Home / Reportase

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:50 WIB

Kepercayaan Pasar Kunci Stabilitas Rupiah

Ilustrasi by Copilot

Ilustrasi by Copilot

JAMBIBRO.COM – Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menilai faktor paling menentukan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bukan semata-mata kekuatan intervensi pasar, tetapi bagaimana pemerintah dan otoritas ekonomi mampu mempertahankan kepercayaan pasar.

Menurutnya, pengalaman pelemahan rupiah yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada awal Juni 2026 menjadi pelajaran penting bahwa sentimen dan persepsi investor memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan mata uang.

“Dalam ekonomi modern, nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh angka-angka fundamental, tetapi juga oleh psikologi pasar. Ketika investor kehilangan keyakinan, mereka akan mencari aset yang dianggap lebih aman sehingga terjadi arus modal keluar dan permintaan terhadap dolar meningkat. Inilah yang memberikan tekanan pada rupiah,” ujar Noviardi, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baca Juga  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumber Baru Pertumbuhan Ekonomi Jambi

Ia menjelaskan, langkah Bank Indonesia melalui intervensi di pasar valuta asing, pengelolaan likuiditas, hingga penguatan instrumen moneter memang penting sebagai peredam gejolak jangka pendek. Namun, tanpa adanya pemulihan kepercayaan investor, kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Noviardi melihat adanya sinyal positif ketika memasuki pertengahan Juni 2026, di mana rupiah kembali menguat ke bawah level Rp18.000 per dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mengalami penguatan. Kondisi tersebut menunjukkan mulai kembalinya optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Baca Juga  Kunjungi PEP Jambi, Puluhan Mahasiswa Unja Dapat Pengetahuan Industri Hulu Migas

“Pasar pada dasarnya sedang menilai apakah Indonesia tetap memiliki kredibilitas ekonomi. Selama kebijakan fiskal terjaga, APBN kredibel, regulasi memberikan kepastian, dan pemerintah mampu menjaga komunikasi ekonomi secara konsisten, maka kepercayaan akan pulih,” jelasnya.

Ia menambahkan, secara fundamental Indonesia masih memiliki sejumlah faktor penopang yang kuat, antara lain neraca perdagangan yang masih mencatat surplus sekitar 4,17 miliar dolar AS, cadangan devisa mencapai 156,5 miliar dolar AS atau setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor, serta indikator risiko negara melalui Credit Default Swap (CDS) lima tahun yang masih berada pada level yang relatif terjaga.

Meski demikian, Noviardi mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan penguatan sementara rupiah. Menurutnya, menjaga kepercayaan pasar membutuhkan konsistensi kebijakan, transparansi pengelolaan fiskal, dan kemampuan pemerintah merespons dinamika ekonomi global.

Baca Juga  Emas Ilegal Rp3,2 Miliar Terendus di Merangin

“Stabilitas rupiah pada akhirnya adalah soal kepercayaan. Jika pasar percaya bahwa ekonomi Indonesia dikelola dengan baik dan prospeknya positif, modal akan masuk dan rupiah akan menguat secara alami. Tetapi jika kepercayaan terganggu, sebesar apa pun intervensi akan menghadapi batasnya,” tegas Noviardi.

Ia menilai tantangan pemerintah ke depan bukan hanya menjaga angka-angka makro ekonomi tetap sehat, tetapi juga memastikan adanya keyakinan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional berjalan konsisten dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku pasar. | DOD

Share :

Baca Juga

Reportase

Barisan Keluarga Budi Setiawan Gelar Tanding Domino Berhadiah Puluhan Juta

Reportase

Diduga Ribuan Sertifikat di Kabupaten Tebo Berada di Kawasan Hutan

Reportase

Pemkab Tanjabtim Ingin Punya Pusat Pelatihan Atlet Daerah

Reportase

Pemkot Jambi Terbitkan SE Wali Kota Atur Aktivitas Bulan Ramadan

Reportase

Berkontribusi untuk Kejaksaan, Al Haris Terima Penghargaan R Soeprapto Award 2024

Reportase

Aplikasi Sportblock Permudah Pendataan di Porprov XXIV Jambi 2026

Reportase

Waspada !!! Penipuan Berkedok Deposit Marak Selama Ramadan dan Lebaran

Politik

Di Luar Dugaan, Pengantar Romi – Sudirman Membludak, Datang Sendiri Tanpa Ada Seragam…