Home / Reportase

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:11 WIB

Media Field Trip SKK Migas – KKKS – FJM Jambi Perkuat Komitmen

JAMBIBRO.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Media Field Trip.

Kegiatan difokuskan pada penguatan komitmen aspek keselamatan kerja (HSSE) serta dampak nyata program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perhelatan berskala besar ini dipusatkan di Wilayah Kerja Zona 1 Field Jambi, menggandeng 60 jurnalis dari berbagai media massa lokal pada Selasa, 23 Juni 2026.

Melalui kunjungan lapangan ini, kemitraan strategis antara pelaku industri hulu migas dan insan pers diharapkan terjalin semakin kokoh serta menjadi wadah edukasi yang objektif.

Sejak pagi hari, para awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi telah berkumpul di Kantor Lapangan Field Jambi untuk memulai seluruh rangkaian agenda ketat.

Mengingat sektor hulu migas dikategorikan sebagai lingkungan kerja berisiko sangat tinggi (high risk), urusan keselamatan jiwa menjadi aturan mutlak yang wajib dipatuhi.

Setiap jurnalis yang hadir diwajibkan menjalani tahapan penapisan kesehatan melalui proses Daily Check Up medis komprehensif sebelum diizinkan menginjakkan kaki di area kilang.

Tim medis melakukan pengecekan tekanan darah, pengukuran suhu tubuh, hingga pemeriksaan fisik umum guna memastikan stamina para wartawan dalam kondisi prima.

Usai seluruh peserta dinyatakan lolos skrining kesehatan, acara seremonial pembukaan dimulai dengan penyampaian arahan keselamatan (safety briefing) dan doa bersama. Hal ini dilakukan demi memitigasi segala potensi bahaya serta kecelakaan kerja yang mungkin timbul selama peninjauan langsung di lokasi sumur.

“Industri hulu migas punya risiko tinggi. Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Karena itu kami terapkan standar HSSE yang sama untuk semua, baik pekerja, tamu, maupun rekan media,” ujar perwakilan Fungsi HSSE Pertamina EP Jambi saat membuka safety briefing.

Petugas memberikan rincian instruksi keselamatan secara detail mengenai penunjuk jalur evakuasi darurat, penentuan titik kumpul aman, petunjuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta daftar barang terlarang.

Di tempat yang sama, Pjs Manager Jambi Field, Alfian Mayando, memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada para jurnalis atas konsistensi mereka dalam mempublikasikan berita ketahanan energi.

“Media mitra strategis, publik perlu tahu operasi migas yang Aman dan bertanggung Jawab”, kata Alpian.

Alpian menambahkan, program kunjungan lapangan ini menjadi cermin komitmen keterbukaan informasi publik dari pihak korporasi. Kerja sama yang sinergis antara institusi negara dan media massa dinilai krusial dalam mengawal pembangunan infrastruktur di daerah Jambi.

Baca Juga  Cueki Masukan Dewan Pers, Bapak Pecinta Topi Cowboy Ini Berulah Lagi…

“Terima kasih. Media field trip ini bukti kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan industri serta keberlanjutan bagi pembangunan daerah,” sambung Alpian.

Menurutnya, pemahaman warga mengenai operasional migas yang kompleks harus dibangun melalui penyebaran berita yang berbasis pada fakta riil. Kehadiran wartawan di lapangan diharapkan mampu mengikis stigma negatif serta kekhawatiran yang keliru di tengah publik.

“Mengajak jurnalis melihat lebih dekat bagaimana komitmen kami menanggulangi keadaan darurat. Transparansi seperti ini penting agar masyarakat punya gambaran utuh, bukan sekadar persepsi. Kontribusi rekan media sangat penting mengawal pemberitaan energi yang akurat, berimbang, dan mendidik publik. Tanpa media, narasi positif industri migas tidak akan sampai ke masyarakat luas,” katanya.

Ia menggarisbawahi pentingnya posisi jurnalis dalam mata rantai bisnis energi nasional sebagai jembatan informasi yang terpercaya. Pengamatan langsung pada proses eksplorasi diharapkan bisa memperkaya perspektif penulisan rilis berita ke depan.

Ketua FJM Jambi, Mursyid Sonsang, turut memberi pandangan bahwa agenda edukasi ini menjadi kesempatan emas bagi anggotanya untuk melihat kenyataan operasional secara jernih.

Mursyid mengisahkan kembali sejarah pertumbuhan Forum Jurnalis Migas Provinsi Jambi yang terus berkembang pesat sejak pertama kali dideklarasikan pada 2014 silam.

