Subhan.
Hadir pula memperkuat barisan daerah, Kabid Produksi Perkebunan Dinas Perkebunan Adi Guna, serta Kasubbid PSDA Bappeda Febri Suherdiansyah.
Formasi tersebut dilengkapi oleh kehadiran Kasubbid Evdal Bappeda Ilham Akbar, serta unsur fungsional Peneliti BRIDA Provinsi Jambi, Adi Rahman.
Sementara itu, jajaran pejabat internal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur tampak hadir memberikan pengawalan ketat. Di antaranya Ketua DPRD Zilawati, Wakil Ketua DPRD Hasnibar, serta Kepala Bappeda Ali Fahrudin.
Tampak mendampingi pula Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Riko Yudawirya bersama Kabag Administrasi Pembangunan Desi Herdianti.
Unsur kemitraan swasta juga ikut dilibatkan dengan hadirnya perwakilan dari lembaga Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara Muda.
Menariknya, agenda lobi pembiayaan ini juga membangun aliansi strategis dengan daerah tetangga melalui kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Daerah tetangga tersebut mengirimkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Riduwan untuk menyamakan persepsi tata niaga regional.
Dillah Hikmah Sari menaruh harapan besar agar hasil dari rumusan kerja di meja Bappenas ini dapat melahirkan ekosistem perkebunan kelapa yang berkelanjutan.
Dukungan modal dan teknologi dari pusat dinilai menjadi stimulan utama untuk mempercepat berdirinya pabrik-pabrik pengolahan di desa.
Sinergi yang kokoh dari seluruh pemangku kepentingan dipercaya akan menjadi kunci pembuka kesejahteraan bagi ribuan kepala keluarga petani kelapa.
Muara akhir dari lompatan industri hilir ini diproyeksikan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh bagi daerah. | DOD




