Organisasi profesi ini awalnya hanya beranggotakan 17 jurnalis pelopor, namun saat ini jumlah keanggotaan aktifnya telah meluas hingga menyentuh angka 59 orang. FJM Jambi diposisikan sebagai rekan kerja utama SKK Migas Sumbagsel dan KKKS dalam menyajikan berita minyak dan gas secara berimbang serta bebas hoaks.

Kunci bertahannya wadah pers ini terletak pada konsistensi penegakan regulasi internal organisasi secara tegas dan disiplin tinggi. Sikap lugas dibuktikan dengan pemberian sanksi pencopotan keanggotaan bagi beberapa media yang dinilai melanggar komitmen publikasi rilis resmi saat rapat kerja di Lubuklinggau.

“Kami membangun organisasi dengan kebersamaan, tegas dan terukur. Sikap tegas itu juga diterapkan saat evaluasi. Beberapa media dikeluarkan dari keanggotaan saat rapat evaluasi di Linggau. Alasannya karena tidak aktif memuat rilis berita. Tidak pernah satupun memuat rilis sehingga kami keluarkan dari keanggotaan FJM,” ujar tokoh pers senior itu.

Meski menerapkan pengawasan internal yang selektif, Mursyid menjamin independensi ruang redaksi masing-masing wartawan tetap dijaga dan dihormati sepenuhnya. Setiap jurnalis memiliki kebebasan penuh mengolah berita kritis, asalkan tetap mematuhi asas konfirmasi kepada narasumber berwenang agar tulisan bernilai adil.

Bagi kalangan jurnalis, kesempatan emas masuk ke instalasi vital negara ini menjadi modal berharga untuk memperkaya akurasi karya jurnalistik mereka. Informasi yang ditulis tidak lagi sekadar asumsi, melainkan bersandarkan pada himpunan data primer serta fakta riil yang mereka saksikan sendiri.

Baca Juga  Beri Semangat 830 Guru PPPK, PKS Dorong Pemerataan dan Insentif Daerah Terpencil

Apresiasi penutup dari pihak regulator disampaikan oleh Kurnia Ari Wijayanti yang hadir mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwijianto serta Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Syafei Syafri.

Kurnia melayangkan ucapan terima kasih kepada jajaran KKKS atas dedikasi tinggi dalam menyukseskan program kerja yang telah dirancang bersama ini.

“Semoga kita semua mendapat nilai tambah atas kegiatan kali ini. Apresiasi setinggi-tingginya kepada KKKS atas komitmennya melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan,” ujarnya.

Kurnia menyebut, kunjungan massal ini merupakan bagian dari investasi sosial jangka panjang industri hulu migas yang nilainya sangat berharga. Sektor ini sadar kelancaran operasional pengeboran di daerah sangat bergantung pada kelancaran jalinan komunikasi dengan berbagai instansi dan elemen publik.

“Ini investasi hulu migas tidak hanya industri. Kami memandang penting investasi kita,” katanya.

Pihak SKK Migas menitipkan misi edukasi publik kepada para kuli tinta terkait rangkaian proses bisnis yang panjang, mulai dari survei seismik hingga teknis pengeboran sumur baru.

Media massa dipandang sebagai instrumen paling efektif untuk mentransfer pengetahuan teknis tersebut menjadi bahasa yang mudah dicerna warga awam.

Kurnia juga berharap para jurnalis aktif memberitakan program Peningkatan Perekonomian Masyarakat (PPM) yang digulirkan korporasi. Program tanggung jawab sosial tersebut menjadi bukti nyata kehadiran industri ekstraktif ini membawa dampak kesejahteraan langsung bagi warga sekitar.

Dukungan kolektif dari masyarakat lokal sangat dibutuhkan agar iklim investasi hulu migas di wilayah Sumatra bagian selatan tetap stabil dan kondusif. Pihak SKK Migas saat ini tengah bergerak proaktif untuk menjaring lebih banyak investor global guna meningkatkan angka produksi energi nasional.

Pada sesi pembekalan materi, Fungsi HSSE Pertamina EP Jambi memberi pemaparan menyeluruh mengenai gambaran umum operasional di Zona 1 Field Jambi.

Topik edukasi mengupas alur distribusi minyak mentah dari mulut sumur menuju stasiun pengumpul, protokol proteksi pekerja, hingga sistem manajemen pengolahan limbah industri serta pemantauan emisi udara.

Acara juga diisi dengan demo ketangkasan pemadaman kebakaran bertajuk Atraksi Fire Ground HSSE di area Sport Center Kenali Asam Atas, Kota Jambi.

Para jurnalis disuguhi simulasi taktis penanggulangan keadaan darurat berupa pemadaman kobaran api besar yang berkecamuk di area sumur minyak rig.

Sembilan personel tim pemadam kebakaran Pertamina EP Jambi dengan pakaian antipanas lengkap memperlihatkan ketangkasan luar biasa dalam menjinakkan si jago merah dalam hitungan menit.

Baca Juga  Aprisal Resmi Jabat Sekretaris Inspektorat Muaro Jambi

Kecepatan manuver pembagian tugas evakuasi korban dan teknik pengisolasian gas beracun tersebut menuai decak kagum dari seluruh perwakilan FJM Jambi.

“Simulasi ini rutin kami lakukan. Tujuannya melatih reflek tim dan meyakinkan semua pihak bahwa aspek keselamatan bukan sekadar slogan, tapi budaya kerja,” jelas Koordinator Tim HSSE.

Agenda field trip dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berjalan dinamis antara para wartawan dan tim ahli keselamatan kerja.

Salah satu jurnalis melemparkan pertanyaan kritis mengenai langkah mitigasi konkret seandainya terjadi musibah kebakaran instalasi pipa gas di area pemukiman padat penduduk.

Perwakilan Fungsi HSSE Pertamina EP Jambi menjelaskan bahwa perusahaan memiliki standar ketat berupa batas waktu respon penyelamatan maksimal selama 15 menit.

Tim penolong terdekat akan langsung dikerahkan untuk melakukan sterilisasi area sumur sembari berkoordinasi dengan instansi pemadam kebakaran daerah.

Teknik pemadaman di lapangan akan dibedakan secara detail berdasarkan jenis material utama yang menjadi sumber kobaran api. Penyelamatan jiwa warga di sekitar area konflik api menjadi prioritas utama yang didahulukan sebelum melakukan pemulihan fasilitas aset industri.

“Apabila terjadi kebakaran di area masyarakat, evakuasi dilakukan setelah pemadaman,” ujarnya.

Petugas menambahkan, penggunaan media pemadam berupa air biasa hanya efektif digunakan untuk meredam kebakaran properti atau bangunan rumah warga.

Sementara untuk kasus kebakaran cairan minyak bumi, petugas wajib menggunakan cairan kimia khusus berbentuk busa (foam) guna memutus suplai oksigen pada api.

Rangkaian kegiatan edukasi intensif tersebut diakhiri dengan sesi istirahat dan makan siang bersama di Kantor Lapangan. Momen santai ini dimanfaatkan dengan baik oleh para kuli tinta dan pekerja lapangan untuk saling bertukar pikiran secara informal mengenai perkembangan industri energi terkini.

Di tempat terpisah, Officer HSE Hakon Sitompul dalam pemaparan teknisnya membenarkan bahwa target penjinakan api wajib mengacu pada standar operasi Pertamina yang tanpa toleransi. Ketepatan koordinasi tim di lapangan menjadi kunci utama agar insiden tidak meluas dan merusak ekosistem lingkungan sekitar.

“Targetnya jelas dan keras, sesuai Standar Operasi Pertamina, api harus padam dalam 15 menit,” ujar Hakon.

Pernyataan tersebut diamini oleh ERCM Officer, Herkiki Suko yang menegaskan bahwa latihan kebencanaan ini merupakan agenda wajib yang digelar secara berkala oleh PEP Jambi.

Uji kesiapsiagaan personel ini penting agar seluruh perangkat kerja selalu tanggap dalam menghadapi skenario terburuk di area kerja migas demi menjaga keselamatan bersama. | DOD

 

Share :

Baca Juga

Reportase

BBS dan Junaidi Mahir Ajak Warga Maju Bersama Bangun Muarojambi

Reportase

Sudirman Minta Dirlantas Polda Jambi Hentikan Sementara Angkutan Batu Bara

Reportase

Napi Lapas Jambi Dapat Remisi Natal, 2 Kasus Korupsi, 10 Kasus Narkotika

Reportase

Lima Rumah di Arab Melayu Ludes Terbakar

Reportase

Dirut Bank Jambi Bawa Gangguan Sistem Bank Jambi ke Ranah Hukum

Reportase

PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran

Reportase

119 Tenaga Kontrak Pemkot Jambi Resmi Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu

Reportase

PKK Muaro Jambi Tegaskan Kaum Ibu Berperan Penting Bentuk Karakter Generasi Bangsa